(Bukan) Perebut

(Bukan) Perebut
Berusaha Berbicara


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan hampir beberapa jam, akhirnya Danu sampai juga di rumah. laki-laki itu, segera masuk ke dalam bangunan mewah itu.


"di mana Nyonya?"tanya Danu. saat laki-laki itu, saat Kembali keluar dari dalam bangunan mewahnya.


Natalie yang mendengar itu, seketika tersentak kaget. dan dengan segera, menundukkan kepala.


"di mana istri saya?"karena laki-laki itu sekali lagi.


Wanita paruh baya itu segera mengangkat kepalanya. setelah menguasai dirinya sendiri agar tidak gugup di depan majikannya itu.


"Nyo... Nyonya ada di rumah sakit tuan."resepnya dengan raut wajah sedikit tegang.


brakkk


Beberapa oleh-oleh yang ada di tangan laki-laki itu seketika terlepas.. saat mendengar penuturan dari asisten rumah tangganya itu. dan dengan segera, lagi tampan itu segera berlari menuju ke arah mobilnya.


Dengan secepat kilat, Danu mengemudikan kendaraannya itu dengan sedikit brutal. dirinya tidak pernah memperdulikan teriakan beberapa orang yang memakinya di jalan raya.


"dasar wong gemblung!"


"namanya 9 kali! makanya dia bisa seperti itu!"


"hai kalau mau mati itu mati sendiri nggak usah ngajak orang!"


Begitulah umpatan-umpatan dari beberapa orang yang tidak sengaja hampir tersenggol mobil laki-laki itu. namun hal itu sama sekali tidak diperdulikan oleh Danu. yang terpenting yang ada di dalam pikiran laki-laki itu, adalah cepat sampai di tempat tujuan.


Tak berselang lama, laki-laki itu menghentikan laju kendaraannya. dan dengan segera, langsung masuk ke dalam rumah sakit itu. sebelum laki-laki itu masuk ke dalam mobilnya, Natalie sempat memberikan alamat di mana Azalia berada. tentu saja hal itu membuat Danu, dengan cepat menyusul wanita itu.

__ADS_1


"Bunda!"seru Danu saat laki-laki itu melihat kehadiran wanita paruh baya yang saat ini tengah duduk di sebuah bangku kosong yang berada di depan sebuah ruangan di rumah sakit itu.


Kintania yang mendengar itu, seketika menoleh dan menatap ke arah sumber suara dengan tatapan datar. tentu saja hal itu membuat Danu yang melihatnya, seketika memelankan langkah. karena aura di depan sana, sangat mencekam dan menakutkan.


"Bu.. bunda, bagaimana keadaan Azalia?"tanya laki-laki itu dengan suara yang sangat gugup. tatapan mata dari Kintania, sukses membuat nyali Danu seketika ciut. apalagi saat wanita itu, melayangkan tatapan tajam kepadanya. hal itu sukses membuat Danu seketika bergetar hebat.


"Dari mana saja kamu?!"tanya Kintania dengan nada suara yang sangat dingin. tentu saja hal itu membuat Danu yang mendengarnya, berusaha sekuat tenaga untuk menelan salivanya yang terasa sangat berat.


"Bu... bukannya aku pernah bilang kalau aku sedang berada di rumah ibuku?"tanya laki-laki itu dengan nada suara yang sedikit gemetar.


Kintania yang mendengar itu seketika menatap tajam ke arah sang menantu."sibuk apa kamu sampai kamu tidak bisa meluangkan waktu untuk istrimu?"tanya wanita paruh baya itu dengan tatapannya sangat tajam.


Membuat Danu yang mendengarnya, seketika menundukkan kepala."maafkan saya bunda, saya janji saya tidak akan pernah melakukan hal itu lagi."ucap laki-laki itu penuh dengan penyesalan.


Kintania yang mendengarnya, seketika menghela nafas panjang."sudah kalau begitu. Ndak mau keluar dulu. kamu teman istrimu dulu."setelah mengatakan hal itu, wanita paruh baya itu segera melenggang melangkahkan kakinya untuk pergi dari sana.


