(Bukan) Perebut

(Bukan) Perebut
Senang


__ADS_3

Tak membutuhkan waktu lama, akhirnya Danu telah sampai di rumah sakit yang menangani putra dan juga istrinya. tak lupa sebelum memasuki bangunan itu, laki-laki tampan itu sudah terlebih dahulu mengolesi salep pelindung agar tidak terlihat oleh orang tua dan juga mertuanya. dan tak lupa juga, laki-laki itu mengganti pakaiannya. agar tidak menimbulkan kecurigaan di mata mereka.


"bagaimana keadaan mereka?"tanya Danu saat laki-laki itu telah berada di hadapan mertua dan juga orang tuanya.


"semuanya sudah membaik. kita tinggal menunggu Anak dan istrimu membuka mata."ucap megang Soraya tersenyum kecil.


"itu wajahmu kenapa?"tanya Bhaskara saat melihat wajah putranya yang sedikit lebam dan juga dipenuhi dengan plester.


"sial" umpat laki-laki itu dalam hatinya saat dirinya menyadari bahwa luka itu masih belum sepenuhnya sembuh.


Rencananya, Danu ingin menyembunyikan semuanya dari orang tua dan juga mertuanya. agar mereka tidak ikut campur dalam hal ini. karena Danu sendiri, ingin menyelesaikannya seorang diri.


Namun ternyata, semua berantakan akibat kecerobohannya sendiri. dan pada akhirnya, laki-laki itu pun menceritakan semuanya pada kedua orang tua dan juga Ibu mertuanya.


Tentu saja hal itu membuat Bhaskara dan juga Megan yang mendengarnya, merasa begitu terkejut. dan juga sangat marah. "kalau begitu, kita segera laporkan saja semuanya pada pihak kepolisian."ucap Megan yang Terdengar sangat geram saat mengetahui semuanya.


"nanti saja Bu. aku hanya ingin fokus kepada keluarga kecilku dulu."ucap dan mencoba untuk menenangkan sang ibu. salah satu dari laki-laki itu yang tidak ingin mengatakannya terlebih dahulu karena sang Ibu itu memiliki emosi yang tidak stabil. sehingga pastinya akan meledak-ledak seperti itu.

__ADS_1


Namun untungnya, Danu dapat dengan segera menenangkan wanita paruh buaya yang bergelar sebagai ibunya itu. sehingga Megan, akhirnya dapat ditenangkan.


Tak lama dari itu, salah seorang perawat datang menghampiri Danu dan juga keluarganya. Dengan mengatakan, bahwa Azalia dan juga Kenzo telah melewati masa kritis mereka.


tentu saja hal itu membuat Danu, dan yang lain merasa sangat senang. dengan segera mereka masuk ke dalam ruangan VVIP tersebut.


"aku sangat senang akhirnya kamu bisa membuka mata lagi."ucap Danu dengan senyuman yang menghiasi wajah tampannya itu. dan beberapa kali, laki-laki itu mendaratkan kecupannya di wajah sang istri.


Sementara di sebelah Azalia, terlihat Kintania dan juga Megan tengah bercanda dan mencoba menghibur bocah laki-laki berusia 4 tahun itu.


"Kenzo baik-baik saja Oma. kalian tidak perlu khawatir. Kenzo kan kuat."ucap bocah kecil itu Seraya mengerlingkan sebelah matanya.


Tentu saja hal itu membuat Kintania dan juga Megan yang melihatnya, seketika saling melempar pandangan.


"kenapa cucu Oma menjadi genit seperti ini?"tanya Megan Seraya mencubit pipi cucunya itu dengan gemas. hingga membuat bocah kecil itu seketika mengerucutkan bibirnya. membuat semua orang yang ada di sana merasa sangat gemas.


"Mami di mana?"Tanya bocah kecil itu yang tidak medapatkan sosok sang ibu di sampingnya.

__ADS_1


Megan dan Kintania yang mendengar itu, seketika saling melempar pandangan. dan tak lama berselang, terdengar suara dari arah samping ranjang.


"sayang, Mami Di sini."seru Azalia. membuat bocah laki-laki itu, seketika menoleh ke arah sumber suara.


"Mami kenapa berbaring di sana?"tanya Kenzo dengan raut wajah polos.


"Mami hanya kelelahan sayang. setelah ini, kita berdua akan pulang ke rumah."ucap wanita itu dengan senyuman yang sangat manis.


Tentu saja hal itu membuat semua orang yang ada di sana, merasa sangat senang mereka semua merasa sangat bahagia.


****


Hari ini, Azalia dan juga Kenzo sudah diperbolehkan pulang. tentu saja hal itu membuat semua orang merasa sangat berbahagia. bahkan Megan tidak ingin melepaskan sang cucu dari genggamannya.


Membuat Azalia yang berada dalam genggaman tangan sang suami, kembali menitikan air mata. karena wanita cantik itu, benar-benar merasa sangat terharu dengan perlakuan dari keluarga suaminya itu.


"aku benar-benar sangat bahagia."gumam wanita itu dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2