
Setelah tersiksa selama satu hari karena harus berdekatan dengan wanita yang tidak ia cintai, Danu berpamitan kepada kedua orang tuanya karena harus kembali ke luar kota untuk menyelesaikan pekerjaan.
"kenapa tidak menginap saja?"tanya Megan menatap ke arah putranya itu.
"aku saja baru berangkat beberapa saat yang lalu, masak sudah disuruh menginap lagi. aku di sana kerja lho,"ucap Danu memperingatkan kepada ibunya.
Membuat Megan yang mendengar itu, seketika mendengus kesal. karena rencananya untuk mendekatkan Danu dengan Keyla, gagal total. namun setelahnya, senyum wanita itu terbit di kedua sudut bibirnya.
"Ya sudah kalau begitu. kamu boleh kembali. tapi ingat, selalu kabari ibu dan juga calon istrimu."ucap Megan mengingatkan pada Sang putra.
Danu yang mendengar itu, hanya menganggukkan kepala dengan malas. dan setelah melalui drama yang cukup panjang dan juga melelahkan, akhirnya Danu dapat keluar juga dari dalam perangkap orang tuanya itu.
"maafkan aku Ayah Ibu. aku tidak bermaksud untuk membohongi kalian."lirih Danu. laki-laki tampan itu merasa sangat tersiksa karena membohongi kedua orang tuanya. namun apa boleh buat, semua ini dilakukan karena rasa cintanya terhadap istri dan juga kedua orang tuanya.
Tak terasa, mobil yang dikendarai laki-laki itu, telah sampai di bangunan dua lantai yang memiliki pekarangan yang sangat luas.
"Sayang aku pulang!"teriak Danu Seraya membuka pintu dan merentangkan tangannya. saat mendapati, istri kesayangannya berdiri di sebelah ruang tamu.
Azalia yang mendengar itu, hanya tersenyum tipis. namun jika dilihat-lihat senyumannya itu, mengandung luka yang sangat dalam. namun Azalia mampu untuk menutupi luka yang menganga itu.
"apakah kau sudah makan?"tanya Azalia menyembulkan kepalanya dari dekapan sang suami.
Danu yang mendengar itu, hanya menganggukkan kepala."aku sudah makan. kau tahu sendiri kan kalau ibuku tidak akan pernah suka jika aku makan di luar?"tanya laki-laki itu menatap ke arah istrinya.
Azalia yang mendengar itu, hanya menganggukkan kepala. tak seperti biasanya, wanita yang ada di dalam dekapannya saat ini hanya merespon biasa saja.
Berbeda dengan biasanya, Azalia akan merajuk jika tidak mau menikmati makanan yang telah susah payah ia buat itu.
"kamu kenapa sayang?"tanya Danu menatap ke arah istri tercintanya dan mengangkat dagu wanita itu.
__ADS_1
Azalia yang mendengar itu, seketika menggelengkan kepala."aku tidak apa-apa. aku hanya lelah apa kita bisa istirahat sekarang?"tanya Azalia dengan raut wajah datarnya.
"emm Ya sudah ayo kita istirahat. aku juga sudah merindukanmu."bisik Danu penuh dengan arti. dan ternyata, reaksi dari istrinya itu tidak seperti biasanya. karena Azalia hanya menganggukkan kepala Seraya tersenyum tipis.
"kamu kenapa sayang?"tanya Danu Seraya menarik tangan istrinya. wanita itu melangkahkan kakinya terlebih dahulu.
"kenapa memang aku kenapa?"tanya Azalia masih bersikap biasa saja.
Azalia segera kembali melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam kamar setelah tangannya dilepaskan oleh sang suami.
Mereka berdua segera berbaring di atas tempat tidur. setelah Danu membersihkan dirinya. dengan perlahan-lahan, tangan kekar laki-laki itu melilit pinggang ramping milik Azalia.
"aku merindukanmu."bisik Danu tempat di telinga sang istri.
Azalia yang mendengarnya, hanya menganggukkan kepala. Hal itu membuat Danu, ketika menatap mata istrinya dengan tatapan yang sangat dalam.
