(Bukan) Perebut

(Bukan) Perebut
Terpaksa


__ADS_3

Setelah melakukan perjalanan hampir satu jam, akhirnya Danu dan juga Azalia telah sampai di kediaman baru mereka. dan dengan segera, pasangan pengantin baru itu masuk ke dalam rumah setelah memarkirkan mobilnya di tempat yang aman.


"udah nggak usah sedih terus. sekarang kamu mandi terus bersih-bersih. aku mau telepon sebentar."ucap Danu serayam mengusap kepala istrinya dengan penuh kasih sayang.


Azalia yang mendengar itu, hanya mengaggukan kepala dan langsung melangkahkan kakinya dengan gontai. karena jujur saja, wanita itu masih belum terbiasa berjauhan dengan ibunya.


"kamu harus sabar Azalia, nanti setelah beberapa saat, pasti juga akan terbiasa."ucap Azalia dengan beberapa kali menghirup udara sebanyak mungkin. dan sesaat setelahnya menghembuskannya secara perlahan.


Setelah selesai mengatur suasana hatinya agar kembali dengan baik, Azalia segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.


Karena memang, wanita itu sebentar lagi akan mengajak keluar oleh sang suami untuk menyurvei tempat usaha yang akan ia jalani nantinya.


Tak membutuhkan waktu lama, Azalia telah siap dengan penampilan sederhananya. wanita itu hanya menggunakan rok sebatas lutut, dan juga kaos polos berwarna senada. ditambah dengan aksesoris, yang membuatnya terlihat seperti anak ABG.


"perfect."gumam wanita itu pada dirinya sendiri.


Dengan segera, Azalia melangkahkan kakinya untuk menghampiri sang suami yang terlihat tengah berbincang-bincang dengan seseorang di teleponnya.


****


Sementara itu,


"Maaf Bu aku itu nggak bisa, aku banyak sekali pekerjaan di sini."ucap Danu mencoba untuk menolak permintaan dari ibunya itu.


"berani ya kamu menolak permintaan ibu? apa kamu sudah merasa jagoan? dengan kamu menolak permintaan dari orang yang telah melahirkanmu?"terlihat di seberang sana, Megan Terdengar sangat marah karena putranya itu mengingkari janji.


Danu yang mendengar itu seketika, menghela nafas panjang. sungguh laki-laki itu sebenarnya merasa sangat muak karena harus diperalat seperti ini. akan tetapi mau bagaimana lagi, Dirinya tidak bisa berbuat apa-apa untuk saat ini.


Akhirnya dengan sangat terpaksa, laki-laki tampan itu mengagumi permintaan dari wanita yang telah melahirkannya itu.


"baiklah kalau begitu, besok pagi aku akan menyempatkan waktu untuk datang ke sana. tapi, aku tidak janji untuk berlama-lama di sana. karena pekerjaanku, saat ini benar-benar sudah menumpuk."ucap Danu terpaksa berbohong kepada orang tuanya itu.


"oke kalau gitu Ibu tunggu ya, assalamualaikum."ucap wanita paruh baya itu Seraya menutup panggilan teleponnya.

__ADS_1


Danu yang mendengarnya, hanya menjawab salam dari dalam hati. karena laki-laki itu, benar-benar merasa kesel karena harus selalu dikekang dan juga dipaksa oleh wanita paruh baya itu.


"siapa yang telepon?"tanya Azalia yang saat ini telah berdiri di belakang Danu. sontak saja laki-laki itu menoleh ke arah sumber suara.


"sejak kapan kamu ada di sini?"bukannya menjawab pertanyaan dari sang istri, Danu malah balik bertanya menatap istrinya dari atas sampai bawah.


"kamu cantik sekali."pujinya tulus dari dalam hati.


"makasih siapa tadi yang telepon?"Azalia masih mengulang pertanyaan yang sama.


"oh tadi Ibu."ucapnya dengan wajah yang telah berubah menjadi murung.


"kok wajahnya murung seperti itu?"tanya Azalia mencoba untuk berbasa-basi. Padahal, Wanita itu telah mendengar percakapan mereka. karena memang menggunakan pengeras suara.


