(Bukan) Perebut

(Bukan) Perebut
Bertemu Kembali


__ADS_3

Beberapa tahun pun, berlalu. kehidupan Azalia menjadi sangat berwarna dengan kehadiran seorang putra kecil yang diberi nama Kenzo Fernandez.


Tentu saja Azalia merasa sangat bahagia karena mempunyai laki-laki yang sudah bisa menjaga dirinya dengan baik itu. walaupun, Kenzo masih berusia 5 tahun. akan tetapi bocah laki-laki itu sudah bisa melindungi sang ibu.


Tentu saja hal itu membuat Azalia merasa sangat bangga. tidak ada lagi, kesedihan di mata wanita itu. Azalia seperti sudah melupakan semuanya. Dan menganggap, Itu semua adalah takdir Tuhan.


"mami,"lamunan Azalia seketika terhenti saat mendengar suara seorang bocah laki-laki yang memanggilnya.


Wanita itu lantas menoleh ke arah sumber suara. dan tak berselang lama, tersenyum lembut ke arah bocah laki-laki itu.


"apa kita akan berangkat ke kota itu?" tanya bocah laki-laki itu dengan antusias. sementara Azalia, wanita cantik itu hanya menganggukkan kepala Seraya tersenyum tipis.


Sungguh demi apapun, Azalia merasa sangat bahagia dengan kehadiran malaikat kecil yang melengkapi kehidupannya saat ini. tidak ada lagi raut wajah kesedihan yang tercipta dari wanita cantik itu. yang tersisa hanya kebahagiaan.


Sementara Kintania, wanita paruh baya itu merasa sangat bahagia dengan perubahan putrinya yang semakin lama semakin ceria kembali.


"semoga kebahagiaan ini, akan terus membersamai kalian."ucap wanita paruh baya itu Seraya menitikan air mata.


Tak membutuhkan waktu lama, mereka Akhirnya sampai di kota kelahiran Azalia. Ya. wanita cantik itu memutuskan untuk kembali tinggal di tanah kelahirannya. karena menurutnya, sudah cukup dirinya untuk berkelana dan menghindar dari laki-laki itu.


Toh Azalia yakin, bahwa laki-laki itu pasti sudah merasa bahagia dan bisa melupakan dirinya. apalagi di sampingnya sudah ada pendamping yang begitu sempurna. tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan Azalia yang hanya dari keluarga tidak mampu.


"akhirnya kita sampai juga di tempat ini,"ucap wanita itu Seraya merentangkan tangan menghirup udara segar di tempat tinggalnya yang dulu.


Sementara Kenzo, bocah kecil itu sudah terlelap dan terbang ke alam mimpi. dengan perlahan-lahan, wanita cantik itu mulai mengangkat tubuh mungil putranya dan membawanya ke rumah.


"sekarang kamu istirahat. dua hari lagi, kita akan membuka kedai lumpia yang baru. Dan semoga saja, semua berjalan dengan lancar. agar kamu, tidak berpindah-pindah seperti ini."sindir kintania Seraya tersenyum kecil.


Membuat Azalia yang mendengarnya, seketika memukul pelan lengan ibunya."Bunda jangan menggodaku seperti itu."rengeknya dengan suara pelan.

__ADS_1


Sementara Kintania, wanita paruh baya itu hanya terkekeh pelan. kemudian segera membawa sang cucu untuk masuk ke dalam kamar dan beristirahat.


****


Sementara itu di tempat lain, terlihat Danu tengah menatap kosong ke arah luar jendela. memang setelah kepergian wanita yang dicintainya itu, suasana hatinya menjadi sedikit kosong dan hampa. walaupun sekarang, Danu sudah memiliki segalanya. namun tetap saja, perasaan itu enggan untuk pergi.


Sementara Keyla, wanita manja itu sudah melakukan berbagai cara untuk mendapatkan hati suaminya. namun sampai sekarang, wanita itu belum benar-benar mendapatkannya.


Karena walaupun Danu telah diberikan ramuan oleh wanita itu, tetap saja laki-laki itu masih mengingat Azalia. tentu saja hal itu membuat Keyla merasa sedikit frustasi.


