(Bukan) Perebut

(Bukan) Perebut
Semakin Menjadi


__ADS_3

Beberapa hari setelah kejadian Danu mau makan semua rujak yang dibelikan untuk Azalia, wanita itu semakin aneh dalam meminta sesuatu. tentu saja hal itu membuat Danu merasa sangat pusing.


Karena jika tidak dituruti, Azalia akan menangis tersedu-sedu dengan mengatakan dirinya tidak sayang lagi kepadanya. namun jika dituruti, dirinya sudah tidak sanggup untuk memakan makanan yang tidak ia inginkan.


"aku sekarang harus apa Bun?"tanya Danu pada ibu mertuanya saat mereka sedang saling bertukar kabar lewat telepon.


"turuti saja semuanya nak, mood ibu hamil itu tidak menentu."terdengar suara kintani dari seberang sana.


Tentu saja, hal itu membuat dan yang mendengarnya, seketika menghilang nafas panjang. tujuannya menelpon Ibu mertuanya, untuk mencari perhatian dan meminta wanita paruh baya itu untuk sedikit menasehati putrinya.


Namun apa yang terjadi, Ibu mertuanya itu justru malah mendukung dan membiarkan kelakuan dari Azalia yang semakin lama semakin parah. bukannya Danu tidak ingin menuruti keinginan Azalia. hanya saja, laki-laki itu merasa sedikit kewalahan. Jika setiap minta makanan, wanita itu hanya mencicipi sesaat. dan selebihnya, yang menghabiskan adalah Danu.


Jika dibiarkan terus-menerus, bukan tidak mungkin tubuh Danu yang awalnya kekar itu, akan menjadi bulat sebulat tekadnya menikahi Azalia.


"tapi Bun kalau begini terus? bukan tidak mungkin aku yang akan menjadi gemuk."ucap Danu Seraya mendengus kesal.


Sementara Kintania yang ada di seberang sana, seketika terkekeh pelan. wanita paruh baya itu sepertinya tahu apa yang dirasakan oleh menantunya itu. mungkin sangat menderita bagi Danu. karena laki-laki itu terbiasa makan sedikit untuk menjaga kebugaran dan juga bentuk tubuhnya.


Terdengar aneh memang. karena biasanya yang menjaga penampilan itu adalah seorang wanita atau kaum hawa. Namun ternyata, seorang pria pun juga melakukan hal yang sama.


"sudahlah lebih baik istrimu itu senang dulu. daripada kamu tidak dibukakan pintu,"goda Kintania pada menantunya itu.


Tentu saja hal itu semakin membuat dan merasa sangat tebal."Ya sudah deh kalau begitu, aku permisi dulu. masih ada urusan di kantor."ucap Danu tidak berbohong.


namun respon dari Kintania justru berbeda. karena wanita paruh baya itu mengira, jika menantunya saat ini tengah sebal terhadapnya.


"nak Danu apakah marah dengan Bunda?"tanya Kintania dengan suara hati-hati.


Danu yang mendengarnya, seketika membulatkan mata."Bu... bukan begitu maksudku. aku memang ada kerjaan banyak."ucap laki-laki itu dengan cepat.


"syukurlah kalau begitu. Bunda kira kamu marah dengan ibu karena candaan Ibu tadi."ucap wanita paruh baya itu bernafas dengan lega.

__ADS_1


Danu yang mendengarnya, seketika terkekeh pelan."mana mungkin aku marah sama Bunda. Bunda itu sudah seperti orang tuaku sendiri."ucap Danu dengan ekspresi wajah yang sangat tulus.


Membuat Kintania yang mendengarnya, seketika menghila nafas lega. tak lama berselang, terdengar suara teriakan dari seseorang.


"maaf Bunda sepertinya istriku manggil."ucap Danu Seraya berpamitan kepada wanita paruh baya itu.


"Ya sudah kalau begitu bunda juga ingin masak." ucap Kintania pada menantunya itu.


****


"kenapa sayang?"tanya Danu pada istrinya saat sudah berada tepat di hadapan wanita itu.


"kamu ngapain?"tanya Azalia menatapnya dengan tatapan kesal.