"coba ceritakan pada Mas. apa sebenarnya yang terjadi?"tanya Danu saat ini mencengkeram Bunda istrinya dengan sangat lembut.
Azalia yang mendengarnya, masih bersikap biasa saja. wanita cantik itu bahkan tersenyum bahagia menatap ke wajah tampan suaminya.
"aku tidak apa-apa Mas. memangnya aku kenapa?"tanya Azalia sekuat tenaga untuk menahan rasa sesak yang ada di dalam dadanya.
"Azalia, kamu jangan bohong."ucap laki-laki itu dengan tegas. matanya menatap tajam ke arah wanita yang saat ini, ada dalam dekapannya itu.
Akhirnya karena merasa sangat kesal, Azalia segera melemparkan ponselnya tepat di hadapan wajah suaminya. dengan posisi menyala dan menampilkan gambar pemandangan yang sangat menyakitkan baginya.
"apakah dia wanita itu Mas?"tanya Azalia menatap ke arah suaminya dengan pandangan mata berkaca-kaca. air matanya seketika mengalir deras membasahi wajah cantiknya.
Danu yang baru saja menyadari kesalahannya, langsung mencoba untuk menenangkan sang istri dan memeluknya dengan sangat erat.
__ADS_1
"maafkan aku. aku akan menjelaskannya sekarang."ucap Danu dan langsung menceritakan semua yang terjadi pada sang istri tanpa ada yang ditutup-tutupi.
" bohong. kamu sebenarnya tahu kan dan kamu sudah memiliki rasa kan, sama dia?"puding Azalia menatapnya dengan tatapan tajam.
"kamu ini bicara apa sih? aku sudah berusaha keras untuk menjelaskann semua padamu. tapi kenapa kamu tidak percaya?"ucap Danu menatap ke arah istrinya.
"aku ngantuk aku mau tidur."ucap Azalia Seraya memposisikan dirinya membelakangi sang suami.
Wanita cantik itu masih enggan untuk memaafkan dan menerima alasan yang dilontarkan oleh suaminya itu.
"apa benar kamu tidak bohong, Mas? tapi aku merasa sakit saat mendengar dan melihat pemandangan itu."ucap Azalia dalam hati.
Wanita cantik itu akhirnya tertidur pulas, setelah memikirkan masalah yang menimpa dirinya itu
pagi harinya, mereka bangun seperti biasa. dan setelah selesai, Danu berpamitan pada sang istri untuk melihat usaha yang akan ia lakukan di kota itu. sebenarnya, Danu tidak sepenuhnya membohongi kedua orang tuanya.
Karena memang laki-laki itu datang ke luar kota, selain untuk berbulan madu juga untuk menyusui tempat untuk usaha.
"Sayang aku nyurvei tempat usaha dulu ya, apakah kamu ingin ikut?"tanya Danu menatap ke arah sang istri.
Azalia yang mendengar itu, seketika menggelengkan kepala."tidak usah. aku juga ada urusan di restoran baruku."ucap Azalia tersenyum. namun senyumannya, terkesan dipaksakan.
Dan Danu menyadari akan hal itu. dirinya merasa frustasi karena melihat reaksi datar dari istrinya itu. Danu lebih suka, jika istrinya itu cerewet seperti biasanya. bukan malah mendiamkannya seperti ini.
"setelah aku pulang dari tempat itu, kita harus bicara lagi."ucap Danu Seraya mengecup kening istrinya. dan setelahnya melenggang pergi dari tempat itu.
Azalia yang mendengar itu, hanya tersenyum kecut."harusnya kamu sadar Azalia, Danu itu akan dijodohkan dengan wanita yang di atas kamu. bukankah kamu yang meminta untuk dinikahi? terus kenapa sekarang kamu malah merasa sedih saat Danu bersama dengan wanita yang dipilih oleh kedua orang tuanya?"tanya Azalia pada dirinya sendiri dengan deraian air mata.
Sungguh, Azalia merasa sedikit bodoh Karena mengharapkan kebahagiaan dari pernikahan yang sembunyi-sembunyi seperti itu.
__ADS_1