(Bukan) Perebut

(Bukan) Perebut
Mesra Lagi


__ADS_3

Sore harinya setelah mereka pulang dari urusan masing-masing, Azalia dan juga Danu masuk ke dalam kamar dengan wajah lesu. karena pasangan suami istri itu, baru saja membuka usaha masing-masing.


Azalia dengan restoran lumpia dan juga sushi. sementara Danu, dengan perusahaan kecil yang bergerak di bidang pabrik lumpia.


Karena memang sepasang suami istri itu, sudah sepakat akan membuka usaha yang dapat menguntungkan mereka berdua.


"bagaimana kantor kamu hari ini mas?"tanya Azalia menatap ke arah sang suami sekilas saat wanita itu tengah membersihkan wajahnya dari sisa-sisa make up.


"Semuanya lancar. mungkin dua hari lagi, aku sudah akan membuka lowongan pekerjaan."ucap laki-laki itu Seraya berjalan menghampiri sang istri yang masih sibuk membersihkan wajahnya dari riasan make up.


Tiba-tiba saja, tangan kekar itu melingkar di pinggang ramping milik istrinya. dan laki-laki itu menopang dagu pada pundak wanita itu.


"Sayang, apa kamu masih marah?"tanya Danu dengan suara pelan. karena laki-laki itu takut, jika istrinya masih dalam suasana hati yang tidak baik-baik saja.


Namun, prasangkanya ternyata salah. Karena Wanita itu, malah membalikkan tubuhnya. membuat mereka berdua sekarang saling berhadapan.


"siapa bilang aku marah?"tanya Azalia Seraya mengangkat satu alisnya disertai dengan senyuman tipis yang menghiasi wajah cantiknya.


"tapi tadi pagi,.."ucapan Danu terhenti, saat melihat ekspresi wajah istrinya yang seperti kesenangan setelah mengerjai seseorang.


"kamu ya,"laki-laki itu segera mengangkat tubuh istrinya dan membawanya ke atas ranjang.


"kamu harus dihukum atas semua ini."ucap laki-laki tampan itu seraya menatap mata istrinya dengan sangat dalam dan juga penuh kasih sayang.


"siapa takut."tantang Azalia Seraya menjulurkan lidah.


Sontak saja, Danu yang melihat itu segera lembar benda kenyal yang menjadi favoritnya setelah menikah dengan wanita itu. mereka berpacu dalam kebahagiaan yang sulit untuk dijelaskan dengan kata-kata. atau bahkan dengan harta sebanyak apapun.


"sekarang kamu tidurlah."ucap laki-laki itu setelah melaksanakan kegiatannya. dirinya menarik tangan istrinya. hingga wanita itu, jatuh ke dalam pelukan dan mereka, akhirnya tertidur dalam posisi saling berpelukan.


"apa kamu janji, tidak akan pernah meninggalkanku?"tiba-tiba saja, Azalia bertanya seperti itu.


Danu yang mendengarnya, seketika membuka mata. padahal laki-laki itu baru saja akan menutup matanya karena merasa berat dan juga lelah akibat aktivitas yang baru saja, mereka jalani itu.

__ADS_1


"kenapa kamu bertanya seperti itu?"tanya Danu dengan raut wajah tidak suka. karena memang laki-laki itu sangat membenci jika istrinya membahas tentang perpisahan mereka.


Karena sampai kapanpun, Danu tidak akan pernah melepaskan istri tercintanya itu. walaupun nantinya akan ada beberapa masalah yang akan mengguncang rumah tangga mereka.


"iya sebentar lagi kan, kamu akan menikah dengan calon yang diberikan oleh ibumu itu."ucap Azalia memaksakan untuk tersenyum. padahal dalam hatinya, wanita itu merasa sangat sakit saat mengatakan kalimat itu.


"itu masih lama sayang, dan aku akan menyusun berbagai cara, untuk menggagalkan semuanya."gumam laki-laki itu penuh dengan keyakinan.


"caranya bagaimana?"tanya Azalia yang merasa penasaran.


Namun Danu tidak menjawabnya. laki-laki itu malah mengeratkan pelukannya dan memejamkan mata. tak berselang lama, terdengar dengkuran halus dari laki-laki itu.


