
Setelah puas bermain-main dengan binatang-binatang itu, Danu dan keluarganya memutuskan untuk segera pulang karena mereka semua sudah lelah dengan aktivitas bermainnya itu.
"kita langsung pulang?"tanya Megan yang membuat semua orang yang mendengarnya, ketika menoleh ke arah sumber suara.
"iya Bu memangnya Ibu mau ke mana?"tanya Danu menatap ke arah wanita paruh baya itu.
"sebenarnya Ibu sih ingin makan soto di pinggir jalan itu. karena sepertinya, makanan itu enak."ucap Megan Seraya menatap lurus ke depan dengan tatapan berbinar. membayangkan betapa lezatnya makanan itu.
"Ya sudah kalau begitu kita pergi ke sana. lagi pula, aku juga lapar."ucap Danu Seraya melangkahkan kakinya untuk menuju ke arah mobil.
Mereka semua, segera masuk ke dalam mobil masing-masing. karena kebetulan Bhaskara dan juga Danu memakai mobil sendiri-sendiri. sehingga mereka berjalan dengan saling membuntuti satu sama lain.
Tak membutuhkan waktu lama, mobil yang dikendarai oleh kedua laki-laki itu telah sampai di sebuah warung soto yang terkenal sangat enak di kota itu. dengan sedikit berbinar, dan juga terburu-buru Mega n keluar dari dalam mobil. hal itu tentu saja membuat orang yang melihatnya, menggilingkan kepalanya Seraya tersenyum kecil ke arah wanita paruh baya itu.
"dasar Ibu seperti anak kecil saja."gumam Danu Seraya terkekeh pelan.
Sementara Azalia yang mendengar itu, hanya menggelengkan kepala Seraya tersenyum kecil. mereka segera masuk ke dalam warung itu dan memesan makanan yang menjadi menu utama di rumah makan itu.
"bagaimana rasanya?"tanya Megan pada semua orang saat mereka semua telah sibuk menyantap makanan itu.
"enak sekali!"jawab mereka semua hampir bersamaan. membuat Megan yang mendengarnya seketika tersenyum kecil.
"kan sudah Ibu bilang, makanan ini tuh sangat enak sekali. kalian nggak akan pernah nyesel jika makan di sini."ucap wanita paruh baya itu Seraya tersenyum kecil. Seraya tangannya, mengusap kepala sang cucu dengan perasaan penuh kasih sayang.
Membuat Azalia yang melihat itu, seketika menitihkan air mata keharuan. dirinya tidak menyangka, keluarga suaminya yang dari awal sangat menentang pernikahan mereka, sekarang menjadi orang yang paling menyayangi. terutama pada Kenzo. Azalia tak henti-hentinya merasa sangat bersyukur dengan semua yang terjadi dalam hidupnya saat ini.
__ADS_1
"Kau kenapa menangis?"tanya Dani saat melihat istrinya menitikan air mata.
"aku benar-benar merasa terharu. ternyata apa yang aku impikan selama ini, telah menjadi kenyataan. dulu aku berpikir, bahwa impianku itu adalah angan-angan semata dan tidak bisa untuk digapai. tapi sekarang, semua terlihat nyata di mataku."ucap wanita cantik itu dengan air mata yang mengalir deras.
Danu dengan segera memeluk tubuh istrinya itu dengan sangat erat. dan mendaratkan beberapa kali kecupan di kepala wanita itu.
" istri kamu kenapa menangis?"tanya Megan dengan ekspresi wajah terkejut dan langsung menghampiri menantunya itu.
Danu yang melihat itu seketika menyingkir saat sang ibu menghampiri wanita yang sangat ia sayangi. sungguh, laki-laki itu juga tidak menyangka jika semua keadaan ini bisa cepat berubah.
"aku juga sangat bahagia."gumam laki-laki itu Seraya menundukkan kepala. karena secara diam-diam, laki-laki tampan itu mengusap air matanya yang mengalir karena merasa sangat terharu dengan pemandangan ini.
"kamu kenapa sayang?"tanya Megan dengan raut wajah khawatir. wanita itu, langsung memeluk tubuh Azalia dengan sangat erat.
"huh Ibu kira kamu kenapa."ucap wanita paruh baya itu Seraya berdiri dari tempat duduknya. karena semua orang telah selesai dengan aktivitas makannya masing-masing.
Mereka segera keluar dari tempat makan itu dengan saling bercanda tawa satu sama lain. Tanpa mereka sadari, Kenzo bocah laki-laki itu terlepas dari genggaman tangan ibunya dan berjalan seorang diri. dan tiba-tiba saja,...
duarrr
brakkk
Tubuh mungil bocah laki-laki itu seketika terkapar di jalan. saat sebuah kendaraan dengan sengaja menabrak tubuh mungil Kenzo. hingga membuat bocah itu seketika tersungkur di jalan.
"Kenzo!"semua orang seketika berteriak dengan lantang dan langsung berlari menghampiri bocah laki-laki itu.
__ADS_1
Azalia dengan segera menangis meraung dan langsung memeluk tubuh putranya itu dengan sangat erat.
"sayang, Mama mohon bangun!"ucap Azalia Seraya menepuk-nepuk pipi dari bocah laki-laki itu.
Danu yang baru tersadar dari keterkejutannya itu, dengan segera langsung memeluk dan menggendong tubuh putranya itu untuk masuk ke dalam mobil. sementara orang yang menabrak bocah laki-laki itu, sudah pergi menjauh.
***
"bagaimana apakah semuanya sudah beres?"tanya seorang saat mengangkat teleponnya.
"dia sudah celaka Bos!"ucap orang itu dari seberang sana.
"Bagus kalau begitu lanjutkan. pantau mereka. dan pastikan mereka semua membayar apa yang mereka lakukan pada putriku."ucap orang itu Seraya menutup panggilan teleponnya.
Setelahnya, orang itu segera masuk ke dalam mobil yang memang terparkir tidak jauh dari tempatnya berdiri."kau harus membayar semuanya."setelah mengatakan hal itu, orang itu segera melajukan kendaraannya untuk meninggalkan tempat itu.
****
Sementara itu di rumah sakit, Azalia masih menangis sesenggukan. dan terkadang, wanita itu akan meraung menjerit di dalam dekapan sang suami. dirinya sama sekali tidak menyangka, bahwa kebahagiaan yang sempat dirinya rasakan itu, ternyata hanya bersifat sementara. Karena sekarang, dirinya kembali merasakan kesusahan. bahkan kesusahan itu, lebih dari yang sebelumnya.
Melihat anak semata wayangnya itu terluka, membuat Azalia merasa sangat terguncang. tidak ada seorang ibu yang ingin melihat anaknya celaka ataupun terbaring sakit seperti itu. dan jika bisa memilih, maka Azalia ingin sekali menggantikan posisi bocah kecil itu.
"maafkan Mami sayang. Mami sangat tidak berguna menjadi seorang ibu."ucap wanita cantik itu Seraya merutuki dirinya sendiri.
"sudah kamu tidak boleh bicara seperti itu. kita berdoa saja semoga Kenzo, akan baik-baik saja."ucap Danu mencoba untuk menenangkan sang istri.
__ADS_1