
Fiko menjalankan mobilnya dengan pelan mengikuti ayumi yang terlihat sedang berjalan sambil menangis disana.
Tiiiiittttt klapson mobil fiko berbunyi keras lalu ia menghentikan mobilnya sambil membuka kaca mobil itu.
"Hey nona tidak baik menangis dijalan begini, ini sudah malam masuk lah" melihat ayumi yang diam mematung disana
"Kau pulang lah aku bisa sendiri" mengacuhkan fiko
Fiko langsung keluar mobil dan menarik tangan ayumi memasuki mobilnya.
"Masuklah kau pergi denganku berarti kau tanggung jawabku" memasukan tubuh ayumi kedalam mobil.
"Kau seharusnya tidak melihat kejadian memalukan tadi" mengusap air matanya
"Itu biasa saja, jadi kau jangan terlalu memikirkanku kau mau jalan jalan sebentar" melirik ayumi
"Mungkin boleh" mengangguk
Fiko melajukan mobilnya dengan cepat meninggalkan komplek itu dan menuju McD drive thru.
"Ice cream coklatnya 2" memesan
"Baik tuan" langsung membungkus pesanan
"Ini tuan totalnya 56 ribu" memberikan bungkusan
"Ini" memberikan uang lalu melajukan mobilnya.
"Ini peganglah" menyerahkan dua ice cream itu
"Hey untuk apa ini aku tidak minta" bingung
"Aku memberikannya" melirik sebentar
"Haah aku tidak mood makan" memalingkan wajahnya
__ADS_1
"Yasudah nanti aku yang habiskan" melajukan mobilnya dengan cepat ke area taman.
Fiko menghentikan mobilnya didepan taman komplek perumahan ayumi.
"Silahkan" membuka mobilnya
"Kau ini untuk apa kesini" menatap sekeliling sepi hanya ada lampu disana.
"Tenanglah aku tidak akan menyentuhmu sebelum ada hitam diatas putih" ucap fiko sambil berjalan
"Maksudnya apa fiko" menarik belakang jas fiko
"Hey kita duduk disana ya" meraih tangan ayumi dan membawanya duduk bersebelahan dikursi taman itu.
"Nah kau makanlah biar merasa baikan" membukakan ice cream coklat
"Aku tidak mau" menggeleng
"Kau tau dulu saat aku kecil mamaku memberikan ice cream coklat kalau aku sedang sedih" menyodorkan ice cream nya
"Ya, cobalah dulu" menyentukan ice cream ke bibir yumi
"Fikooo" mengambil alih ice creamnya
"Apa kau merasa baikkan" menatap ayumi yang asik memakan ice cream
"Thankyou, aku sudah membaik" tersenyum.
Fiko hanya mengangguk dan mulai berbicara lagi.
"Hey yumi aku tau kau sangat ingin membahagiakan mereka tapi" terhenti
"Tapi apa fiko,sebagai anak itu sudah menjadi tanggung jawabku membahagiakan mereka" memotong pembicaraan fiko
"Kau jangan bicara tanggung jawab,tanggung jawab untuk diri sendiri saja kau gak bisa, kau jungkir balik nyenengin papa,mama dan kakamu sampai lupa nyenengin diri sendiri" fiko menggeleng heran
__ADS_1
"Lalu kenapa salah" dengan nada emosi
"Kau tau senang yang kau kasih ke mereka itu kayak cek kosong, kalau mau ngasih cek harus punya uang dulu, sama dengan nyenengin orang kalau mau bikin orang senang kau harus senang dulu, kau paham"
mencengkram bahu ayumi
"Aku sudah senang dan bahagia ko" menahan air matanya
"Kau bilang senang, bahagia yang aku lihat kau tertekan disana, aku juga tahu kau melanjutkan bisnis rumah makan orangtua mu bukan keinginanmu kan tapi desakan dari mereka" menatap ayumi
"Kau terlalu ikut campur fiko, aku bahagia sangat bahagia aku selalu menuruti kehendak mereka tapi sedikitpun aku tidak dihargai hanya kak nadin yang ada dimata papa" menitikan air matanya
"Kau ini stop sok kuat dihadapanku" meraih ayumi kepelukannya
Gadis itu menangis sejadi jadinya disana, ia merasa hanya fiko tempat ternyaman untuk mencurhkan isi hatinya selama ini.
"Hey apa kau sudah selesai" menganggakat dagu gadis itu
"Ah ya maaf kemejamu basah" melap kemeja fiko
"Tak apa, kau pakai ini kau kedinginan kan" melepas jasnya lalu menyelimuti pundak ayumi
"Makasih ko, aku rasa kita harus pulang karna aku cukup lelah" menatap fiko
"Ya aku juga berpikir begitu, masuklah kemobil ku antar" berjalan menuju mobilnya lalu membukakan pintu mobil
Lima menit kemudian mereka sampai di depan rumah ayumi, fiko ingin turun membukkan pintu namun dicegah ayumi.
"Fiko gak usah aku bisa" meraih tangan fiko
"Ah ya baiklah, jangan menangis dirumah ya" menatap ayumi yang keluar mobilnya
"Thankyou" melambai lalu masuk dengan cepat kerumah.
Astaga perasaan apa ini, tidak ayumi kau tidak boleh berdebar apa lagi suka dengan pria asing yang baru kau kenal itu. Batin ayumi
__ADS_1
Bersambung .....