
Skyla yang terlihat asik menggulung kemeja gio, dag dig dug yang ia rasakan saat berada terlalu dekat dengan pria itu
"Hey apa yang kau lakukan dengan kemejaku" menatap skyla yang sibuk dengan kemejanya
"Hanya menggulungnya biar kamu terlihat santai,ayo jalan menarik tangan gio" haha
Mereka sampai di tempat sate seberang taman, tempat yang sederhana tapi banyak pengunjung
"Pak satenya 2 porsi ya" memesan
"Maaf mba tapi kursinya habis,apa mau mengantri" dengan ramah
"Buatkan saja pak dan atarkan kesana"menunjuk mobil gio
Gio bingung hanya mengikuti skyla yang kembali ke mobilnya
"Kau bisa makan sate di restoran terbaik ayo kita pergi" tarik gio
"Tidak gio lebih baik kamu buka bagasi mobil ini" menunjuk belakang mobil
"Terserah lah,sam buka bagasi"
"Sudah tuan"
Skyla langsung duduk ke bagasi belakang mobil gio
"Mari duduk sini" menepuk ruang kosong sebelahnya
"Apa yang kau lakukan ini,kau gadis yang aneh" duduk dan keheranan
"Makasih ya pak" menyambut sate
"Ini sate nya mari coba gio,atau mau ku suapi" tertawa
"Tidak usah sini punyaku" menikmati sate
Baru kali ini aku tau sate pinggiran bisa seenak ini
"Gimana enakkan" manatap gio
"Ya lumayan lah" masih makan
"Menurutku sate ini enak haha"
"Kenapa kau memilih makan disini aku bisa membawamu ketempat bagus nona" heran
"Coba lihatlah ke atas,ada langit yang luas,bulan dan bintang saling melengkapi disana pemandangan yang tidak akan kita dapatkan di restoran manapun" menatap langit
Tambah indah karna ada matahari disampingku haha
Gio menatap ke atas dan sesekali menatap skyla
Benar juga kata gadis ini aku sungguh jarang menikmati suasana normal seperti ini karna sibuk dengan duniaku.
"Yah kau benar,tapi kau makan begitu berantakan" melap bekas sate di pipi skyla dengan tangannya
"Ah maaf hehe" tertunduk malu
"Gio,mau coba kesana" menunjuk pasar malam depan ditaman
"Aku tidak suka hal seperti itu" menggeleng
"Ayolah kau belum mencobanya,dulu aku dan kakek sering ke pasar malam" bersemangat
__ADS_1
"Baiklah kita kesana,sam bereskan dan kau makan juga" mengisyaratkan sam
"Siap tuan muda" pergi ke paman sate
Gio yang ditarik skyla berjalan memasuki pasar malam itu,sungguh sebuah tempat yang ramai wisata kuliner makanan dimana-mana, beberapa permainan yang menarik dipadati anak kecil,gio hanya melongo melihat apa yang ia lihat sekarang.
