(Bukan) Perebut

(Bukan) Perebut
Bertemu


__ADS_3

Beberapa saat kemudian, Danu segera berangkat menuju tempat yang ia yakini adalah sarang para penjahat itu. tentu saja, dan melakukan itu tanpa memberitahu terhadap orang tua dan juga mertuanya. karena jika dan memberitahukan terlebih dahulu, dapat dipastikan bahwa mereka semua tidak akan pernah setuju dengan rencananya ini.


"aku pergi sebentar."bisik Danu tepat di telinga Azalia. saat suasana terasa sangat sepi dan juga sedikit lenggang. Karena mertua dan kedua orang tuanya, sedang beristirahat di ruang tunggu. sementara Azalia sendiri, sudah dipindahkan ke ruang rawat karena sudah melewati masa kritisnya.


Setelah memandangi wajah cantik istrinya cukup lama, dan segera pergi dari sana dengan cara mengendap-ngendap. karena laki-laki tampan itu takut, bahwa dirinya akan ketahuan oleh mertua dan orang tuanya.


****


"kita harus cara mempersiapkan semuanya. karena sebentar lagi, kita akan bertemu dengan laki-laki itu."ucap salah seorang laki-laki di antara mereka semua.


"bagaimana bisa kau yakin?"tanya yang lain.


"Tentu saja aku yakin. sudahlah lebih baik kita bersiap saja. sudah lama kita tidak bermain-main seperti ini."ucap orang itu Seraya menyunggungkan senyuman menyeringai.


"oke kalau begitu kita akan bermain-main dengan anak ingusan itu. hahaha."ucap salah seorang lelaki Seraya tertawa terbahak-bahak


Setelah mengatakan hal itu, beberapa orang laki-laki paruh baya itu, segera mempersiapkan semuanya. agar tujuan dan kehendak mereka, dapat terlaksana secepat mungkin.


*****

__ADS_1


Sementara itu di dalam mobilnya, Danu tengah mengepalkan tangannya kuat-kuat. saat mendapatkan suatu pesan dari seseorang yang tidak ia kenal.


"aku yakin pasti orang ini yang telah merencanakan semuanya. dan entah mengapa, aku merasa orang dibalik ini semua adalah lebih dari satu orang dan juga orang yang aku kenal."gumam laki-laki itu pada dirinya sendiri.


Tanpa menunggu lama, Danu segera melajukan kendaraannya untuk menemui orang itu. Karena di dalam pesan itu mengatakan, jika dirinya harus berangkat sendirian tanpa orang-orang yang membantunya.


****


Tak membutuhkan waktu lama, akhirnya laki-laki tampan itu sampai juga di sebuah gedung kosong yang tidak pernah dijamah oleh tangan manusia. namun sebelum itu, laki-laki itu telah mempersiapkan semuanya di balik belakang mobilnya.


"segera masuk jika kau ingin tahu siapa kami sebenarnya."di dalam bangunan itu, terdengar suara seorang yang tengah menyeru ke arahnya.


Danu dengan segera melangkahkan kakinya dengan ekspresi wajah merah padam menahan amarah yang luar biasa.


"kejutan!"teriak semua orang yang ada di sana Seraya tertawa terbahak-bahak. sesaat setelah, pintu bangunan itu terbuka.


Danu yang melihat itu seketika terkejut dan mematung di tempatnya."KA.. kalian?"tanya laki-laki tampan itu Seraya menunjuk ke arah beberapa laki-laki itu dengan perkataan terbata-bata.


"halo Danu, apa kabar apakah kau masih ingat dengan kami semua?"tanya salah seorang dari mereka Seraya tersenyum misterius.

__ADS_1


"aku sudah menduga bahwa apa yang terjadi pada keluargaku adalah campur tangan dari kalian."ucap dan menatap tajam ke arah orang-orang itu.


"Tentu saja itu benar. karena aku sama sekali tidak ingin, jika kau bahagia di atas penderitaan putriku."salah seorang Seraya berjalan menghampiri Danu yang masih terdiam di tempatnya.


"apa maksudmu?"tanya Danu tidak mengerti.


bugh


Satu buah pukulan, ketika mendarat mulus di wajah tampan laki-laki itu. saat salah seorang dari mereka, menghantam wajah Danu.


"dasar sialan! brengsek! kau masih bertanya apa salahmu? setelah apa yang kau lakukan pada putriku? apakah kau tidak ingat saat kau menolak mentah-mentah kehadiran putriku? setelah hal itu terjadi, dia mengalami sedikit gangguan. dan itu semua karenamu kan?"tanya salah seorang laki-laki Seraya mencengkeram kerah baju milik Danu.


"lepaskan itu semua bukan salahku. aku tidak pernah mengundang mereka untuk datang ucap Danu yang masih mencoba untuk melepaskan cengkraman itu.


"bugh


brakk


"awwg sssstttt."Danu seketika meringis. saat tubuhnya itu didorong kuat oleh beberapa orang yang ada di hadapannya saat ini.

__ADS_1


"kau akan habis di tangan kami."setelah mengatakan hal itu, salah seorang dari mereka segera melangkahkan kakinya untuk maju mendekati Danu.


Sungguh mereka sangat puas dapat bertemu dan melampiaskan semua yang berkecamuk di dalam dada mereka kepada orang yang langsung.


__ADS_2