"oh tadi aku lagi teleponan sama orang kantor. memangnya kenapa?"tanya laki-laki itu pada sang istri.


"Ya sudah kalau begitu cepat belikan makanan kesukaanku. awas aja kalau nggak."peringat Azalia pada sang suami.


Sepeninggalan Danu, wanita itu seketika terdiam. Azalia juga merasa bingung dengan tingkahnya sendiri. karena tidak biasanya, wanita itu bersikap seperti itu pada sang suami.


"kenapa aku bisa seperti ini? kenapa semuanya semakin menjadi?"tanya Azalia pada dirinya sendiri.


Dirinya tidak mengerti, kenapa perasaan kesal itu semakin lama semakin menumpuk. dan akan tambah muak jika menata kearah sang suami.


"duh sayang, jangan buat Mama seperti orang jahat dong,"ucap wanita cantik itu Seraya mengusap perutnya yang masih rata itu.


Tak lama berselang terdengar suara derap langkah kaki yang masuk ke dalam rumah."Sayang ini makanannya."ucap Danu Seraya mengulurkan tangan kepada sang istri.


Namun di luar dugaan laki-laki itu. karena ternyata Azalea segera menyingkir dari hadapan Danu. hingga membuat laki-laki itu, seketika merasa kebingungan.


"sayang kamu kenapa?"tanya Danu pada istrinya itu.

__ADS_1


"tidak apa-apa lebih baik Mas tunggu di luar saja. aku mau makan."ucap wanita itu Seraya merampas plastik itu dengan cepat.


"kenapa aku harus keluar?"Danu bertanya dengan raut wajah kebingungan.


"karena aku merasa mual saat melihat wajahmu."dengan entengnya, wanita yang telah berbadan dua itu mengatakan hal yang seperti itu.


Tentu saja hal itu membuat Danu yang mendengarnya, segera melayangkan tatapan tajam. namun bukannya Azalia merasa takut, wanita itu justru malah membalas tatapan sang suami menjadi lebih tajam. hingga membuat Danu seketika terdiam.


"Ya sudah kalau begitu aku keluar dulu. kalau kamu butuh apa-apa, tolong segera hubungi aku."akhirnya Danu memutuskan untuk mengalah daripada terjadi keributan besar yang tidak ia inginkan nantinya.


****


"kenapa wajahmu khusut sekali bro?"tanya salah seorang teman Danu. karena laki-laki itu saat ini tengah melakukan video call bersama dengan teman-temannya.


"memangnya kalau wanita sedang hamil itu hormonnya naik turun ya?"tanya Danu tanpa sadar.


Laki-laki itu seketika merutuki kebodohannya setelah menyadari sesuatu hal yang seharusnya teman-temannya tidak tahu.


"lu tadi ngomong apa?"tanya salah seorang teman Danu menatap ke arah laki-laki itu.


"euumm nggak. aku cuma mau bertanya, buat pengalamanku nanti setelah menikah."ucap laki-laki itu dengan segera meralat omongannya.


"oh kirain kamu sudah nikah."Celetuk salah satu di antara mereka.


Memang Danu belum memberitahukan tentang fakta sebenarnya kepada teman-temannya. laki-laki itu merasa teman-temannya itu bisa saja berkhianat dan membocorkannya kepada kedua orang tua jika dirinya memberitahu nantinya.


Untuk itulah, laki-laki itu berniat untuk menyembunyikannya sampai waktu yang ditentukan.


"kalau pengalaman aku sih, mood ibu hamil itu memang berubah-ubah."jawab salah satu diantara mereka.


"pasti kamu sudah tidak sabar ya mau menikahi Keyla?"tanya salah seorang lagi menggoda laki-laki itu.

__ADS_1


Para teman-teman dari Danu tidak ada yang mengetahui jika Danu menjalin hubungan dengan Azalia. setiap ditanya oleh teman-temannya, laki-laki itu akan menjawab hubungan mereka sebatas majikan dan pembantu. entahlah mengapa dana tidak ingin memberitahu status yang sebenarnya pada teman-temannya itu


__ADS_2