
Gio yang menatap istrinya yang tertidur pulas disampingnya, mengelus lembut rambut yang berantakan diwajah skyla lalu dengan pelan pria itu menganggkat tubuh istrinya untuk keluar jett pribadi miliknya dan memasuki rumah utama.
Pak yan sudah berdiri tegap disana lalu menunduk sopan, menyambut kedatangan gio yang sibuk menggendong istinya.
"Selamat malam tuan muda" menunduk sopan
"Bereskan koper dan barang lainnya pak yan" suara tegas sambil melangkah menaiki tangga.
"Baik tuan muda" mengangguk
Dengan pelan gio membaringkan tubuh istrinya ketempat tidur lalu mengecup lembut kening istrinya . "Selamat tidur sayang" ucap gio sedikit berbisik, lalu berjalan pergi meninggalkan kamar
Sam yang dari tadi mondar mandir tidak karuan diruang kerja gio terlihat sangat kacau dengan jasnya yang kotor dengan wajah frustasinya.
Kreeettt,,....Ganggang pintu terbuka terlihat sosok gio dengan wajah merah dan tatapan tajamnya berjalan mendekati sam.
"Kau selalu bisa ku andalkan sam, kenapa kali ini kau kecolongan" mengacak rambutnya frustasi
"Maaf kan saya tuan,saya" terhenti
"Cukup sam simpan kata maaf mu, yang harus kau lakukan sekarang bantu aku menyelidiki dalangnya dan membereskan kekacauan ini" menepuk pundak sam
"Baik tuan muda, saya akan berusaha" mengangguk
"Pulanglah, kau terlihat kacau" menepuk bahu sam lalu mengambil posisi duduk di kursi kerjanya.
"Baik tuan muda, saya permisi dan akan saya kabari secepatnya" menunduk sopan lalu berjalan pergi.
Sedangkan gio hanya menggelang kesal dan memijit pelipisnya,kepalanya mulai terasa pusing memikirkan keadaan yang sekarang sedang terjadi.
***
Skyla yang tadinya tertidur pulas kini mulai memguliat dan membuka matanya pelan, ia menatap langit langit kamar terasa asing baginya.
"Hmmm kamar gio" gumannya pelan sambil bangun lalu membuka pintu kamar itu.
"Nyonya muda" pak yan menunduk memberi salam untuk majikan barunya.
"Ah pak, apa bapak melihat gio" menatap pak yan yang sibuk menegang koper mereka
"Tuan muda ada diruang kerja nyonya" menunjukan arah kepintu kamar paling pojok
__ADS_1
"Ah terimakasih pak, dan kopernya taruh saja didalam ya" tersenyum lalu menuruni tangga.
Apa aku harus membuatkan kopi hitam untuk gio, dia pasti menyukainya. Guman skyla sambil melayangkan langkah kakinya memasuki dapur.
"Nyonya apa anda membutuhkan sesuatu" seorang pelayan wanita muda berada dibelakang skyla yang kebingungan mencari tempat kopi.
"Ah ya aku mencari kopi, dimana letaknya" menatap pelayan wanita itu
"Ini nyonya kopinya, apa saya saja yang buatkan" menunduk sopan sambil menyerahkan toples kopi diatas meja.
"Ah tidak biar aku saja" tersenyum "oh ya namamu siapa kau masih muda sekali" ucap skyla
"Saya weiwei nyonya muda, iya saya baru saja lulus SMA dan membantu paman bekerja disini" menjawab sopan .
"Oh begitu, semangat ya kau harus bekerja dengan hati kalau tidak kau pasti uring uringan melakukan pekerjaanmu" mengelus pundak gadis itu.
"Nyonya, terimakasih banyak" menunduk sopan
Nyonya isabel yang sedang asik menuangkan air putih disana merasa terganggu dengan obrolan kedua gadis itu.
"Ehem sejak kapan ya pelayan bisa mengobrol dengan majikan" tukkk meletakan gelas kosong yang sudah diminum ke atas meja makan.
"Hmmm ma harus nya mama jangan begitu keras pada pelayan baru kita" menggeleng kecil sambil memegang napan yang berisi cangkir kopi gio.
"Biar ku beri tahu, kau masih belum tahu apa apa tentang aturan dirumah ini, dan satu lagi kalaupun kau sudah menjadi istri gio kau masih belum ku anggap menantuku, lebih baik kau berhenti memanggilku mama" meninggalkan skyla yang berdiri mematung disana.
Skyla menaiki anak tangga dengan pelan dan mengusap air matanya, "sabar skyla mama pasti akan menerimamu" gumannya pelan.
Kreeettt.... dengan pelan skyla membuka pintu ruang kerja gio, matanya tertuju pada pria yang tersandar dikursi kerja dengan mata terpejam.
"Hon" meletakan cangkir kopi lalu mengusap lembut rambut gio.
"Ah kau kenapa bangun" guman gio yang langsung memeluk istrinya.
"Mmm aku terbangun karna mencarimu" mencium kepala gio
"Hmm begitu kah"
"Minumlah dulu hon" mengangkat cangkir kopinya.
Dengan pelan gio menyerup kopi buatan istrinya.
__ADS_1
"Ini kopi yang luar biasa enak hehe, terimakasih ya" mencium tangan skyla
"Yes,sure hon" tersenyum lalu memilih duduk di sofa
"Kemarilah hon" melambaikan tangannya untuk gio
"Ada apa" mendekat lalu duduk disebelah gadis itu
"Tidak apa, aku hanya ingin begini" memeluk tubuh suaminya.
"Mmm gio, bagaimana keadaan perusahaan"
"Aman, aku bisa atasi" mengelus rambut skyla
"Aman dan aman kau selalu mengeluarkan kata itu untuk penenang sesaat kan" melotot
"Hmm, tidak hanya saja memang keadaannya akan aman aku pasti menemukan dalangnya" mencium rambut skyla.
"Baiklah terserah kau saja hon, apa kau mau tidur disini aku mau kembali kekamar" menarik lengan gio
"Ya, aku akan tidur setelah selesai bekerja" mengelus tangan skyla.
"Haaah terserah" mendesah keluar ruang kerja
Sedangkan gio hanya menggeleng kecil, menatap istrinya yang keluar pintu ruang kerja.
Skyla yang kesal karna ingin menghabiskan waktu tidur dengan gio, kembali kekamar lalu mengambil bantal dan selimut lalu berjalan menuju ruang kerja gio.
Kreeertt...... skyla muncul dengan bantal dan selimut disana,
"Gio,kau tidur disini saja" meletakan bantal dan selimut diatas sofa lalu berjalan pergi.
"Heeyy apa yang kau lakukan skyla" menutup laptopnya dan langsung mengejar istrinya.
"Skyla, sayang hey" masuk kedalam kamar
"Mmmm, kau berisik aku mau tidur" menutup wajahnya dengb selimut .
"Ya ya baiklah sayang aku akan tidur sekarang bersamamu" langsung naik ketempat tidur dan memeluk istrinya yang masih ngambek dari belakang sambil memejamkan matanya.
Bersambung........
__ADS_1