
Saat ini, Danu tengah dilanda dilema. laki-laki itu masih termenung di atas tempat tidur di hotel tempat dirinya melakukan dengan Keyla.
"aaarrrgggh!!" Danu berteriak dengan kencang. laki-laki itu mengusap wajahnya dengan kasar. dan dengan segera, mengambil ponsel yang ada di sebelahnya.
Tut,.. Tut.. Tut..
Terdengar sambungan ponsel dari sebelah sana. namun hal itu sama sekali tidak digubris oleh Azalia. sepertinya, wanita itu benar-benar mengalami emosi yang luar biasa.
"ini tidak bisa dibiarkan. aku harus segera bertindak." Setelah mengatakan hal itu, laki-laki tampan itu segera bergegas keluar dari dalam kamar hotel. namun gerakannya terhenti saat mengingat sesuatu.
"aaaakkhh! sial! kenapa pintunya dikunci?!"tanya laki-laki itu Seraya menggebrak pintu kamar. dia baru menyadari jika Kayla belum kembali.
Memang setelah keluar dari kamar hotel itu, Danu mendapatkan telepon dari sang ibu. tentu saja hal itu membuat laki-laki itu, mengurungkan niatnya untuk menyusul sang istri.
Dan dengan segera, laki-laki itu masuk ke dalam kamar dan berpura-pura tengah tertidur pulas. tentu saja hal itu membuat Keyla yang melihatnya, tersenyum penuh kemenangan.
"kalian baru bangun tidur?" terdengar suara Megan dari seberang sana. membuat Danu dan juga Keyla yang mendengarnya, hanya menganggukkan kepala. Seraya sesekali, mengerjap mengerpjakan matanya. agar memberi kesan, bahwa mereka baru saja terbangun.
"oh ya sudah kalau begitu, kalian lanjutkan saja bersenang-senangnya. jangan lupa buatkan Ibu cucu yang banyak."setelah mengatakan hal itu, ponselnya kembali dimatikan.
Setelah percakapan itu, Keyla segera menatap suaminya itu dengan tatapan yang sangat bersinar. berbeda dengan Danu. laki-laki itu menatapnya dengan tatapannya sulit diartikan. ada rasa kecewa, marah, dan juga muak menyatu di dalam pandangan matanya. dan Keyla mengetahui akan hal itu.
Namun sepertinya, wanita itu tidak memperdulikan apa yang dialami dan dirasakan oleh laki-laki yang ada di sebelahnya saat ini. karena yang Keyla perdulikan, adalah kesenangan dirinya sendiri. dan mendapatkan Danu, adalah salah satu kesenangan bagi dirinya.
"Kakak ngapain lihatin aku kayak gitu?"tanya Keyla dengan wajah polos.
__ADS_1
Dengan segera, Danu segera memalingkan wajahnya ke arah lain. dan dengan segera, turun dari tempat tidur. langkahnya kembali terhenti saat mendengar ucapan dari wanita yang tidak pernah ada di dalam hatinya itu.
"Kakak mau ke mana? lebih baik kakak tunggu saja di sini. aku mau memesan makanan dulu."setelah mengatakan hal itu, Keyla segera pergi dari sana. namun sebelum itu, wanita cantik itu segera mengunci pintu dari luar.
Membuat Danu seketika tidak bisa berbuat apa-apa. sebenarnya, laki laki itu, bisa saja keluar dari kamar hotel itu. namun ucapan dari Keyla, kembali mengurungkan niatnya. dan di sinilah laki-laki itu sekarang. masih berada di dalam kamar itu.
ceklek
Lamunannya seketika buyar. saat mendengar suara pintu dibuka dari luar. dan tak berselang lama, muncul Keyla yang menjembul dari arah luar Seraya tersenyum tipis.
"kamu sudah lama menunggu, kan?"tanya wanita itu dengan nada basa-basi."ini kamu makan dulu. nanti setelah ini, kita akan mulai melihat-lihat rumah pemberian kedua orang tua kita."ucapnya Soraya tersenyum tipis.