Dengan perlahan-lahan, laki-laki tampan itu segera membuka pintu ruangan istrinya dan masuk ke dalam sana. di ambang pintu itu, Danu melihat dengan jelas penderitaan sang istri. dadanya terasa sangat sesak saat melihat wanita kesayangannya terbaring tak berdaya seperti itu. lebih baik dan melihat amarah yang meluap-luap dari wanita kesayangannya itu. daripada harus melihat Azalia seperti itu. Sungguh, Danu tidak pernah merasa sanggup jika melihat pemandangan yang ada di hadapannya saat ini.


Dengan langkah perlahan-lahan, laki-laki itu berjalan menghampiri sang istri yang masih berbaring membelakangi pintu. sehingga sepertinya, wanita cantik itu tidak menyadari jika suaminya telah datang.


"Sayang maafkan aku."bisik Danu tepat di telinga Azalia. hingga membuat wanita itu seketika tersentak kaget. dan dengan segera, menolehkan kepalanya ke arah sumber suara.


"mau apa kau ada di sini?"tanya wanita cantik itu Seraya menatap tajam ke arah sang suami.


"hei aku ini suamimu. Tentu saja aku ada di sini!"ucap laki-laki itu menatap lekat ke arah wajah sang istri.


Sementara Azalia yang mendengar itu, seketika tersenyum sinis."tidak usah merepotkan diri untuk menjengukku. aku baik-baik saja. lebih baik kau pulang ke rumah orang tuamu. karena pastinya, istrimu sudah menunggu di rumah."ucapnya dengan nada suara yang sangat dingin.

__ADS_1


Danu yang mendengar itu, seketika menggelengkan kepala. laki-laki tampan itu seketika menggenggam tangan sang istri dengan erat. Danu mencoba untuk berbicara pada wanita itu.


Namun, Azalia dengan segera menyentak tangan laki-laki itu dan kembali memalingkan wajah ke arah tempat lain. tentu saja hal itu membuat Danu yang melihatnya, menghela nafas panjang.


"kalau gitu aku akan menunggu kamu di sini."setelah mengatakan hal itu, Danu mendudukkan diri di samping istrinya.


Sementara Azalia, wanita cantik itu seketika menitihkan air mata. hanya terasa sangat sakit saat mengingat kejadian waktu itu.


"harusnya kamu sadar Azalia, orang yang sudah dipersiapkan oleh keluarganya, itu hanya akan membuat hatimu sakit."ucap wanita itu dalam hati.


Tak terasa karena sering menangis, wanita cantik itu sampai harus tertidur pulas. sementara Danu yang sebenarnya belum tertidur, segera menyondongkan tubuhnya dan mengecup rambut wanita itu dengan penuh kasih sayang.


"maafkan aku karena aku telah membuatmu merasakan sakit seperti ini. tolong jangan pernah tinggalkan aku."bisik laki-laki itu judulnya istrinya.


Sungguh, Danu tidak akan pernah bisa membayangkan, jika istri tercintanya itu pergi meninggalkannya. walaupun dalam situasi seperti ini, Danu akan berusaha keras untuk membahagiakan wanita kesayangannya itu.


drrrttt


Tiba-tiba saja ponselnya berdering. dan setelah dilihat, terdapat nama Keyla di sana. tentu saja hal itu membuat Danu yang melihatnya, memutar bola mata malas. Namun demikian, Danu masih berusaha bersikap baik. karena laki-laki itu yakin, saat ini Kayla tengah berada bersama dengan ibunya.


"iya Kayla ada apa?"tanya laki-laki itu saat telah menjauh dari sang istri.


"Kak Danu kapan pulang?"pertanyaan menyebalkan itu, keluar dari mulut Keyla. membuat Danu seketika ingin mengumpat di depan wajahnya.


"aku masih sibuk Keyla, apakah aku bisa melanjutkan pekerjaanku?"tanya laki-laki itu Seraya menahan kesal.


"oh ya sudah kalau begitu. jangan terlalu lelah dalam bekerja. aku menunggumu"ucap Keyla dengan manja.

__ADS_1


__ADS_2