
Beberapa bulan pun berlalu. dan keadaan semakin lama semakin memburuk bagi Danu . karena semakin lama, laki-laki itu seperti orang gila.
"kenapa kamu murung terus seperti ini?"tanya Megan menatap ke arah putranya itu dengan wajah kebingungan.
Memang saat ini, laki-laki tampan itu telah berada di kediaman kedua orang tuanya. Danu mencoba untuk melupakan rasa sakit yang terasa sangat memenuhi ruang hatinya saat ini.
Danu yang mendengar itu, seketika menggelengkan kepalanya."Danu tidak apa-apa Bu."ucap laki-laki itu Seraya tersenyum tipis.
Tak lama berselang, seseorang masuk ke dalam ruangan itu. siapa lagi jika bukan Keyla. wanita itu saat ini tengah mengandung. terlihat sedikit membuncit.
"eh menantu kesayangan ibu, kamu mau ke mana Sayang?"tanya Megan dengan suara yang sangat lembut.
Keyla yang mendengar itu, hanya tersenyum tipis kemudian duduk di samping sang suami."Kak gimana kalau kita pulang sekarang? aku sudah ingin pulang ke rumah." rengek wanita itu dengan suara yang dibuat-buat.
Membuat Danu yang mendengarnya, seketika memutar bola mata malas. sesungguhnya laki-laki itu ingin sekali meninggalkan wanita manja itu dan berusaha untuk mencari keberadaan Azalia. namun apa boleh buat, Kayla terus mengancam akan membongkar semuanya jika keinginan wanita itu, tidak dipenuhi.
Sementara Keyla, wanita manja itu sesekali akan tersenyum penuh kemenangan."kau benar-benar akan menjadi milikku seutuhnya."ucap wanita itu dalam hati.
Megan yang melihat keduanya, merasa sangat bahagia. karena mengira kehidupan anak dan menantunya sangatlah bahagia. namun apa yang ia lihat, belum tentu sesuai dengan kenyataannya.
"ibu senang kalau kalian Bahagia seperti ini. ku doakan, kalian akan terus bahagia sampai selamanya."ucap wanita paruh baya itu Seraya tersenyum tipis.
Keyla yang mendengar itu, seketika bergelayut manja di lengan sang suami."yuk Kak kita pulang."ucap wanita itu seraya menarik tangan Danu.
Mau tidak mau laki-laki tampan itu, segera menuruti perintah wanita manja itu. karena saat ini, laki-laki itu sedikit merasa lelah dan tidak ingin mulai pertengkaran dengan wanita itu.
__ADS_1
****
"Kakak kenapa sih murung terus? Kakak masih mikirin dia?"tanya Keyla memecah keheningan. saat ini mereka telah berada di perjalanan menuju ke rumah mereka.
Sebenarnya, Keyla merasa sangat sebal. karena laki-laki yang sangat ia cintai, masih memikirkan wanita lain. walaupun wanita itu adalah istri pertama dari suaminya, tetap saja Keyla merasa tidak terima dengan semua itu.
Hening
Tidak ada jawaban apapun dari laki-laki itu. membuat Keyla seketika mengeram kesal. dengan nekat, wanita itu memeluk tubuh kekar Danu. membuat si pemilik, seketika tersentak kaget.
"kau jangan gila! kita bisa celaka hanya karena ini!"bentak laki-laki itu tanpa sadar. membuat Kila yang mendengar itu, seketika membeku. Karena bagaimanapun juga, wanita itu tidak pernah dibentak oleh siapapun.
Keluarga besarnya memperlakukan dia seperti seorang putri raja. jangankan membentak, memarahinya saja tidak pernah. Hal itulah yang membuat Danu, merasa tidak sudi saat kedua orang tuanya ingin menjadikannya dengan Keyla.
"ka...kakak membentak aku?"tanya wanita itu dengan tubuh bergetar hebat. "aku tidak terima. aku harus mengatakan ini pada mamah dan juga Ibu." ucap wanita itu Seraya berusaha untuk membuka pintu mobil.