"Ibu menyuruh aku untuk pulang besok."ucap Danu Seraya menghela nafas panjang.


"lalu?"tanya Azalia.


"aku terpaksa harus ke sana. karena ibuku, selalu akan mengancam dan mengungkit jasa apa yang telah ia lakukan selama hidupku."ucap Danu Seraya mengusap wajahnya kasar.


"Ya sudah kalau begitu, kamu turuti saja permintaan ibumu."ucap Azalia tersenyum kecil.


"kamu tidak apa-apa?"tanya Danu menatap dalam ke arah istrinya.


Sebenarnya, Azalia juga merasa sangat keberatan dengan keputusan yang ia ambil sendiri itu. akan tetapi, dirinya tidak akan pernah mungkin membiarkan seorang anak jauh dari kedua orang tuanya. apalagi alasannya untuk jauh, hanya untuk wanita sepertinya.


"aku tidak apa-apa Mas, lebih baik kita segera pergi ke tempat penyurveian itu. kebetulan, aku juga sedang merasa lapar."ucap Azalia mengulum senyum.


Danu yang mendengarnya, seketika tersenyum tipis. kemudian menggenggam tangan istrinya itu dengan erat. kemudian mereka segera pergi meninggalkan rumahnya itu.


****


Sementara itu di tempat lain, terlihat Megan tengah tersenyum bahagia. karena sebentar lagi, tujuan hidupnya akan terkabul.

__ADS_1


"akhirnya dia luluh juga. aku harus menghubungi Keyla sekarang."ucap wanita paruh baya itu Seraya tersenyum penuh kemenangan.


"halo Kayla, a Ibu da kabar baik untukmu."ucap wanita paruh baya itu dengan semangat.


"oh ya memangnya ada apa Bu?"tanya Keyla dengan suara antusias.


"besok kamu datang ke sini ya,"ucap wanita paruh baya itu pada calon menantunya.


"besok aku akan datang ke sana."ucap Kayla dengan suara yang sangat lembut. Hal itu membuat Megan merasa sangat bahagia. karena akan mendapatkan menantu lemah lembut seperti Keyla itu.


Apalagi gadis itu, asal dari keluarga yang cukup terpandang. sehingga mereka akan menjadi keluarga yang sangat bahagia nantinya.


" Ok kalau begitu Ibu tunggu ya kehadiranmu,"ucap Megan dengan suara antusias.


Setelah mengatakan hal itu, wanita paruh baya itu kembali masuk ke dalam kamarnya. dengan senyuman yang sangat bahagia. karena sebentar lagi, semuanya akan menjadi sesuai dengan rencananya.


****


"kamu nggak apa-apa kalau aku tinggal besok?"tanya Danu menatap ke arah istrinya itu.


Azalia yang mendengarnya, seketika menggelengkan kepala dengan mantap ke arah sang suami dengan tatapan penuh cinta.


"aku tidak apa-apa Mas, lagi pula kamu bertemu dengan keluargamu, kan?"tanya Azalia pada sang suami.


Danu yang mendengar itu seketika menganggukkan kepala."kamu mau di bawain apa nanti kalau aku pulang ke sini?"tanya Danu menatap ke arah sang istri.


"emm kayaknya brownies kacang almond enak deh."ucap wanita itu Seraya tersenyum tipis.


"oke kalau begitu besok akan aku bawakan."ucapnya dengan tegas.


"kamu nggak nginep?"tanya Azalia menatap ke arah suaminya itu. walaupun wanita itu tahu bahwa Danu mengatakan kepada kedua orang tuanya bahwa dirinya tengah berada di luar kota.


Namun hasilnya tetap ingin membuat suaminya itu berbakti kepada kedua orang tuanya.

__ADS_1


"tidak usah aku langsung pulang saja besok."ucap laki-laki itu Seraya menusuk kepala istrinya dengan penuh kasih sayang.


Azalia yang mendengar itu hanya menganggukkan kepala Seraya tersenyum tipis.


__ADS_2