
Beberapa hari pun berlalu hubungan antara Megan dan juga Azalia, semakin lama semakin membaik. wanita paruh baya itu telah mengaku bersalah kepada Azalia tentang kejadian beberapa waktu yang lalu begitupun juga, dengan Bhaskara. laki-laki itu juga telah meminta maaf kepada Azalia dengan tulus. Dan semuanya telah berdamai.
Membuat Azalia dan juga Kintania yang memang berada di sana, merasa sangat bahagia. mereka berdua sangat bersyukur akhirnya semuanya dapat terbuka dan menjadi sebuah keluarga yang hangat seperti ini.
Mereka saat ini tengah berada di rumah pribadi milik Danu sendiri. Megan dan juga Bhaskara sengaja datang ke rumah itu untuk melihat hunian yang ditempati oleh menantu dan juga putranya. apakah nyaman, atau tidak? karena jika tidak nyaman, maka Megan akan mencarikan rumah yang lebih layak dari itu.
"sudah Bu, aku sudah merasa bahagia tinggal di sini."ucap Azalia Seraya tersenyum tipis.
" tapi, rumah ini terlalu kecil untuk kalian."ucap Megan Seraya menatap ke sekeliling bangunan itu.
"kami semua nyaman tinggal di sini."ucap Azalia Seraya tersenyum kecil dan menatap ke arah Ibu mertuanya itu dengan perasaan bahagia.
"lalu Kintania ini tinggal di mana?"tanya Megan menatap ke arah wanita yang menjadi besannya itu.
"saya tinggal di kota sebelah nyonya," ucap wanita itu Seraya tersenyum simpul.
__ADS_1
"kenapa masih memanggilku dengan sebutan nyonya? bukankah aku sudah menjadi bagian dari keluargamu?"tanya Megan dengan raut wajah garang.
Membuat Kintania yang melihat itu seketika menundukkan kepalanya. karena merasa takut dengan kemarahan mantan majikannya itu.
"maafkan saya Nyonya eh mbak."ucap wanita itu dengan raut wajah kebingungan. bingung dengan panggilan yang harus ia sematkan untuk wanita yang ada di hadapannya saat ini.
"panggil nama saja. kalau masih tidak enak, kasihkan kucing saja."ucap Megan Seraya mencebikkan bibirnya. membuat semua orang yang ada di sana seketika tertawa bersamaan.
Sungguh Kintania dan juga Azalia tidak menyangka akan mendapatkan kehangatan sebuah keluarga seperti itu.
"tentu saja, Bunda merasa bahagia. karena kamu anak semata wayang Bunda, yang menciptakan kebahagiaan ini."Kintania berkata Seraya menarik tubuh mungil putrinya untuk di dekap.
Membuat Megan yang melihat itu, merasa sangat bersalah karena dulu sempat berpikiran buruk terhadap dua orang itu.
Namun sekarang, wanita paruh baya itu sudah sadar sepenuhnya bahwa apa yang ia lakukan itu sangatlah tidak baik dan merugikan semua orang.
__ADS_1
"apa kita tidak ingin jalan-jalan?"tiba-tiba saja Kenzo berkata seperti itu. membuat semua orang yang ada di sana, seketika menoleh ke arah sumber suara.
"memangnya cucu Kakek ini mau ke mana?"tanya Bhaskara Seraya menggendong tubuh mungil bocah laki-laki itu.
"kita ke kebun binatang."ucapnya dengan ekspresi wajah polos.
"berangkat!"seru semua orang dengan semangat. membuat Azalia dan juga Kintania yang melihat itu, seketika tersenyum manis. sungguh, saat ini, mereka sangat bahagia melihat kehangatan sebuah keluarga itu.
****
"yeeee ada gajah, ada harimau, ada badak!"teriak bocah kecil itu dengan suara yang sangat lantang. dan juga sesekali, bocah laki-laki itu melompat-lompat kecil. karena merasa sangat senang dengan pemandangan yang ada di hadapannya saat ini.
Tanpa mereka sadari, ada seseorang yang mengawasi gerak-gerik mereka dari jauh. dan setelah mengambil gambar beberapa kali, orang itu segera pergi meninggalkan tempat itu.
Nb : yuk mampir ke cerita teman aku ini, dijamin kalian nggak akan pernah nyesel. karena ceritanya begitu spektakuler.
__ADS_1