
Nyonya isabel duduk di ruang keluarga sambil menikmati potongan buah mangga dan teh hangatnya, ia terkejut karna gio baru pulang dan langsung duduk dihadapannya.
"Gio kau dari mana nak" menaruh piring buahnya
Kenapa wajah anak ini kelihatan seram.
"Ma bisakah mama tidak ikut campur urusan gio lagi" menatap mamanya
"Urusan apa nak" bicara melemah
Aduh apa gadis sial itu mengadu pada gio.
"Ma aku tau,dulu omaa tidak menyetujui mama karna mama anak dari panti asuhankan, entahlah apa yang mama pikirkan sekarang tapi aku mohon mama jangan membuat skyla kesulitan, jangan jadikan gadisku jadi bahan balas rasa sakit mama terhadap perlakuan oma di masalalu, cukup hentikan rantai itu ma rantai yang membuat mama sakit dimasa lalu jangan menyambung rantai sakit itu ke skyla ma" menatap tajam dengan mata merah
"Gio mama hanya mau kau menikah dengan viona,mama tidak mau kau salah pilih lagi seperti dulu,jadi saat ini biar mama yang menentukan jodohmu" mentap tajam
"Ma mama tau kan papa mencintai mama tanpa syarat,papa menentukan sendiri jodohnya dan memilih mama, gio ingin seperti papa ma, gio mencintai skyla sama seperti papa mencintai mama" mengusap wajahnya kesal
"Kau mengambil keputusan yang baik nak, papa mendukungmu jemput gadis itu jadikan ia istrimu" pak pratama duduk dan mengelus pundak gio
"Apa yang papa lakukan,aku yang menentukan putraku menikah dengan siapa" marah
"Mah ini pilihan hidup gio,gio juga putraku dan sebagai papanya aku merestui putraku bersama gadis itu" mentap tajam nyonya isabel
"Pa terimakasih" gio memeluk pak pratama
"Iya nak,istirahatlah dulu" menepuk pundak anaknya
Gio berjalan pergi ke kamarnya dan merebahkan tubuhnya ke kasur lalu mencoba memejamkan matanya.
Skyla aku pasti akan menemuimu secepatnya. Gumannya
__ADS_1
***
Skyla berjalan ke arah tirai jendelanya ia ingin menutup tirai itu namun langkahnya terhenti saat melihat matahari senja yang hampir tenggalam, "hemm apa gio masih mengingatku,atau dia sudah bahagia dengan cintanya" guman skyla pelan.
Skyla memutuskan keluar kepinggir pantai,ia melipat tangannya dilutut dan duduk termenung disana menatap matahari tenggelam itu,tanpa ia sadari sudah lama ia duduk disana hingga hari mulai gelap.
Seorang perempuan terlihat datang mendekatinya, lalu duduk disamping gadis itu.
"Boleh aku duduk disini" mentap skyla
"Ah ya tentu silahkan" agak terkejut dari lamunannya
"Oh ya, Ayumi syabella" menjulurkan tangannya
"Adara skyla,skyla panggilah begitu" bersalaman dan tersenyum
"Maaf ya aku mengganggumu, aku dari senja tadi tidak sengaja melihat mu dari villa, dan ku perhatikan kau duduk disini sendirian awalnya ku pikir kau menunggu temanmu" tersenyum
"Yah suasana pantai memang bagus untuk penenangan diri" raut sedih
"Apa kau baik baik saja,kau liburan bersama siapa kemari" memegang tangan ayumi
"Aku baru datang kemarin hehe,sendirian" menunduk
"Aku merasa kau tidak baik baik saja ayumi,aku tau kita baru kenal tapi kau boleh berbagi kisah denganku" tersenyum mengelus tangan ayumi
"Aku baru memutuskan hubunganku dengan seorang pria" memejamkan matanya
"Apa kau mencintainya,kenpa kau memutuskannya" menatap
"Karna pria itu berselingkuh dengan teman sekantornya" menitikan air mata
__ADS_1
"Omg are you okay,kemarilah ku harap kau mendapatkan pria yang lebih baik dari pria itu" memeluk dan mengelus rambut ayumi
"Maafkan aku skyla aku merusak perteman awal kita dengan air mata ini" mengusap air matanya
"Tak apa ayumi menangislah jika itu bisa membuatmu lega" menatap gadis yang menyenderkan kepalanya ke bahu skyla
Ya aku juga begitu saat aku ingin menangisi gio,aku langsung menangis agar perasaanku lega.
"Thankyou skyla kau benar benar baik" tersenyum hambar
"Oh ya apa kau lapar,aku tau restoran ikan bakar enak daerah sini" bersemangat
"Ya tentu aku harus makan sesuatu sebelum menangis lagi" haha
"Kalau begitu hapus air matamu kita pergi" menghapus air mata ayumi dan mengajaknya berdiri lalu berjalan pergi.
Tak lama berjalan di pesisir pantai mereka menemukan tempat ikan bakar terenak menurut skyla, mereka memesan dan menghabiskan makananya sambil mengobrol.
"Apa kau suka" mentap ayumi
"Yah tentu ini enak" melap bibirnya dengan tisu
"Haha kalau sudah selesai mari pulang" ajak skyla
"Sure" tersenyum sambil berjalan
Mereka sampai dikamar masing masing,skyla membersihkan dirinya dikamar mandi lalu merebahkan tubuhnya ke kasur, ia menatap layar ponselnya hanya ada pesan dari kakek,fani dan beberapa chat grup disana tidak ada nama gio, ia meletakan ponselnya lalu mencoba memejamkan matanya.
Skyla apa yang kau pikirkan lagi gio pasti sudah melupakanmu, baiklah skyla minggu depan kau harus pulang untuk memulai hidup normalmu lagi. Gumannya sambil menitikan air mata.
Bersambung...
__ADS_1