
Tringg tringg bunyi email masuk ke ponsel skyla,dengan pelan skyla bangun dan meraih ponselnya.
"Kenapa berhenti memelukku" guman gio berbalik melihat apa yang sedang dilakukan istrinya.
"Bentar hon, ada email masuk dari butik" menatap layar ponselnya
"Ada apa, apa fani tidak bisa menghandle butik selama kau pergi" bangun lalu mendekat dan menempelkan pipinya ke wajah skyla.
"Mmm tidak ada masalah,hanya laporan keuangan Butik" menatap
gio lalu mengelus pipi suaminya.
Maaf gio aku tidak mungkin cerita dan membuatmu masuk kedalam masalah pekerjaanku. Batin skyla
"Oo begitu, baiklah apa kau mau memandikanku" menatap berharap
"Haah kau begitu ingin ku mandikan ya haha" meletakan ponselnya
"Apa salahnya aku hanya minta dimandikan" menunjukan wajah kesal.
"Ya baiklah, ayo kita mandi bersama" tersenyum
"Serius, aku akan mengangkatmu" meraih tubuh skyla
"Eh eh hon apa yang kau lakukan, aku belum selesai bicara" menghentikan tangan gio
"Apa lagi skyla" menghela nafas
"Aku rasa aku mau mandi dengan beberapa tangkai bunga, please hon ambilkan aku beberapa bunga mawar dibawah" menelengkupkan kedua telapak tangannya.
"Aku akan menyuruh pelayan" ingin memencet tombol telpon
"Tidak tidak, kalau kau tidak mau ambilkan aku saja yang mengambil sendiri" memalingkan wajahnya
"Haah baiklah baiklah, aku ambilkan" menggeleng dan berjalan keluar pintu kamar.
"Thank's honey" langsung mengambil ponselnya dan menghubungi fani.
Tuttt tuuuttt, suara cempreng fani terdengar panik ditelpon.
"Skyla bagaimana ini" terdengar panik
"Fani tenang dulu, apa kau yakin alergi kulit yang didapatkan para pembeli kita berasal dari kain yang kita gunakan" mencoba tenang
__ADS_1
"Ya skyla kain yang dikirimkan supplier ternyata berjamur mungkin karna lembab saat dalam pengiriman, bagian produksi kita teledor mereka tidak memperhatikan hal itu, pada akhirnya baju dan gaun yang dibuat dari kain itu menyebabkan alergi saat pembeli memakainya dan mereka meminta ganti rugi dan akan menuntutmu sebagai owner lewat jalur hukum"
Skyla menghela nafas dan mememijit pelipisnya kepalanya terasa pusing.
"Baiklah fan, aku akan menghubungi pihak supplier kain dan menghentikan mereka mengirim kain dulu dan tolong kau ganti rugi full uang pembeli lalu tarik kembali baju dan gaun yang kita edarkan ke mereka, dan setelah pulang dari pulau ini aku akan mencoba mendatangi perwakilan mereka agar bisa menyelesaikan ini secara kekeluargaan"
"Gilaaa, apa kau yakin skyla 598 potong baju dan gaun yang akan kita ganti rugi dan itu bukan uang yang sedikit , apa kita akan menghabiskan uang cadangan butik untuk membayarnya haah" terkejut
"Tidak apa fan pakailah dulu uang cadangan butik dan aku tau uang cadangan juga belum cukup untuk ganti rugi, aku akan mentransfer sebagian dari uang pribadiku" menggigit jarinya.
"Kau yakin, apa gio tahu" cemas
"Sure, fan ini jalan keluar terbaik menurutku, belum aku tidak ingin membuatnya khawatir dan terlibat masalah pekerjaanku, oh ya fan satu lagi bantu aku menyelidiki masalah ini" menghela nafas
"Tentu skyla pasti,aku akan menghubungi temanku dia salah satu detektif yang bekerja untuk kepolisian"
Suara langkah kaki gio mulai terdengar mendekat.
"Skyla, ini bunganya taruh dimana" membuka pintu kamar
"Aku sangat senang disini fan, hampir saja tidak mau pulang" mengubah topik pembicaraan
"Siapa skyla" berdiri dipinggir tempat tidur
"Ya, cepatlah menyusul" masuk kedalam pintu kamar mandi
"Fan hubungi temanmu itu dan secepatnya kabarkan padaku, aku tutup dulu ya ada gio" berbisik
"Oke skyla siap" menuntup ponselnya.
Skyla menghela nafasnya, pikirannya campur aduk sekarang, ia sebenarnya bingung apa keputusannya menyelesaikan masalah tanpa memberi tahu gio adalah tepat.
"Skyla,kenapa lama sekali" teriak gio dari dalam kamar mandi
"Ya hon aku kesana" berjalan cepat lalu masuk kedalam kamar mandi
"Mana bunganya hon" melirik gio yang sudah berendam di bathup
"Itu disebelahmu" memejamkan matanya menikmati air hangat yang merendam tubuhnya.
"Astaga, hon kenapa ditaruh begini harusnya diambil kelopaknya dan masukan ke bathup" mengangkat bunga itu
__ADS_1
"Mmm ini bukan mawar hon, bunga ini kurang enak baunya tidak cocok untuk berendam" menutup hidungnya
"Hey aku mana tahu, aku asal ambil saja" mengangkat bahunya
"Haah kau benar benar menyebalkan, mana kemarikan sponnya" mendekat lalu meraih spon mandi untuk mengusap tubuh gio
"Kau marah" memeluk istrinya yang berdiri dipinggir bathup
"Tidak hon, cepat berbaliklah" melepaskan pelukan gio.
"Tidak aku mau begini" mengangkat tubuh istrinya kedalam bathup
"Hon, jangan sampai kakiku masuk air ya masih perih" menarik hidung gio
"Iyaa,aku akan memandikanmu" membuka resleting baju skyla lalu meraih spon yang ada ditangan istrinya
"Geli,hon aku bisa memakai sabun sendiri" mencoba meraih spon dari tangan gio
"Hey diamlah kalau banyak gerak kakimu masuk air nanti, kau bisa menebak ini" menulis huruf dengan jarinya dipunggung skyla
"Ulang hon terlalu cepat hahha"
"Ini lalu ini" menggoyangkan jarinya
"I" skyla mengeja
"Love, you" ucap skyla
"Haah kau bisa tidak stop mengatakan hal hal tentang cinta, kalau beginikan aku terpakasa harus balas dengan kata i love you more" malu malu
"Hah, hon apa apaan sih kau malu ya, kalau mau bilang i love you tidak usah mengajakku bermain ini tinggal bilang hahha" memutar bola matanya lalu menggoda gio
"Tidak aku tidak begitu kau yang bilang duluan aku hanya membalasnya" meneruskan mengusap punggung skyla dengan spon .
"Hahhaaa apa kau yakin coba sini lihat pipimu merah" tertawa
"Tidak ada, diam atau aku akan marah" memalingkan wajahnya
"Ahahha kau manis sekali hon" mencubit hidung gio
"Hentikan aku akan membalasmu" menggelitiki istrinya
"Ahahhahaha hon ampun geli"
__ADS_1
Bersambung.....