Sementara Danu, laki-laki itu hanya terdiam tanpa melakukan apa-apa. membuat Keyla yang melihat itu, seketika memutar bola mata malas.
Sesungguhnya, wanita itu bukanlah wanita penyebar. Kesabarannya setara dengan selembar tisu. sangat tipis dan juga rentan robek. namun untuk mencapai tujuannya, Keyla harus menahan semuanya.
Membuat Danu pada akhirnya, menuruti perkataan dari wanita itu. Keyla yang melihat itu, seketika tersenyum penuh kemenangan.
"aku akan membuatmu bertekuk lutut padaku. dan tidak akan aku biarkan, kamu mengingat wanita lain apalagi wanita itu."ucap Keyla dalam hati.
Setelah menyelesaikan sarapannya, pasangan pengantin baru itu segera keluar dari kamar hotel. di sepanjang jalan, Keyla tak henti-hentinya merangkul lengan dari Danu. membuat siapa saja yang melihat itu, akan merasa sangat iri.
Sementara Danu, laki-laki itu beberapa kali berusaha untuk menyingkirkan tangan dari wanita itu. namun sama sekali tidak berhasil. bukannya terlepas, genggaman tangan wanita itu semakin lama semakin dalam. hingga membuat Danu, seketika pasrah dan membiarkan semuanya.
"semuanya semakin rumit."ucap laki-laki itu dalam hati.
__ADS_1
****
Tak berselang lama, Keyla dan juga Danu telah sampai di sebuah rumah mewah bergaya Eropa. semua orang menyambut kedatangan mereka dengan euforia yang sangat terasa. namun hal itu sama sekali tidak dirasakan oleh Danu. karena pikiran dan hati laki-laki itu, saat ini tengah menerawang jauh.
"ini dia pasangan yang ditunggu-tunggu. kalian semalam ke mana? kenapa tidak langsung ke sini?"tanya Megan berpura-pura. padahal wanita paruh baya itu, mengetahui semuanya.
"ah Ibu seperti tidak pernah muda saja."ucap Keyla dengan wajah malu-malu. membuat semua orang seketika tertawa. kecuali Danu.
Mereka segera masuk ke dalam rumah mewah itu. dan mereka semua segera duduk di kursi ruang tamu itu.
"apa kalian bahagia?"tiba-tiba saja Nadia bertanya seperti itu. membuat Danu yang mendengarnya, seketika menatap wanita paruh baya itu dengan tatapan jengah.
"untuk apa bertanya lagi? bukankah kalian sudah mengetahui semuanya?"tanya laki-laki itu pada dirinya sendiri. tentu saja pertanyaan itu, ia lontarkan dalam hati.
*****
Sementara itu di kediamannya, Azalia hanti-hentinya menangis. wanita yang tengah berbadan dua itu masih meratapi nasibnya yang begitu tragis.
"kenapa air mataku tidak mau berhenti? apa aku benar-benar merasakan sakit yang luar biasa?"tanya Azalia pada dirinya sendiri. sejak kepulangannya dari memergoki sang suami, Azalia tidak pernah keluar dari dalam kamar.
Tentu saja hal itu membuat Kintania yang melihatnya, merasa sangat khawatir. wanita paruh baya itu ingin sekali menghubungi sama menantu. namun tindakannya itu urung ia lakukan. mengingat, menantinya itu sangatlah sibuk. dan saat ini, laki-laki itu sedang berkumpul dengan keluarganya.
Tentu saja hal itu membuat Kintania, merasa sangat kebingungan sendiri. wanita paruh baya itu, sedari tadi melangkah ke sana kemari. dengan hati yang tidak menentu.
"Sayang, apakah kamu baik-baik saja?"tanya Kintania Seraya mengetuk pintu kamar putrinya itu.
__ADS_1
"aku baik-baik saja."sahut Azalia dari dalam kamar pribadinya itu.
"apa kamu ingin memakan sesuatu?"tanya Kintania dari luar kamar putrinya. berharap bahwa Azalia bersedia keluar dari dalam kamar. sungguh wanita paruh baya itu merasa sangat frustasi dengan keadaan saat ini. Yang sepertinya, semakin rumit itu.