
Beberapa hari setelah Danu melihat wanita yang sangat ia cintai itu, perlahan-lahan pengaruh obat yang diberikan oleh Kayla mulai memudar.
Tentu saja hal itu disertai dengan sikap laki-laki itu yang semakin lama semakin dingin terhadap wanita manja itu. membuat Keyla yang melihatnya, merasa sakit kebingungan.
"kenapa dengan sikap Kak Danu?"tanya Keyla pada dirinya sendiri. sepertinya wanita manja itu masih merasa sangat kebingungan dengan perubahan dari laki-laki yang sangat ia obsesikan itu.
"apa jangan-jangan....."Keyla segera menggelengkan kepalanya."tidak mungkin tidak mungkin mereka bertemu."sergah wanita manja itu pada dirinya sendiri.
Karena Keyla ingat betul, jika peneliti itu mengatakan bahwa pengaruh obat itu akan hilang, saat laki-laki itu Bertemu dengan wanita yang ia cintai nantinya.
"aku harus memastikan semuanya."ucap wanita manja itu Seraya beranjak dari tempat duduknya.
***
Sementara dan, terus saja memikirkan beberapa kejadian yang ia alami dengan sesekali tersenyum tipis.
"Akhirnya aku bisa menemukanmu sayang. takkan pernah aku biarkan, kamu meninggalkanku lagi."setelah mengatakan hal itu, laki-laki tampan itu segera beranjak dari tempat duduknya.
Setelah membersihkan dirinya, Danu memutuskan untuk segera keluar dari rumah itu. entah mengapa, laki-laki itu merasa seperti tersadar dari sesuatu. Entahlah, Danu juga tidak mengerti dengan apa yang terjadi sekarang.
"kenapa dengan hatiku ini? kenapa aku merasa seperti merasa menemukan sesuatu hal yang hilang? apa yang sebenarnya terjadi terhadap tubuhku?"tanya laki-laki itu pada dirinya sendiri. saat Dirinya, telah berada di dalam mobil.
****
Sementara itu di lain tempat, terlihat Azalia tengah memandang bangunan itu dengan mata yang berbinar.
__ADS_1
"akhirnya impianku tercapai juga."ucap wanita itu Seraya menitihkan air mata. sungguh wanita itu merasa sangat terharu karena bisa mewujudkan impiannya sejak kecil. yaitu ingin memiliki usaha sendiri. walaupun dengan bangunan sederhana.
"apa kamu bahagia sayang?"tanya Kintania yang menghampiri Putri semata wayang yaitu dengan menggendong sangat lucu.
Azalia yang mendengar itu, seketika menoleh ke arah sumber suara. dan tak lama berselang, tersenyum manis. kemudian memeluk tubuh ibunya itu dengan tangisan bahagia.
"aku sangat bahagia Bun."ucapnya di sela-sela isak tangis. Kintania yang melihat itu, juga ikut menitikan air mata. karena merasa sangat kasihan dengan apa yang dialami oleh putrinya itu.
"Bunda bangga. kamu bisa melewati semuanya dengan tenang."ucap wanita paruh baya itu Seraya mengusap punggung dengan lembut.
Setelah mereka sama-sama menguasai dirinya masing-masing, Azalia segera melakukan opening terhadap tempat usahanya itu. dan seperti sebuah magic, tempat itu seketika ramai dengan pengunjung.
Karena ternyata, Azalia tidak hanya menyediakan lumpia dengan berbagai varian rasa. melainkan juga menyediakan minuman boba yang sangat terkenal itu.
"aku nggak menyangka pun kalau kita bisa mendapatkan pelanggan yang sangat banyak seperti ini."ucap Azalia Seraya tersenyum tipis.
Sementara Kenzo bocah kecil itu hanya terdiam di sudut ruangan dengan mainan yang melimpah ruah di sana. karena memang, Kenzo akan menjadi rewel jika berada di tempat baru yang menurutnya asing. dan untuk mengatasi semua itu, Azalia harus memutar otak dan membawa beberapa mainan itu.
"lihatlah putramu itu. Dia sangat bahagia."ucap Kintania Seraya menunjuk ke arah cucunya yang tengah asik bermain seorang diri itu.
Azalia yang mendengar itu, hanya menganggukkan kepala Seraya tersenyum tipis. ada rasa nyeri yang menyeruak di dalam dadanya. saat menyadari bahwa putranya, belum pernah mendapatkan kasih sayang dari seorang ayah sejak bocah itu lahir.
Tanpa terasa, air mata wanita itu mengalir deras. hingga membuat Kintania yang awalnya tersenyum Seraya memandang ke arah pengunjung yang semakin lama semakin ramai, seketika merasa terkejut saat melihat rawat wajah dari putrinya itu.
"kamu kenapa sayang?"tanya wanita paruh baya itu dengan raut wajah khawatir.
__ADS_1
Azalia yang mendengar itu, hanya menggelengkan kepala."aku hanya merasa kasihan. seharusnya putraku mendapatkan kasih sayang yang utuh. tapi ternyata takdir berkehendak lain."ucapnya Seraya menundukkan kepala.
"itu tidak akan pernah terjadi jika kamu tidak meninggalkanku."seketika itu pula, Azalia dan juga Kintania menoleh ke arah sumber suara saat mendapati seseorang berbicara seperti itu di belakang tubuh mereka.
deg
Jantung Azalia seketika ingin loncat dari tempatnya. saat wanita cantik itu, mendapati orang yang sangat ia hindari berada di hadapannya saat ini.
"ka... kamu mau apa?"tanya Azalia dengan suara gemetar dan terbata-bata. tak membutuhkan waktu lama, wanita itu seketika berlari untuk menghindari laki-laki itu.
Sementara Danu, laki-laki itu tidak memberikan kesempatan kepada istrinya untuk melarikan diri. ya Azalia masih menjadi istri dari Danu. karena sampai saat ini, laki-laki tampan itu belum merasa mentalak wanita itu.
"aku mohon tunggu aku."ucap Danu Seraya mencoba untuk meraih tangan wanita itu. namun semakin lama, Azalia semakin menghindar. dan setelah beberapa saat, wanita itu berhasil lolos dari kejaran Danu.
Setelah sampai ke ruangan itu, Azalia segera merosotkan tubuhnya di balik pintu. tak lupa wanita itu menelungkupkan wajahnya di antara kaki jenjangnya itu.
"hiks hiks kenapa aku malah bertemu dengan dia? kenapa semesta alam sepertinya ingin melihat aku dengannya? apa maksud semua ini?"tanya Azalia entah pada siapa.
Sementara Danu yang kehilangan jejak Azalia, segera mengusap wajahnya dengan kasar. karena saat dirinya mengejar istrinya itu, tidak sengaja laki-laki itu menabrak seseorang hingga membuat makanannya tumpah. Jadilah, laki-laki itu harus membantu untuk membersihkan semuanya.
"aaakkkhhhh! sial!"teriak laki-laki itu tanpa sadar. hingga membuat semua pandangan, seketika menatap ke arahnya. namun hal itu sama sekali tidak dipedulikan oleh Danu. laki-laki itu segera keluar dari kedai itu. tanpa mengingat bahwa dirinya sempat mendengar istrinya itu menyinggung tentang anak.
Tanpa disadari oleh siapapun, terlihat seorang wanita tengah memperhatikan dari jarak jauh."sialan!"makinya entah pada siapa.
"awas aja kamu. aku akan memberikan kalian pelajaran."setelah mengatakan hal itu, Keyla segera pergi dari tempat itu dengan membawa amarah di dalam dadanya.
__ADS_1