(Bukan) Perebut

(Bukan) Perebut
Terpaksa Menuruti


__ADS_3

Saat ini Danu dan juga Keyla, berada di ruang keluarga. dengan Thalia, yang tersembunyi di balik punggung sang ayah. anak gadis kecil itu merasa sangat ketakutan dengan wanita yang ada di hadapan mereka saat ini.


"jadi bagaimana? apakah kamu masih ingin bersama dengan wanita itu? Jika kamu ingin bersama wanita itu, maka kamu akan tahu sendiri akibatnya."ucap wanita itu penuh dengan ancaman.


Danu yang mendengar itu, seketika melayangkan tatapan tajam ke arah wanita itu. namun tak berselang lama, laki-laki itu membuang nafas kasar.


"apa yang kau inginkan?"tanya Danu dengan raut wajah datar.


"ceraikan wanita itu sekarang juga!"ucapnya dengan suara penuh penekanan.


Danu dengan segera seketika menggelengkan kepalanya."sampai kapanpun juga, aku tidak akan pernah melakukan hal itu."ucap laki-laki itu penuh dengan penekanan.


Membuat Keyla yang mendengarnya seketika tersenyum penuh arti."oke jika kamu nggak mau melakukan hal itu. aku dan Thalia akan pergi dari sini. dan kamu tahu kan apa yang akan terjadi selanjutnya?"tanya wanita itu dengan menaik turunkan alisnya.


Membuat Danu yang mendengar itu, seketika membulatkan kedua matanya."Kau ini jangan gila ya!"bentak laki-laki itu tanpa sadar. hingga membuat Thalia, seketika menundukkan kepala karena merasa ketakutan dengan suara keras dari kedua orang tuanya itu.

__ADS_1


"Ya sudah kalau kamu tidak ingin kita pergi dari sini. kamu Segera melakukan apa yang aku perintahkan."setelah mengatakan hal itu, wanita manja itu segera pergi dari sana. meninggalkan Danu dengan kebimbangannya.


"apa yang harus aku lakukan?"tanya Danu pada dirinya sendiri. dengan raut wajah yang sangat frustasi. sementara Thalia, gadis kecil itu menatap bingung melihat raut wajah ayahnya.


"Papa baik-baik saja?"Tanya bocah kecil itu Seraya menyentuh pipi Danu. membuat laki-laki itu, seketika tersadar.


"euuum. Papa baik-baik saja sayang. sekarang kita masuk ke dalam kamar ya. kamu harus istirahat."ucap laki-laki itu penuh dengan kelembutan.


****


"aku di kamar Mami!"sahut bocah kecil itu. membuat Azalia yang mendengarnya, seketika tersenyum tipis.


Saat wanita itu hendak menghampiri putranya, tiba-tiba saja langkahnya terhenti. saat tiba-tiba, perasaannya menjadi tidak enak."kenapa hatiku seperti ini? semoga tidak ada apa-apa"ucap wanita itu, Seraya menggilingkan kepala.


"kamu sedang apa sayang?"tanya Azalia Seraya mengusap kepala putranya itu dengan penuh kasih sayang.

__ADS_1


"Kenzo sedang menggambar keluarga yang lengkap."ucap bocah laki-laki itu raya mengangkat gambarnya memperlihatkan kepada ibunya.


Hati Azalia seketika mencleos saat melihat pemandangan itu. Apakah putranya menginginkan sosok keluarga yang lengkap? tapi bagaimana mungkin, sedangkan ayahnya saat ini sudah berkeluarga.


****


"kamu kenapa sayang? tanya Kintania saat melihat putrinya, tengah melamun di teras rumahnya.


" Kenzo baru saja mengutarakan isi hatinya. bahwa dia, menginginkan sosok keluarga yang lengkap. apakah aku harus menurutinya Bun? dengan siapa aku harus menuruti permintaan anak itu? sedangkan Mas Danu, sudah memiliki keluarga yang lain?"tanya wanita itu dengan rasa yang berkecamuk dalam dada.


Sementara Kintania, wanita itu hanya terdiam. karena tidak tahu harus berbuat apa. karena ini melibatkan hati seorang wanita. yang mana, hati seorang wanita itu akan sulit ditaklukan.


nb: yuk mampir yuk dijamin nggak akan nyesel jika kalian mampir di cerita ini.


__ADS_1


__ADS_2