
Mobil mewah yang ditumpangi gio masuk ke dalam parkiran sebuah toko buku besar dikawasan jakarta pusat, pria itu turun dari mobil dengan kacamata hitamnya dan mulai melangkahkan kakinya masuk kedalam toko buku itu.
"Selamat siang ada buku yang tuan cari biar saya bantu" menyapa ramah
"Apa bisa tunjukan beberapa buku lulus seleksi calon mertua" suara tegas sambil melepas kacamatanya.
Wanita itu pun tertegun melihat ketampanan pria di depannya.
"Hey apa kau dengar,apa kalian punya buku lulus seleksi calon mertua hah" suara agak keras
"Ma maaf tuan tapi kalau buku seleksi itu tidak ada kalau buku lulus seleksi masuk,sma,kuliah,kerja,lalu" menjelaskan terhenti
"Nona maaf maksud tuan kami bisa tunjukan buku buku tentang pernikahan" memotong penjelasan gadis yang ditatap gio dengan tajam
Hampir saja kau bisa kena amarah tuan nona, kau terlalu banyak bicara tapi tuanku juga yang salah bertanya begitu haha konyol sekali. Batin sam menahan tawa
"Oh buku tentang pernikahan di sebelah kanan tuan rak F" menunjukan sedikit takut karna tatapan gio seperti singa yang marah
"Baik" menggangguk lalu mengikuti langkah gio yang berjalan duluan
Gio tidak banyak bicara ia sibuk dengan beberapa buku pernikahan dipegangnya, sam hanya menggeleng kecil melihat keseriusan tuannya lalu menyerahkan satu buku yang ia dapatkan.
"Tuan sepertinya ini bagus" menyerahkan buku dengan judul
📕Awal Menuju Pernikahan Harmonis📕
"Sam aku mencari buku untuk lulus seleksi bukan untuk pernihakan harmonis aku bisa membuat pernikahanku lebih dari harmonis" menatap sam
"Maaf tuan muda tapi di halaman ke 7 buku ini ada tips mengambil hati calon mertua,lalu di halaman berikutnya ada tips mendapatkan restu dengan cepat" membolak balik buku
"Kita ambil itu sam dan ini" memberikan empat buku ditangannya untuk sam bayar
"Baik tuan muda" berjalan kearah kasir sedangkan gio memilih pergi dulan kemobilnya.
Tuan muda memang benar benar aneh haha besok kan pertemuannya mana mungkin bisa membaca buku buku ini sekali gus haha. Batin sam sambil masuk kemobil lalu menjalankan mobilnya.
"Kita pulang tuan" menatap gio dari spion
"Tidak aku mau minum kopi dulu" guman gio yang sibuk memeriksa buku buku itu
"Baik tuan" mengangguk
__ADS_1
Tak lama mobil sudah parkir di parkiran coffe shop fiko, terlihat fiko sedang duduk termenung disana.
"Kau kenapa bro" menepuk bahu fiko
"Tidak apa hanya memikirkan bidadari, ah sial kenapa aku tidak minta nomornya, malah aku yang memberikan kartu nama" mengusap wajahnya
"Haaah aku tidak bisa berpikir dulu untuk membantumu karna aku juga pusing" guman gio duduk di sebelah fiko
"Kenapa lagi kau,kau ini saat aku butuh, kau punya masalah juga haaahh" menghela napas
"Kau lihat ini aku lagi mempelajari beberapa buku lulus seleksi kakek skyla untuk besok" melempar buku buku ke atas meja
"Buahahhaa kau konyol sampai membeli ini" mengangkat salah satu buku
"Aku harus apa aku bingung haaah,aku akan pelan pelan membaca buku buku ini" menyilangkan tangannya di dada
"Kau hubungi pandu tanya dia, dia lebih pengalaman bro" menatap gio
"Kau benar juga bro" mengeluarkan ponselnya.
Sam datang membawa dua buah gelas kopi.
