(Bukan) Perebut

(Bukan) Perebut
Gelisah


__ADS_3

Akhirnya setelah pulang dari perusahaannya, Danu memutuskan untuk mampir ke rumah orang tuanya. sebenarnya laki-laki itu merasa sangat malas. bukan bermaksud untuk kurang ajar terhadap kedua orang tuanya. Melainkan, laki-laki itu merasa sangat malas jika bertemu dengan wanita yang akan menjadi istrinya itu.


"sayang kamu tidak apa-apa jika aku ke rumah Ibu?"tanya Danu saat panggilan teleponnya itu diangkat dari seberang sana.


Hening


Suasana sejenak menjadi sangat hening karena tidak ada sahutan dari istrinya itu. tentu saja hal itu membuat Danu merasa sangat gelisah.


Laki-laki tampan itu mengira, jika istrinya tidak mengizinkannya untuk menemui keluarganya.


"sayang, apakah kamu masih di sana?"tanya Danu dengan raut wajah khawatir.


Tak berselang lama, terdengar suara helaan nafas dari seberang sana. dan beberapa saat kemudian, terdengar suara merdu dari istrinya itu.


"kalau aku tidak mengizinkan kamu datang ke sana? apa kamu akan menurut?"tanya Azalia dengan nada berhati-hati. setelah wanita itu terdiam cukup lama.


"kalau kamu tidak mengizinkan aku datang, aku tidak akan datang ke sana."ucap Danu mencoba untuk menenangkan istrinya itu.


Membuat Azalia yang berada di seberang sana, seketika terdiam. dan beberapa saat kemudian wanita itu merubah keputusannya. karena tidak ingin suaminya itu menjadi anak durhaka karena melawan kedua orang tuanya.


Karena sampai kapanpun juga, tidak ada yang namanya bekas anak ataupun bekas orang tua. untuk itulah Azalia mencoba untuk menekan egonya. yang semakin lama, semakin memuncak. karena mungkin akibat hormon kehamilan yang baru saja dialami oleh tubuhnya itu.


"aku hanya bercanda kok Mas, lebih baik kamu Segera bersiap-siap saja. aku tidak ingin kamu menjadi anak durhaka nantinya."ucap wanita itu Seraya menampilkan senyuman tipis.


Danu yang mendengar itu, merasa ucapan istrinya sangatlah janggal. kenapa tiba-tiba bisa berubah seperti itu? apa jangan-jangan istrinya itu merasa tertekan? berbagai pertanyaan seketika muncul di kepala laki-laki tampan itu.


"apakah kamu baik-baik saja?"tanya Danu menatap ke arah istrinya yang memenuhi layar ponselnya itu.


"aku baik-baik saja mas. sebaiknya kamu segera pergi saja dari sana. jangan sampai, Ibu kamu menaruh kecurigaan kepada kita."ucap wanita itu dengan nada yang sangat menyakinkan. agar suaminya tidak curiga.

__ADS_1


Danu yang mendengar itu, seketika hanya menganggukkan kepala. dan dengan segera langsung menuju ke arah mobilnya yang berada di basement kantornya.


"eh pak Danu mau ke mana?"tanya seorang security pada laki-laki itu.


"saya ada perlu sebentar Pak. nanti kalau ada apa-apa, Segera hubungi saya."ucap laki-laki itu sebelum masuk ke dalam mobil.


Danu segera melajukan kendaraannya untuk menuju kota kelahirannya. Dengan kecepatan di atas rata-rata. karena Danu tidak ingin, mendapatkan berondongan pertanyaan dari kedua orang tuanya.


Tak membutuhkan waktu lama, akhirnya Danu sampai juga di kediaman orang tuanya. bertepatan dengan sang ibu yang keluar dari dalam rumah bersama dengan Keyla.


"Maaf Bu aku terlambat."ucap laki-laki itu Seraya membungkukkan badan menyalami wanita paruh baya itu.


Sementara Megan, langsung melayangkan tatapan tajam ke arah putranya itu. karena mereka menunggu cukup lama.


