Yes,He is My Husband

Yes,He is My Husband
Eps.27


__ADS_3

Gio duduk dikursi kerjanya dengan setumpuk dokumen yang perlu ia periksa,ia mulai terlihat sibuk membolak balik dokumennya namun ia meras dirinya sama sakali tidak fokus, "Hah tenanglah gio kau mau ini kan ini kehidupan normalmu tanpa ada lagi cinta yang akan menyakitimu" berguman sendiri.


Tak lama terdengar ketukan pintu dari ruangannya, bu hany masuk kedalam


"Tuan ada non" terhenti


"Suruh dia cepat masuk" memotong pembicaraan dengan wajah senang


Skyla apa kau begitu khawatir jadi menemuiku disini,ya aku tau kau pasti menemuiku.


"Ba baik tuan" mengguk dan pergi


Astga tuhan kenapa tuan senang dengan adanya nona haura,ini aneh


"Hey kau,bagaimana" menatap tajam


"Boleh nona" menunduk


Dengan senang haura berlari kecil masuk ruangan gio.


"Gioooo, sayang" berdiri dihadapan gio


"Kau kenapa kau yang datang" mencari sekeliling


Kenapa bukan skyla kenapa wanita ini yang datang


"Hey sayang kau mencari siapa,aku disini aku tidak akan meninggalkanmu" meraih tangan gio


"Apa kau sudah tidak punya malu sama sekali rara, kau bahkan ingin ku hajar kemarin kenapa kau menunjukan wajahmu lagi sekarang" berjalan keluar ruangan


"Gioo tunggu pikirkan lah lagi aku sangat mencintaimu" menarik lengan gio


"Lepaskan aku,aku mau meeting" berjalan dikoridor kantor


"Aku harus apa gio asal kau kembali padaku dan melupakan wanita itu maafkan aku gio sayangku" suara mendayu dayu mencoba mencari perhatian karyawan sekitar


"Stop rara aku muak denganmu dan berhenti membuatku malu di depan karyawanku,aku mau meeting ku bilang" suara keras


"Gio aku mohon maafkan aku aku mencintaimu,gi gio"menangis tersedu sedu


"Hentikan rara,pergi dari sini" menatap tajam

__ADS_1


"Tidak aku tetap disini bahkan aku akan melakukan apapun atau berlutut asal kau kembali padaku" tiba tiba berlutut dengan tangis yang cukup kencang


Gio mengusap wajahnya frustasi melihat kelakuan wanita yang berlutut dihadapannya.


Sementara itu skyla yang mencoba mengejar lift yang hampir tertutup


"Pak tunggu,saya mau ke lantai 9" berlari kecil masuk kedalam lift


Pria paruh baya itu hanya mengangguk.


Skyla sudah naik kelantai 9 dengan tenang ia keluar dari liftnya ia berharap segera bertemu gio, tapi saat ia berjalan menuju ruangan gio terlihat pemandangan yang begitu menyakitikan untukku, ia melihat haura yang sedang berlutut menangis disana dengan gio yang berdiri mengusap wajahnya dengan kasar


Gio apa yang kau lakukan pada gadis itu. Gumannya dalam hati


"Gio" berteriak dan menatap dengan mata berkaca kaca


Gio terkejut melihat skyla sudah berada disana


"Bangun kau aku tidak ingin skyla salah paham" menarik lengan haura


"Gioo" langsung memeluk gio


Aku akan manfaatkan situasi ini agar wanita sialan itu salah paham lagi dan lagi lalu meninggalkan gioku haha


Skyla berlari cepat meninggalkan dua orang dihadapannya tadi hatinya saat ini benar benar hancur,ia tidak menyangka gio akan menyuruh seorang wanita berlutut dihadapannya lalu memeluk wanita itu,ia terus mengusap air matanya dan melajukan mobilnya dengan cepat,entah kemana ia harus pergi ia sama sekali tidak punya tujuan tiba tiba ponselnya bergetar terlihat nomor tidak dikenal memanggilnya, skyla mengacuhkan panggilan itu dan tetap fokus menangis tak lama ponselnya bergetar nomor itu memanggil lagi ia memungut ponselnya dan mengangkat telpon itu,"Sapa tau penting" gumannya


"Halo skyla,saya isabel" terdengar dingin


"Tan te" terbata bata


"Tolong temui saya sekarang direstoran melayu ujung jalan ada yang mau ku bicarakan" tegas


"Baik tante saya kesana" menahan tangisnya


Apalagi ini apa gio bercerita dengan mamanya.


Tidak lama mobil skyla sudah berada direstoran itu,dengan pelan skyla masuk dan melirik sekeliling mencari keberadan nyonya isabel, ya ia menemukan nyonya itu duduk sendiri diruang vvip.