"sudah kau diam saja jangan pernah berbuat aneh-aneh lagi."ucap laki-laki itu dengan tegas dan suara sedikit direndahkan dari sebelumnya.
Sementara Keyla yang mendengar itu, diam-diam mengepalkan tangannya kuat-kuat."brengsek kurang ajar! aku tidak terima dibentak seperti ini! aku harus membalas semuanya!"ucap wanita manja itu Seraya mengepalkan tangannya kuat-kuat dengan amarah yang meluap-luap di dalam dadanya.
Tak membutuhkan waktu lama, akhirnya mereka berdua sampai juga di kediaman mereka.
Tanpa basa-basi, laki-laki itu segera turun dari dalam mobil tanpa memperdulikan Keyla. hingga membuat wanita manja itu, semakin berkah dan merasa sangat kesal.
"memang kau harus diberikan pelajaran."ucap wanita itu Seraya melangkahkan kakinya untuk menuju ke belakang.
__ADS_1
"tolong buatkan minuman. dan kamu kasih sedikit ramuan ini diminuman itu."ucap Keyla Seraya menyerahkan sebuah botol kaca yang ia keluarkan dari dalam sakunya.
Asisten rumah tangganya itu, hanya menganggukkan kepala dan menuruti perintah dari sang majikan. Setelah semua dirasa cukup, Keyla segera membawa minuman itu untuk diberikan kepada sang suami.
"dengan minuman ini, kau akan mudah aku kendalikan."setelah mengatakan hal itu, Keyla segera meletakkan minumannya di nakas samping tempat tidur. sementara dirinya, berpura-pura masuk ke dalam kamar mandi.
Senyuman Keyla seketika mengembang saat melihat pemandangan yang ada di hadapannya saat ini. di mana saat ini, laki-laki itu mau minumnya perlahan demi perlahan hingga tandas.
Memang beberapa waktu terakhir ini, Keyla selalu memasukkan obat pelupa di dalam makanan dan minuman Danu. tujuannya tidak lain dan tidak bukan, agar laki-laki itu melupakan Azalia. karena Keyla sama sekali tidak sudi jika suaminya mengingat tentang wanita lain.
"halo sayang apa kamu baik-baik saja?"tanya Keyla yang langsung menghampiri laki-laki itu saat dirasa obatnya telah merasuk ke dalam tubuh.
danau yang mendengar itu, entah mengapa hatinya tergerak dan tersenyum tipis ke arah Keyla.
"kau harus melupakannya sayang."bisik Keyla tepat di telinga Danu. membuat laki-laki itu menganggukkan kepala dengan cepat.
Sementara Keyla, tersenyum dengan penuh kemenangan.
****
Sementara itu di tempat lain, terlihat seorang wanita cantik tengah membuat beberapa adonan lumpia. siapa lagi orang itu juga bukan Azalia. wanita cantik itu saat ini tengah menyibukkan dirinya dengan membuat lumpia dengan variasi-variasi baru. tujuannya adalah, selain untuk mempersiapkan tabungan untuk kelahiran Sang bayi, wanita cantik itu juga ingin melupakan kenangan yang bersama dengan Danu.
"kamu istirahat saja ini biar Bunda yang mengerjakannya."tutur Kintania pada putrinya itu.
Azalia yang mendengar itu seketika menggelengkan kepala."tidak usah Bunda, aku bisa melakukannya sendiri. lagi pula ini yang bisa aku lakukan untuk melupakan pikiranku sejenak."ucap wanita itu Seraya tersenyum tipis.
__ADS_1
Sementara Kintania yang mendengar itu, hanya terdiam. di dalam lubuk hatinya, wanita paruh baya itu tahu apa yang dirasakan oleh putrinya. walaupun terlihat sangat ceria, tidak dapat dipungkiri bahwa hati putrinya pasti sudah merasa sangat hancur untuk saat ini.
"kamu hebat sayang. Bunda yakin, kamu bisa melewati semua ini dengan baik."ucap wanita itu Seraya memeluk tubuh putrinya dengan penuh kasih sayang.