
Saat ini, Azalia sedang berada di ruangan Sang putra seorang diri. karena ayah dan ibu mertuanya, sedang memberi makanan di luar rumah sakit. sementara Kintania, sedang beristirahat. karena kondisinya yang sedikit menurun akibat memikirkan tentang keadaan cucunya itu.
Sementara Danu, laki-laki tampan itu tengah mencari tahu tentang siapa pelaku yang menabrak putranya itu. Namun sepertinya, laki-laki itu mengalami kesulitan untuk menemukannya. karena hingga sampai saat ini, Dirinya belum menemukan petunjuk apapun.
"kenapa aku tiba-tiba lapar?"tanya Azalia Seraya menyentuh perutnya yang terasa perih akibat perut yang tidak tersentuh oleh makanan apapun. hampir satu hari dirinya tidak makan karena merasa tidak mood untuk menyantap sesuatu.
"lebih baik aku mencari makanan saja. lagi pula, keadaan Kenzo sudah mulai stabil."setelah mengatakan hal itu, Azalia segera keluar dari ruangan putranya. namun sebelum itu, wanita cantik itu menitipkan pada suster jaga.
Sesampainya di kantin rumah sakit, wanita itu justru malah tidak berselera karena melihat makanan yang tidak menarik dipandang mata.
"kenapa aku tiba-tiba jadi pemilih makanan seperti ini?"tanya Azalia dengan raut wajah kebumen. karena biasanya, wanita cantik itu tidak pernah bersikap seperti itu. dirinya akan menyantap makanan apapun tanpa pandang bulu. Namun sepertinya, hal itu kini berbeda. karena tiba-tiba saja, wanita itu merasa tidak berselera saat melihat makanan yang ada di kantor rumah sakit itu.
"lebih baik, aku cari makanan di luar saja."setelah mengatakan hal itu, Azalia memutuskan untuk keluar dari bangunan kesehatan itu. kakinya dengan dengan melangkah menyusuri halaman rumah sakit untuk menuju di sebuah warung yang terletak di seberang jalan sana.
"wah itu ada nasi pecel!"sorak Azalia dengan raut wajah kegirangan. dengan tanpa basa-basi, wanita itu segera melangkahkan kakinya untuk menyebrang. karena dirinya melihat, tidak ada kendaraan satupun yang melewati jalanan itu.
Namun siapa sangka, bahwa di ujung jalan sana, ada sebuah motor yang mengintai gerak-gerik Azalia. mereka dengan cepat segera bergerak, saat mendapati wanita itu sudah berada tepat di tengah jalan raya. dan tiba-tiba saja,...
__ADS_1
bruuakk
"aaaakkhh!"
Dentuman benda keras seketika Terdengar sangat nyaring. saat tubuh seseorang, berhadapan dengan sebuah kuda besi yang berjalan dengan sangat cepat dan juga kencang. hingga membuat tubuh Azalia, kata-kata terpental sangat jauh.
Tak berselang lama, jalanan yang awalnya sangat sepi itu, ketika berubah menjadi stang dan manusia. mereka sangat terkejut dan langsung berlari untuk menghampiri seorang wanita yang telah tergeletak tak berdaya di tengah-tengah jalan raya itu.
"tolong! tolong!"seorang dari mereka, segera berteriak dan langsung berlari ke arah rumah sakit itu. dan tak berselang lama, beberapa petugas Rumah sakit segera datang untuk mengevakuasi Azalia yang masih merintih kesakitan. wanita itu segera dibawa ke ruang gawat darurat.
Sementara itu di tempat lain, terlihat Danu tengah sibuk untuk mencari keberadaan orang-orang yang telah mencelakai putranya. lagi tampan itu saat ini tengah bersama dengan beberapa orang detektif yang sengaja ia sewa untuk mencari keberadaan orang-orang itu.
Memang, Danu sangat sengaja untuk tidak melibatkan pihak kepolisian dalam aksinya ini. karena menurut Danu, jika dirinya melibatkan pihak berwajib, maka dirinya tidak bisa untuk bersamena-mena terhadap para pelaku itu. karena mereka, pasti akan langsung dilindungi dengan alasan hak asasi manusia.
Karena menurut Danu, tindakan yang dilakukan oleh para bedebah itu, tidak cukup jika hanya di penjara saja. karena mereka sudah tega dalam melukai seorang anak kecil yang bahkan tidak tahu menahun tentang masalah yang terjadi. jadi, untuk apa dirinya bermurah hati untuk memaafkan mereka? sementara mereka saja tidak mengenal usia saat melakukan aksi itu.
Di saat dirinya tengah fokus untuk mencari informasi bersama dengan para detektif itu, tiba-tiba saja ponselnya berdering. dan setelah melihat ke layar ponselnya, Danu sempat terdiam. karena tertera nama sang ibu di sana.
__ADS_1
"Ada apa ya? kenapa perasaanku menjadi tidak enak seperti ini?"tanya Danu pada dirinya sendiri. Namun demikian, laki-laki itu tetap mengangkatnya. dan berjalan sedikit menjauh dari para detektif itu.
"iya Bu, ada apa?"tanya Danu dengan suara pelan.
"hiks hiks hiks.Dan..Danu, apa kamu bisa segera pulang?"tanya Megan dari seberang sana.
Tentu saja hal itu membuat danau yang mendengarnya, mengerutkan dahi."kenapa Ibu menangis seperti ini? Ada apa sebenarnya, Bu?"tanya Danu dengan perasaan yang mulai tidak enak.
"is.. istri kamu baru saja ditabrak oleh seseorang. Dan sekarang, sedang berada di ruang ICU."jawab wanita paruh baya itu dengan nada suara terbata-bata.
degh
Jantung Danu seakan ingin lepas dari tempatnya. saat laki-laki itu, mendengar ucapan dari ibunya. dunianya seakan runtuh. artinya seakan luluh lantak saat mendengar kabar itu.
Tanpa basa-basi, laki-laki tampan itu segera memutus sambungan telepon dan langsung berlari untuk kembali ke rumah sakit. sepanjang jalan, laki-laki itu merutuki dirinya sendiri. harusnya dirinya tidak meninggalkan istrinya seorang diri. dan seharusnya, laki-laki itu mempercayakan semuanya pada detektif kepercayaannya itu. namun apa daya, semua telah terjadi. dan semua telah hancur berantakan.
"aku memang bodoh maafkan aku sayang."ucap laki-laki itu Seraya berlinang air mata.
__ADS_1