Yes,He is My Husband

Yes,He is My Husband
Eps.39


__ADS_3

Terdengar keributan dikamar utama nyonya isabel, wanita itu mengamuk pada suaminya yang baru saja memberi tahu kemana gio pergi beberapa hari ini, ia merasa kesal karna rencananya menyatukan putranya dengan viona gagal.


"Pa kenapa papa baru bilang sekarang,kenapa papa selalu mendukung anak itu papa ingat dulu kita mendukungnya ternyata anak kita disakiti, apa papa mau kejadian itu terulang lagi" meletakan tangannya dipinggang berteriak


"Isabel tenangkan dirimu, anak kita sudah dewasa papa yakin dia memilih yang tepat untuknya" menenangkan


"Tapi pa mama sudah terlanjur bicara pada viona dan orang tuanya, mau di taruh dimana wajah mama" menunjukan wajah frustasi


"Ma berhenti memikirkan dirimu,jelaskan pelan nanti mereka mengerti dan juga belajarlah menghargai keputusan putra kita" berjalan keluar kamar


"Pa papa tidak mengerti haaahh" mendudukan bokongnya dipinggir tempat tidur lalu menelpon seseorang


"Halo vio sayang,tante mau bicara"


"Tante aku sudah tau dari sely kalau kak gio menemui gadis itu dan melamarnya kenapa tante jahat padaku kenapa tante tidak menghalangi" menangis keras


"Heii heii nak dengarkan tante, biarkan dulu mereka menikah nanti tante akan membuat wanita itu tidak betah manjadi istri gio,dan kau akan menjadi menantuku" menenangkan


"Tante yang benar saja sampai kapan aku menunggu, aku juga punya batas kesabaran" menghela nafas


"Tenanglah sayang beri tante satu tahun kita akan sama sama menyingkirkan wanita itu dari sisi gio" tersenyum licik


"Baiklah tante satu tahun ya atau tante benar benar akan kehilangan calon menantu yang berkelas sepertiku" suara tegas


"Yaa tante tutup dulu" mematikan telponnya


Hah semoga saja rencanaku nanti berhasil,sekarang aku tidak bisa bergerak dulu atau papa akan murka padaku kalau aku kelewatan batas.


***


Mobil gio sudah sampai didepan apartement skyla, gadis itu keluar mobil dengan menarik kopernya.


"Telpon aku kalau kau sudah sampai" sambil melambaikan tangan


"Ya, kau masuk nanti aku baru pergi" menatap gadis itu yang mulai berjalan masuk loby apartement,lalu memberikan perintah untuk menjalankan mobilnya


Skyla sudah membuka pintunya dan betapa terkejutnya ia saat melihat sosok fani berdiri disana.


"Suprise" hahaha


"Faniiisa" memeluk


"Skyla ku kangen padamu dan maaf aku masuk tanpa ijin" membalas pelukan


"Tak apa fani anggap ini apartementmu" tersenyum

__ADS_1


"Sky maafkan aku, aku terpaksa memberi tahu karna kau begitu penting bagi gio" menunduk


"Kau sudah melakukan yang terbaik fani aku menyanyangimu,dan bagaimana kalau aku masakan spageti untukmu" memegang bahu


"Mmm ada yang aneh ini, sambil memasak ceritakan dulu ada kejadian apa disana" menatap serius


"Ya okee aku akan cerita tunggu dulu akau mau mandi" meninggalkan ke kamar mandi


"Jangan lama perutku bunyi haha" merebahkan tubuhnya di kasur


Tak lama skyla sudah keluar dengan baju pendek santainya,ia berjalan keluar kamar.


"Ayo fan kau mau dengar ceritaku" menggulung rambutnya


"Ya tentu,tunggu" berlari kecil kedapur


Skyla mengeluarkan bahan bahannya dan mulai memasaknya


"Kau tau gio tiba tiba disana dan ia meminta maaf padaku dengan berlutut" merebus spageti


"Kau serius, hah aku hampir tak percaya" sedikit menganga karna terkejut


"Ya aku juga berpikir begitu, dia melakukannya karna dia memintaku berada disisinya tapi aku bilang aku tidak akan berlutut padanya seperti matannya lakukan" guman skyla


"Yah kau sudah benar skyla bagus itu, aku tidak akan membiarkanmu berlutut" memukul mukul meja makan


"Skyla aku senang,tapi aku khawatir juga" menunduk


"Tak apa fani aku tau kali ini gio serius dan bisa mengatasi masalahnya" memasak saus


"Mmm baiklah ku harap kalian bahagia skyla" tersenyum


Dan ku harap gio tidak akan menyakitimu lagi,ah aku tidak bisa bayangkan jika kau disakiti lagi sky.


"Fan hallo,kau melamun ya" meletakan sepiring spageti


"Mmm tidak haha" membenarkan posisi duduknya


"Baiklah habiskan makananmu" menunjuk piring spageti


"Okee bos" menyantap makanannya


"Bagaimana butik fan" menaruh tangan di dagu


"Aman kok, tapi kami kekurangan beberapa pegawai karna kewalahan banyak pengunjung huh" cemberut

__ADS_1


"Maaf ya atas kepergianku,nanti kita buka lowongan" tersenyum


"Hei gak papa kali,bos kan juga perlu liburan haha oh iya bicara soal butik kemarin saat gio mencarimu ia mengajak seorang pria tampan berrambut" terhenti karna ponsel skyla bergetar didepannya


"Fan sebentar ya aku angkat dulu" beranjak pergi


"Okeee,cepat ya" sedikit berteriak


Skyla mengankat ponselnya dikamar.


"Ya gio apa kau sudah dirumah"


"Sure,aku siap untuk tidur tapi aku ingin dibuatkan kopi olehmu,haaah seandainya kau ada disini" mendesah


"Bersabarlah sebentar lagi aku akan membuatkanmu kopi terbaik setiap hari hahaha" tertawa


"Baiklah Nyonya Gio haha good night skyla"


"Selamat malam gio matahari" menutup telponnya lalu mengayunkan kakinya kedapur


Terlihat fani sudah mencuci piring bekas makannya.


"Hey harus nya aku saja" ucap skyla


"Kau ini kau kan bilang ini apartementku juga jadi jangan membuatku seperti tamu haha" tertawa


"Mmm oke,oh ya tadi pri tampan apa" membuka kulkas dan mengambil apel disana


"Itu pria berkulit putih dengan rambut gondrong, aku menyukainya" senyum senyum sendiri


"Husstt husstt itu pandu sudah bertunangan haha aku tidak mau kau jadi orang ketiga" menggigit apelnya


"Yaaahh benarkah huh aku juga tidak ingin,mmm bagaimana kalau jodohkan aku dengan asisten gio saja dia lumayan menawan haha" cekikan tertawa


"Sam serius dia berwajah kaku haha apa kau tidak mau dengan fiko" mentap fani


"Noooo fiko yang punya coffe shop kan,aku tidak terlalu suka pria yang bertato hmm" menunduk


"Ada ada saja kau ini hahaha baiklah nanti ku usahakan ya" mengangguk


"Kau terbaik skyla" memeluk skyla erat lalu mencium pipinya


"Faniiii geli stop hahhaa" tertawa geli


Ku harap kau akan menemukan jalanmu dengan sam, aku akan mencoba membantu sebisa ku untuk sahabat terbaikku. Batin skyla

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2