Tentu saja hal itu membuat Azalia yang mendengarnya, Seketika mendengus kesal. namun tak berselang lama, kedua sudut bibir wanita itu terangkat membentuk senyuman manis. tangan lentik wanita itu, terangkat mengusap wajah tampan sang suami.


"semoga kebahagiaan, akan terus menghampiri kita."gumamnya sebelum menenggelamkan wajah di dada bidang suaminya.


Akhirnya, pasangan suami istri itu terlelap dalam posisi saling berpelukan satu sama lain


Kebetulan hari ini mereka pulang lebih awal karena sekarang baru pukul tiga sore. sehingga mereka, masih memiliki banyak waktu luang untuk beristirahat.


Malam harinya, pasangan pengantin baru itu segera menuju ke meja makan. setelah asisten rumah tangga mereka, memberitahu bahwa makanannya sudah siap.


"ayo Mas kita makan."ucap Azalia dengan suara yang tampak Terdengar sangat riang. Hal itu membuat danau yang mendengarnya, seketika terkekeh pelan.


Mereka menikmati makan malam dengan sesekali bercanda tawa. dan Hal itu membuat Danu, merasa menjadi seperti manusia pada umumnya.


Karena jika berada di rumah orang tuanya, mereka diharuskan untuk menikmati makanan itu dalam keadaan hening. dan akan berbicara jika ada perlunya saja. Hal itu membuat Danu, tumbuh menjadi sosok orang lain.


"kamu mau jalan-jalan atau tidak?"tanya Danu menawarkan pada sang istri.


"ke mana?"tanya wanita itu.


"ke alun-alun kayaknya enak."ucap Danu Seraya menarik tangan istrinya.

__ADS_1


"naik mobil?"tanya Azalia lagi.


Danu yang mendengar itu, seketika menggelengkan kepala."nggak enak kalau naik mobil. kita pakai motor saja ya,"


"motor siapa? bukankah kita tidak memiliki motor?"tanya Azalia dengan raut wajah kebingungan.


"pinjem sama Mang Karta."ucap Danu Seraya menunjuk ke arah motor tua yang terparkir tidak jauh dari tempat Mereka berdiri.


Karena memang, semua pekerja di rumah Danu, diharuskan untuk menginap. karena mereka bekerja setiap hari.


"memangnya boleh?"tanya Azalia lagi.


Danu yang mendengar pertanyaan dari istrinya itu, seketika terkekeh."ternyata istriku ini cerewet juga ya,"ucap laki-laki itu Seraya mengusap kepala istrinya itu dengan gemas.


Azalia yang mendengarnya seketika mencebikkan bibir.


"tapi aku suka. aku suka kamu yang cerewet seperti ini. daripada mendiamkan aku seperti kemarin." lanjut laki-laki itu Seraya menatap ke arah wanita tercintanya itu.


Azalia yang mendengarnya, sukses mengulum senyum. wanita itu segera menarik tangan suaminya agar cepat menghampiri tukang kebun itu untuk meminta izin.


"Mang Karta, kita boleh pinjam ya,"ucap Danu saat melihat laki-laki paruh baya itu, baru saja keluar dari dalam ruangan yang memang telah disediakan.


"Tuan Nyonya, mau malam mingguan ya?"laki-laki paruh baya itu mencoba untuk menggoda majikannya.


"Malam Minggu apa mang, ini kan masih hari Kamis?"tanya Danu Seraya menggelengkan kepalanya.


"iya siapa tahu, mau persiapan malam mingguan."celetuk mang Karta.


Membuat Danu dan juga Azalia yang mendengarnya, seketika terkekeh pelan. dan setelah mendapatkan izin, pasangan pengantin baru itu Segera menaiki kuda besi itu untuk dibawa jalan-jalan ke alun-alun kota.


Sesampainya di sana, Azalia segera turun dari motor itu dan langsung menghampiri sebuah gerobak yang tidak jauh dari sana.


Setelah memesan makanan yang mereka mau, mereka segera duduk di bangku taman yang memang telah disediakan.

__ADS_1


"Akhirnya bisa mesra kembali."gumam laki-laki itu Seraya mengusap kepala Azalia dengan penuh kasih sayang.


__ADS_2