
Skyla sudah sampai disebuah villa milik kakeknya yang letaknya persis dipinggir salah satu pantai di lombok, skyla masuk kekamarnya dan membuka pintu lain dari kamar itu yang berhubungan langsung dengan pemandangan laut lepas, ia bisa merasakan ketenangan dan damai saat melihat pemandangan laut yang menakjubkan.
Dengan pelan skyla turun mendekati pesisir pantai itu pasir putih yang lembut masuk kesela sela jemari kakinya,ombak laut yang menghempas garis pantai membuat suasana makin terasa nyaman.
Skyla berdiri diam seribu bahasa di pinggir pantai dengan air mata yang menetes dipipinya, perasaannya memang sudah merasa baikan tapi pikirannya tidak lepas dari gio, lamuanannya buyar seketika seorang ibu paruh baya mendekatinya.
"Nona skyla" menyentuh pundak
"Oh bu pat,ada apa" menghapus air matanya
"Maaf nona ada telpon dari tuan sepuh" menyerahkan telpon villa
"Makasih bu" menyambut telponnya
Bu pat mengagguk berlalu pergi meninggalakan gadis itu.
"Hai kek,ada apa" menyembunyikan sedihnya
"Kau membuat kakek jantungan skyla,tiba tiba pihak villa menelpon kakek kalau kau berada disana,kau kenapa sayang" terdengar cemas
"Kakek cucumu ini baik baik saja,aku hanya lelah bekerja dan melihat jakarta yang macet" tertawa hambar
"Kau yakin skyla,kau baik baik saja"
"Ya kakek aku hanya rindu pantai makanya aku kesini,apa aku menganggu pengunjung kakek di villa ini" mengigit jarinya
"Bicara apa kau villa itu juga milikmu nak, tidak akan ada yang terganggu olehmu,atau kau mau aku menyuruh pihak villa untuk tutup agar kau bisa bermain bebas disana" terdengar tegas
"Ayolah kek,jangan berlebihan haha aku malah senang banyak pengunjung sapa tau aku bisa menemukan teman baru" tertawa
"Kau tidak mengajak fani nak"
"Ya kek aku pergi sendiri haha,fani bantu aku di butik dulu" meyakinkan kakeknya
"Apa kau yakin" curiga
"Kek percayalah padaku"
__ADS_1
Maafkan aku sudah berbohong kek aku tidak bisa membuatmu khawatir
"Baiklah sayang nikmati liburanmu,hubungi kakek kalau kau dalam masalah,kakek menyayangimu" menutup telponnya
"Aku juga kek" meletakan telpon itu ke dadanya
Skyla kembali ke villa dan menyerahkan telpon itu keapada ibu pat.
"Ini bu telponnya" memberikan
"Baik nona,nona kalau butuh apa apa panggil saya" menunduk sopan
"Tak apa bu,aku hanya ingin mandi berendam sebentar" tersenyum berlalu pergi
Skyla sudah menikmati berendam dengan air hangat yang bercampur dengan susu disana,ia memejamkan matanya mencoba merilekskan tubuhnya,tak lama ponsel disampingnya bergetar terlihat nama fani memanggilnya disana.