"Tuan kopi anda" meletakan
"Sam kemari hahahaa bagaimana kalian membeli ini ahhahaa dan apa juga ini 📗Daftar Nama Bagus Untuk Baby📗, buahahah tuanmu itu kan belum menikah kenapa sudah membeli ini" cekikikan tertawa
"Itu tuan yang memilih sendiri" tertawa kecil
"Hey aku hanya inseng membelinya" menatap fiko tajam lalu menarik buku itu dari tangan fiko. "kenapa dokter sial ini tidak menjawab sih" meletakan ponselnya lalu menyerup kopinya.
"Sabar bro mungkin dia sibuk nanti dia pasti menelpon mu" tertawa
Tak lama mereka bertiga berbincang santai dan betul saja ponsel gio berbunyi terlihat videocall dari pandu disana.
"Kau menghubungiku bro,ponselku diruangan aku habis keliling mencek pasienku" terlihat wajah lelahnya
"Buahaha kau kan direktur rumah sakit,harusnya kau santai saja" merebut ponsel dari tangan gio
"Itu menyalahi kode etik kedokteran bro" menggeleng
"Oh iya kembali ke topik awal, jadi temanmu ini minta tips atau beberapa pelajaran agar bisa lolos seleksi calon mertua" merangkul gio
__ADS_1
"Hahahahahahaha kau bercanda itu semua tidak dipelajari itu mengalir saja nanti,paling kau di tanya bibit,babat,bobotmu ahhaha tunjukan saja kau pria yang baik dan jangan beritahu kau suka minum kalau lagi galau hahaha" pandu mengusap air matanya karna tertawa geli sampai mengeluarkan air mata.
Kenapa gio lucu sekali ahahahaha melihat wajahnya saja aku geli.
"Hey kau jangan bercanda huh,apa benar begitu bro aku harus membuat diriku seperti calon suami yang bagus" wajah tegang
"Yah kurang lebih begitu tunjukan potensi dirimu, pengalamanku dulu saat bertemu orang tua manda mereka menanyakan aku dari keluarga mana,pekerjaanku lalu sejauh apa hubungan kami dan seserius apa aku pada anak gadis mereka dan ku jawab senatural mungkin" mengangkat bahu sambil melepas kacamatanya
"Lalu apa kau lulus seleksi" makin serius
"Buahhaa pertanyaan apa itu bro,kalau dokter gondrong ini tidak
Lulus sudah pasti tunangannya bukan manda sekarang" cekikikan tertawa menahan perut.
Sam teratawa geli melihat kegugupan tuannya,sampai membuat pria itu tidak bisa berpikir lagi.
"Nah thanks ko sudah menjawabkan" teratawa bersama fiko
"Baiklah baiklah thankyou,ku matikan ya" mematikan ponselnya
"Bro saranku kau harus santai terlalu gugup akan membuatmu blank nanti didepan kakek skyla" menapuk pundak gio lalu berjalan kearah pembuatan kopi
"Tuan biar saya bantu stabilokan kosa kata yang penting" menatap gio yang sibuk membaca bukunya
"Tidak usah sam,nikmati saja kopi mu" tanpa menoleh
Tidak terasa malam semakin larut sudah pukul 01.32 wib disana hanya tersisa fiko dan dua orang yang duduk disana,ada yang sibuk membaca ada yang sibuk dengan laptopnya.
"Bro kau mau menyuruhku tidur disini hah" menepuk bahu gio
"Ah jam berapa sekarang" menatap sekeliling kosong
"Jam satu malam woy, kau harus pulang istirahat kau sudah membaca buku buku ini dari sore" menarik dan menutup buku gio
"Kau ada benarnya juga" berdiri
Sam langsung berkemas lalu berajalan menuju mobil.
Setelah mengunci coffe shopnya fiko menju mobilnya lalu menghampiri gio disana.
"Good luck bro" menupuk pundak gio
__ADS_1
Gio hanya mengguk lalu masuk kedalam mobilnya dengan pelan mobil itu meninggalkan fiko yang masih berdiri disana.
Bersambung.......