(Bukan) Perebut

(Bukan) Perebut
Masih Seperti Mimpi


__ADS_3

Beberapa hari kemudian,...


kondisi Kenzo semakin lama semakin membaik. begitupun juga, dengan kondisi Azalia. Tentu saja itu membuat semua orang yang ada di sana benar-benar merasa sangat bahagia. dan hari ini, rencananya Kenzo akan masuk ke sekolah seperti biasa. dan untuk pertama kalinya, bocah kecil itu diantarkan oleh dua orang tua yang lengkap. tentu saja hal itu membuat bocah kecil yang baru berusia 4 tahun itu, merasa bahagia. bahkan di sepanjang perjalanan, Kenzo tak henti-hentinya mengatakan bahwa semua ini masih seperti mimpi.


Tentu saja hal itu membuat Azalia yang mendengarnya, merasa sangat senang dan juga terharu di waktu yang bersamaan.


"sungguh aku masih merasa seperti mimpi bisa bersanding denganmu lagi."Azalia seketika menoleh saat mendengarkan suara dari laki-laki yang berstatus sebagai suaminya itu.


"aku juga merasa sangat bahagia."balas wanita itu dengan senyuman kecil. tak membutuhkan waktu lama, mobil yang ditumpangi oleh Azalia dan yang lain telah sampai di depan gerbang sekolah milik Kenzo.


Dengan segera, bertiga turun dari mobil itu. melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam bangunan itu. namun langkah mereka terhenti, saat mendengar seseorang memanggilnya dari arah belakang.


"ini sekolah Kenzo?"tanya Megan yang baru saja tiba di depan putra dan menantunya itu.


sementara Azalia dan juga Danu yang mendengarnya, seketika hanya saling pandang, dan kemudian, menganggukkan kepala secara bersamaan.


"Ibu tahu dari mana kalau kita di sini?"tanya Danu.

__ADS_1


"ibu sama ayahmu memang sengaja untuk membuntuti kalian. awalnya, kami ingin ke rumah kalian untuk bermain-main dengan bocah kecil ini. tapi kata asisten rumah tangga kalian, Kenzo sudah masuk sekolah seperti biasa. akhirnya, kami memutuskan untuk minta alamat sekolah Kenzo pada asisten rumah tangga kalian."ucap megang Seraya tersenyum simpul dan mengusap kepala cucunya itu dengan penuh kasih sayang.


Danu yang mendengar itu hanya menganggukkan kepala."Ya sudah kalau begitu. aku sama Azalia akan mengantarkan Kenzo ke kelas dulu. Setelah itu, kita baru mampir ke kedai lumpia milik Azalia."setelah mengatakan hal itu, Danu dan juga Azalia segera mengantarkan Kenzo ke dalam kelasnya.


"hati-hati di sana ya Sayang belajar yang rajin. buat Mami sama Papi bangga sama kamu."ucap Azalia Seraya mengulurkan tangan dan mengusap kepala bocah kecil itu dengan penuh kasih sayang.


"oke Mami. kalau begitu Kenzo masuk kelas dulu! dadah!"bocah kecil itu segera melambaikan tangan pada kedua orang tuanya sebelum masuk ke dalam kelas.


Danu segera menggenggam tangan sang istri saat mereka berdua kembali dan menghampiri kedua orang tuanya yang masih menunggu di depan gerbang sekolah Kenzo.


****


Sesampainya di sana, mereka segera disambut oleh Kintania yang memang sudah kembali aktif di kedai itu.


"kedatangan tamu nih ayo silakan masuk!"seru Kintania saat melihat besanya datang bersama dengan putri dan juga menontonnya.


Mereka semua segera masuk ke dalam tempat itu. dan dengan segera, Azalia mulai sibuk untuk melayani para pengunjungnya semakin lama semakin membludak itu.

__ADS_1


"ayah ibu aku tinggal dulu ya. sepertinya di dalam sedang kekurangan pegawai. kalian tidak apa-apa kan kalau aku membantu mereka?"tanya Azalia dengan hati-hati.


Megan dan juga Bhaskara yang mendengar itu, seketika menganggukkan kepala Seraya tersenyum tipis."tidak apa-apa layani mereka dengan baik. kami akan menunggu di sini."ucap Megan dengan lembut.


Azalia yang mendengar itu, hanya menganggukkan kepala. dengan segera masuk ke dalam kedai menyusul sang ibu yang sudah terlebih dahulu disibukkan oleh aktivitas di dalam tanah.


"loh kok kamu di sini kenapa nggak menemani mereka saja?"tanya Kintania saat mendapati Sang Putri yang berada tepat di sampingnya.


"aku ingin membantu Bunda. lagi pula kedai terlihat sangat ramai. aku tidak mau sampai Bunda kelelahan gara-gara melayaninya sendiri."wanita itu Seraya tersenyum simpul.


Membuat Kintania yang mendengar itu, seketika tersenyum lembut."Ya sudah kalau begitu kita selesaikan sekarang. supaya kamu bisa istirahat dan menemani mereka kembali."ujarnya Seraya tersenyum simpul.


Mereka berdua kembali disibukkan dengan aktivitas masing-masing. kedai memang terlihat sangat ramai. Namun demikian, Azalia dan juga Kintania merasa sangat bahagia karena melihat antusias dari para masyarakat terhadap makanan yang mereka jual.


"apakah kamu bahagia?"tanya Kintania secara tiba-tiba. saat mereka sudah mulai sedikit lenggang.


"sangat! bahkan ini, terlihat seperti mimpi!"ucapnya dengan tersenyum simpul

__ADS_1


__ADS_2