"kenapa baru datang? Keyla sudah menunggu sejak pagi tadi."ucap Megan Seraya melayangkan tatapan tajam ke arah putranya itu.


"kenapa kamu tidak mengelola restoran ayah saja sih?"tiba-tiba saja, Bhaskara datang menghampiri keluarganya itu.


Yap kedua orang tua Danu, mengetahui jika putranya itu tengah bekerja. namun yang mereka tahu selama ini, Danu bekerja pada seseorang yang memang tidak disebutkan dari awal oleh Danu. laki-laki itu hanya menjelaskan, bahwa dirinya bekerja dari seseorang yang merupakan kawan lamanya semasa SMA dulu.


Dan, Bhaskara dan juga Megan hanya menganggukkan kepala karena mereka percaya dengan ucapan putranya itu.


Danu tidak ada maksud untuk membohongi kedua orang tuanya. Tapi, jika laki-laki itu mengatakannya sebenarnya, maka dapat dipastikan bahwa kedua orang tua itu pasti akan melarang. dengan alasan, ayahnya sudah memiliki usaha, mengapa tidak diteruskan malah memilih usaha yang lain. dan Danu, sangat tidak ingin berdebat dengan kedua orang tuannya karena laki-laki itu ingin belajar mandiri.


"aku ingin belajar mandiri Yah."ucap laki-laki itu Seraya melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam rumah itu. dan hal itu langsung diikuti oleh Keyla.


"Kak Danu mau makan apa?"tanya Keyla dengan suara yang sangat lembut. Hal itu membuat Danu yang mendengarnya, seketika bergidik ngeri.


Namun sekuat tenaga, laki-laki itu akan bersikap baik agar kedua orang tuanya tidak merasa curiga.

__ADS_1


"aku mau makan capcay ini saja."ucap Danu Seraya menunjuk ke arah semangkok capcay yang ada di hadapan wanita itu.


hening


Suasana menjadi sangat hening. membuat Danu yang awalnya fokus pada ponselnya, seketika menoleh ke arah wanita itu berada. dan mendapati wanita itu seperti tengah gelisah.


"kau kenapa?"tanya Danu dengan nada datar dan juga raut wajah yang biasa saja.


Keyla dengan cepat menggelengkan kepala. dengan segera, melayani laki-laki itu dengan sebaik mungkin. tak lama berselang, Megan dan juga baskara datang menghampiri mereka.


"kalian sudah cocok menjadi suami istri. tapi sayang waktunya masih lama."lirik Megan di akhir kalimat.


"Tenang saja Bu, enam bulan itu tidak lama kok."ucap baskara yang mencoba untuk menenangkan istrinya. karena memang dari awal, istrinya itu sudah merengek meminta agar pernikahan Danu dan juga Keyla dipercepat. Namun karena urusan bisnis, permintaan dari istrinya itu tidak bisa dikabulkan.


****


Sementara itu di lain tempat, kegelisahan juga melanda hati seorang wanita yang tengah duduk Seraya mengusap perutnya yang masih rata.


"kenapa perasaanku tidak enak seperti ini?"tanya wanita itu yang tak lain adalah Azalia.


Sejak tadi, wanita cantik itu merasa tidak tenang dan sangat gelisah. beberapa kali, Azalia bahkan membuka tutup aplikasi hijaunya itu untuk melihat ada pesan baru atau tidak dari suaminya.


"kenapa perasaanku menjadi seperti ini?"tanya Azalia pada dirinya sendiri. Azalia tersentak kaget, saat merasakan tepukan halus di pundaknya.


"Maaf Bu stok isian lumpia, sudah hampir habis. apa kita perlu membelinya?"tanya seorang karyawan yang baru beberapa hari bekerja di kedai lumpia milik Azalia.


"memang kalian sudah membelinya dengan jumlah yang sangat banyak?"tanya Azalia yang dijawab anggukan kepala oleh wanita itu.


"kami bahkan sudah membeli dua kali lipat. tapi mungkin karena rasanya yang sangat enak, lumpia kita cepat habis."ucap karyawan Itu menjelaskan.

__ADS_1


__ADS_2