"kamu kenapa sih Kak kok murung terus?"tanya Keyla yang merasa sudah tidak tahan dengan sikap suaminya itu.


Danu yang mendengar itu, hanya menggelengkan kepala Seraya tersenyum tipis. ramuan yang diberikan oleh wanita itu, telah merubah sebagian sikap dan yang awalnya dingin terhadap Keyla, perlahan-lahan menjadi menghangat dan sedikit romantis.


Tentu saja hal itu membuat Keyla merasa sedikit bernafas lega. namun wanita itu terus terpikir akan pesan yang disampaikan oleh peneliti itu.


Walaupun sikap Danu berubah manis terhadapnya, itu tidak akan pernah lama jika laki-laki itu menemukan belahan jiwanya yang hilang. dan Keyla tahu siapa yang dimaksud.


"aku tidak apa-apa."jawabnya Sarah ya tersenyum tipis. kemudian setelah itu, laki-laki itu bergegas untuk berangkat ke kantor.


"awas jangan keluyuran. setelah selesai bekerja, langsung pulang ke rumah."ucap wanita manja itu memperingatkan suaminya.


Danu yang mendengarnya, hanya menganggukkan kepala saya tersenyum tipis. kemudian dengan segera, langsung melajukan kendaraannya untuk bekerja.


Di perjalanan, laki-laki itu seakan ada dorongan kuat dari dalam tubuhnya. sehingga tanpa sadar, laki-laki itu melajukan kendaraannya hingga berbelok arah.


"loh kenapa aku ke sini?"tanya laki-laki itu dengan raut wajah kebingungan. karena saat ini, laki-laki itu berada tepat di rumah mantan mertuanya.


Di saat dan ingin memutar kendaraannya menjauh dari sana, tak sengaja mata elangnya menatap pintu yang perlahan-lahan terbuka. dan tak berselang lama, muncullah dua orang wanita yang membuat tubuh Danu seketika membeku.

__ADS_1


Karena di hadapannya saat ini, dan melihat wanita yang sangat ia rindukan selama bertahun-tahun. dan saat ini berada tepat di hadapannya.


Tanpa pikir panjang lagi, laki-laki itu memutuskan untuk turun dari dalam mobil. namun langkahnya segera terhenti, saat melihat wanita kesayangannya itu masuk ke dalam mobil.


"kau tidak akan pernah lolos."setelah mengatakan hal itu, laki-laki tampan itu segera membuntuti kemanapun mobil yang ditumpangi Azalia melaju.


Hingga tak lama berselang, mobil itu telah berhenti tepat di sebuah bangunan setengah jadi.


"apa dia membuka usaha di sini?"tanya Danu pada dirinya sendiri."Jika benar dia membuka usahanya di sini, maka aku akan menjadi pelanggan setia."setelah mengatakan hal itu, Danu segera melanjutkan kendaraannya untuk menuju ke perusahaan.


Akhirnya, laki-laki itu merasa sangat senang karena dapat bertemu kembali dengan wanita pujaan hatinya.


***


"bagaimana, apakah kamu suka tempat ini?"banyakin Tania menatap ke arah Putri semata wayangnya itu.


Azalia yang mendengar itu, hanya menganggukkan kepala Seraya tersenyum tipis.


"berapa lama ini akan selesai?"tanya Azalia kepada salah satu pekerja yang merenovasi tempat itu.


"satu minggu lagi, Mungkin semuanya sudah beres."ucap pekerja itu dengan yakin.


Azalia yang mendengar itu, hanya mengangguk-anggukkan kepala. kemudian tersenyum tipis.


"Mami minta es krim."tiba-tiba saja Kenzo merengek meminta untuk dibelikan es krim.


Tentu saja hal itu langsung dituruti oleh Kintania. membuat Azalia yang melihatnya, seketika menggelengkan kepala.


"selalu saja dituruti."ucap wanita cantik itu Seraya menyusul Bunda dan juga anaknya.

__ADS_1


"tidak sering dan hanya sesekali. dan itu tidak akan membuat kita bangkrut kan,"goda Kintania pada putrinya.


__ADS_2