"Kamu mau mencoba ini gio" menarik gio kesebuah permainan lempar kaleng
"Ambilkan boneka itu untukku gio" menunjuk boneka kucing kecil
"Kita bisa membelinya langsung atau beli yang lebih bagus nanti"
"Tidak mau,berusahalah gio" memberikan 3 bola ke tangan gio
Gio mulai melempar bolanya dan hanya 2 kaleng yang jatuh,lemparan kedua tidak ada kaleng yang jatuh karna meleset, dan yang ketiga hanya 4 kaleng yang jatuh masih ada 3 kaleng yang belum terjatuh, skyla mulai menunduk sedih
"Berikan bolanya lagi pak" menjulurkan tangan
"Uangnya dulu pak 10 ribu"
"Ini ambil saja sisanya" memberi pecahan 100 ribu dari sakunya
"Jangan menunjukan wajah sedihmu aku tidak suka melihatnya" melempar bola
Brukk semua kaleng jatuh bersamaan dan bapak penjaga memberikan boneka kecil itu untuk gio
"Ini yang kau mau gadis kucing,sudah ku ambilkan untukmu"memberikan boneka
"Terimakasih gio" memeluk gio
Apa yang ku lakukan saking senangnya aku memeluknya malu sekali
"Ya ya ayo kau mau kemana lagi" menarik lengan skyla
"Kita beli es krim lalu naik itu" menunjuk kincir angin
"Ya terserah kau saja"
Gio yang mengikuti skyla kini sudah berada didalam kincir angin yang berputar tinggi
"Aku suka melihat pemandangan dari atas sini gio" menatap keluar kincir
"Kau tau aku bisa membawamu naik pesawat pribadiku jika kau mau melihat pemandangan"
"Tidak gio aku lebih suka disini dari pada harus merepotkan pilotmu,aku lebih suka merepotkan dirimu untuk naik ini" tertawa
Gadis yang sungguh menarik,tidak sedikit wanita yang berusaha menjadi wanitaku agar bisa memiliki fasilitas pesawat pribadi
"Baiklah nona,terserah kau saja" menatap bibir skyla yang masih ada es krim yang menempel
"Boleh aku membersihkan bibirmu" mendekat
Skyla yang menganguk dan memejamkan matanya saat tubuh gio mendekat
Menyentuh bibir skyla dengan tangannya dan mengetuk dahinya
Tukk "Apa yang kau pikirkan nona haha"
"Hah tidak ada hehe" membuka mata
Omg skyla kenapa kau berpikir tuan muda ini akan menciummu memalukan sekali
"Yasudah ayo turun,kincirnya sudah berhenti" menarik lengan skyla
__ADS_1
Hampir saja aku tidak bisa mengontrol diriku untuk mencium bibir mungil gadis ini.
"Sudah malam kau ku antar pulang ya" sambil berjalan ke mobil
"Ya baiklah" masuk kemobil
Mobil yang meluncur dan stop di depan apartement skyla
"Kamu tau tempatku gio" bingung
"Selain ceroboh kau pelupa juga ya,kita kan pernah bertemu disini" menarik pipi skyla
"Ah iya aku ingat,hehe thankyou ya gio sampai jumpa" turun dari mobil
Gio hanya tersenyum dan menutup kaca mobilnya dan melanjutkan perjalnan pulangnya.
Sam membuka mobil dan mengikuti gio ke halaman rumah
"Pulanglah sam istirahat" terhenti berjalan
"Baik tuan,selamat malam" menundukan kepala dan pergi
"Selamat malam tuan" sapa pak yan didepan pintu
"Malam,oma mana" tanya gio
"Nyonya sepuh sudah tidur tuan tapi nyonya besar menunggu tuan muda diruang keluarga" menundukan kepala
Gio berjalan keruang keluarga dan mendapati mamanya yang sedang meminum secangkir teh hangat ditemani sely
"Ada apa ma" berhenti sejenak
"Gio mama mau bicara soal vi" terhenti
"Viona? Gio cape ma nanti saja gio mau istirahat" menaiki tangga
"Hey kak,ka vio menitipkan kakak kue di kulkas" ucap sely
"Makan saja aku lagi tidak selera" menghilang dibalik pintu
Gio yang membersihkan dirinya dengan air hangat lalu memakai baju tidurnya dan merebahkan dirinya di kasur, matanya menatap langit langit kamarnya dan terbayang wajah skyla
Hmm gadis kucing gumannya,apa aku telpon saja ah tidak aku coba chat saja dia
Skyla yang sudah memakai piamanya dan siap memakai penutup mata untuk tidur,merakasakan ponselnya bergetar satu pesan masuk dari Gio🌞
"Apa yang kau lakukan sekarang"
"Aku ingin tidur,kamu tidak tidur gio" mengirim pesan sambil senyum-senyum
"Ini aku lagi tidur" sambil mengubah posisi tidurnya yang enak
"Hah? Lalu ini siapa yang cht" bingung
"Hahaha tidurlah good night"
Melihat pesanmu saja sudah membuat moodku bagus malam ini
"Night" sambil tersenyum kegirangan
Ah gio dia pria dingin yang kadang hangat juga, selamat malam tuan gio yang tampan
Bersambung...
__ADS_1