"Hai fani" suara sendu
"Skyla kau dimana,apa kau tidak ke butik,dan apa kalian sudah baikan" bertanya tanpa jeda
"Fan dengarkan aku ya aku jelaskan, pertama aku minta tolong padamu untuk mengambil alih butikku sementara karna aku sedang berada di salah satu villa kakek dilombok,dan yang kedua aku tidak berbaikan,hehe sepertinya kami memang berakhir" tertawa sedih
"Fan kau dengarkan aku dulu ya, aku kesini karna aku mau menenangkan pikiranku ku harap kau mengerti, dan masalah gio aku tidak sempat bicara apapun padanya karna aku melihat gio bersama mantannya disana,aku memutuskan pergi fan" menangis terisak
"Skylaa apa ini alasan gio sebenarnya,apa dia benar ingin mengakhiri hubungan kalian" mengelan nafas
"Entah lah fan aku tidak tau apa gio benar benar ingin mengakhirinya, tapi kalau mamanya memang ingin kami berakhir" mengusap wajahnya
"Apa maksudnya, dari mana kau tau mama gio menginginkan kalian berpisah,ah mungkin pikiranmu saja sky buktinya oma menyukaimu kan,jdi jangan berpikir begitu oke" mencoba menenangkan
"Tidak fan tadi setelah pergi dari kantor gio aku bertemu mamanya, mamanya tidak menyukaiku karna aku anak yatim piatu besar tanpa kasih sayang ibuku terutama,jadi mama gio merasa aku tidak bisa memberikan kasih sayang yang tulus layaknya seorang ibu untuk putranya,karna itu beliau memintaku menjauhi gio" menitikan air mata
"Ini konyol skyla, kenapa nyonya itu aneh sekali apa dia tidak bisa mencari alasan yang lebih masuk akal dan juga ini tidak ada hubungannya dengan orangtuamu,aku benar benar kesal sekarang hah" mendesah geram
"Heii sudahlah fan,memang begini nyatanya,fan bisakah kau menolongku"
"Sure skyla apa yang bisa ku lakukan untukmu"
__ADS_1
"Bisakah jangan bilang aku dimana kepada siapa pun kecuali penting" nada memohon
"Baiklah sky kalau ada yang bertanya aku pasti akan jawab tidak tau, jaga dirimu disana skyla,aku menyanyangimu" lirih
"Pasti fan,aku juga" meletakan ponselnya lalu menenggelamkan kepalanya kedalam bak mandi, "hah hah tenang untuk sesaat" gumannya sambil mengangkat kembali kepalanya.
***
Gio merasa uring uringan ia mencoba mengetik pesan panjang lebar namun ia menghapusnya kembali, ia merasa bingung dengan apa yang harus ia lakukan,ia ingin berbaikan dan kembali pada skyla tapi ia masih takut berlebihan akan masalalunya yang pahit,ia tidak ingin merasakan sakitnya di khianati dan di tinggalkan lagi. "Apa aku menjaga jarak dulu dengan skyla,biar aku tau apa yang ku mau" gumannya.
Sam mengetuk lalu masuk keruangan gio,ia berdiri tegap dihapan tuan mudanya
"Tuan" menunduk sopan
"Ada apa sam" menutup laptopnya
"Saya mendapatkan informasi tentang nona haura tuan" menyerahkan amplop coklat
"Apa itu,intinya saja sam" menyilangkan tangan di dada
"Baik tuan" membuka amplop dan mulai menerangkan
"Nona haura diketahui telah mengandung anak dari kekasihnya dulu anton,namun pria itu tidak mau bertanggung jawab tuan, pria itu meninggalkan nona haura dalam keadaan mengandung, nona haura merasa terpukul dengan perlakuan anton lalu tepat dua bulan sebelum kembali ke indonesia nona haura melakukan aborsi tuan" menunduk
"Astaga kenapa dia bisa setega itu sam" mata memerah
Ternyata rara yang dulu ku kenal berhati hangat penuh dengan kepalsuan.
"Tuan jika boleh berpendapat,nona haura mendekati tuan kembali hanya untuk bergantung hidup lagi,karna saya sudah mencari tau bahwa seluruh harta nona haura yang sempat tuan berikan seluruhnya dibawa pergi pria itu"
"Baiklah sam aku sudah tau tentang hal itu" mengusap wajahnya
"Saya permisi tuan" menunduk
"Sam coba cari tau apa skyla ada di apartementnya" tegas
"Baik tuan muda,saya undur diri" meninggalkan pergi
__ADS_1
Gio hanya terdiam dan memijit pelan pelipisnya, sekarang ia merasa ragu dengan keputusannya mengakhiri hubungan dengan gadis sebaik skyla karna alasan takut masalalunya terulang kembali.
Bersambungg....