"Permisi tante" bersalaman


"Ya duduklah" mempersilahkan

__ADS_1


"Ada apa ya tante" gugup


Aduh apa aku akan dimarahi nyonya besar ini


"Skyla saya tidak suka basa basi,kau bilang bahwa kau tidak lagi punya orang tua kan,seorang gadis tidak dibesarkan oleh orang tuanya terutama ibunya dan hanya hidup dengan kakeknya saja,saya tidak yakin kau memiliki rasa kasih sayang atau naluri keibuan karna kau tidak punya ibukan" tersenyum


"Maaf tante,tolong jangan menyangkut pautkan masalah saya dengan alm.orang tua saya,jika disuruh memilih saya juga tidak ingin bernasib begini" menunduk sedih


"Kau sadarkan kau tidak pantas untuk gio,kau tau dulu oma tidak menyetujuiku menikah dengan putranya sampai akhirnya suamiku tetap menikahiku,bertahu tahun berlalu oma tidak pernah melihatku sebagai menentunya,dan semenjak hadirnya gio oma mulai menerimaku dan memperlakukan ku seperti layaknya menantu, maka dari itu gio sangat berharga bagiku aku tidak ingin gio hancur lagi seperti dulu, aku harap kau bisa pergi dari kehidupan putraku" menatap tajam


"Aku tau tante pasti mau yang terbaik untuk gio, tante tidak perlu khawatir aku dan gio sudah berakhir" tersenyum sedih


"Oh ya satu lagi yang harus tante ingat, Suatu saat nanti saat anda sudah seumuran omaa, anda duduk bermain dengan cucu anda ditaman yang indah dengan kicauan burung yang merdu,kupu kupu berterbangan disana, semua itu ada tidak lepas dari pengorbanan seorang anak yang tidak memiliki orang tua ini, saya permisi tante" menitikan airmata lalu berjalan pergi.


Nyonya isabel hanya tertegun memandangi pundak gadis itu yang sudah menghilang di balik pintu.


***


Gio berlari cepat mengejar skyla namun saat sampai diparkiran mobil skyla sudah melaju dengan kencang,gio mengacak rambutnya frustasi dan mencoba mencari ponsel dan kunci mobilnya namun semuanya tidak ada tertinggal dimeja kerjanya,seakan tidak punya kekuatan lagi ia terduduk disana dengan wajah frustasi,ia merasa lelah dengan apa yang dihadapi saat ini,ia merasa takut kembali merasakan sakit hati lagi kalau nanti skyla meninggalkannya tapi disisi lain ia sadar kalau sekarang ia lah yang meninggalkan gadis itu.


***


Didalam perjalanan pulang dari restoran tadi tanpa berpikir panjang skyla langsung memesan tiket pesawat penerbangan siang ini,ia berpikir hanya ingin lari dari rasa sakit hatinya pikirannya harus ia tenangkan,dan pelan pelan melupakan gio.


Sklya buru buru masuk ke apartementnya dengan air mata yang masih berlinang ia dengan cepat mengeluarkan kopernya dan memasukan baju bajunya kesana,selesai packing ia buru buru meninggalkan apartementnya dan menuju bandara.


Skyla sudah masuk kedalam pesawat ia menyenderkan kepalanya dikursi pesawat itu pelan pelan ia mencoba memejamkan matanya,rasa sesak dihatinya masih sangat terasa.


"Gio bagaimana caranya agar aku bisa melupakanmu" gumannya pelan dengan air mata yang membasahi dipipinya.


Sementara itu gio yang berlari cepat lalu mengetuk keras pintu apartement skyla,pikirannya kacau ia hanya ingin bertemu dan meminta maaf pada gadis itu, namun lama sekali ia berteriak dan mengetuk pintu disana tidak tetlihat siapapun yang membuka.


"Tuan muda bangunlah" mengulurkan tangan untuk gio yang terduduk lesu didepan pintu apartement skyla.


"Aku harus apa sam,dia benar benar meninggalkan ku,aku merasa sakit sekali" meraih tangan sam dan berdiri


"Tuan tenangkan diri anda,mungkin nona lagi tidak mau di ganggu" menunduk sopan


"Ya kau benar sam,akan ku berikan waktu sendiri dulu untuknya" berjalan pergi


Sam mengikuti tuannya yang berjalan lesu dengan wajah frustasinya.

__ADS_1


Tuan aku harap kau bisa bersama nona skyla lagi,aku tidak ingin melihatmu hancur untuk kedua kalinya. Batin sam


Bersambung.....


__ADS_2