
Saat ini Azalia bersama dengan Danu, tengah berada di ruang tamu rumah itu. sejak tadi suasana di rumah itu begitu terasa mencekam. ada aura yang tidak bisa dijelaskan di antara mereka berdua. dan hal itu sangat kentara sekali dirasakan oleh Kintania.
"sudahlah Danu, jangan pernah memaksa Azalia lagi. dia sepertinya sudah enggan untuk bersama denganmu lagi."ucapan Kintania itu, membuat keduanya menoleh ke arah sumber suara.
Danu yang mendengar itu, seketika menggeleng pelan."tidak Bunda. aku tidak ingin melepaskan dia."ucap laki-laki itu dengan nada tegas.
Tentu saja hal itu membuat Azalia yang mendengarnya, seketika membelalakkan kedua matanya."apa maksudmu? kenapa kamu egois seperti ini?"tanya wanita itu Seraya menatap tajam ke arah Danu.
Membuat laki-laki itu, seketika menundukkan kepala. karena apa yang dikatakan oleh Azalia itu, ada benarnya. dirinya memang bersikap egois kali ini. tapi sungguh, laki-laki itu benar-benar tidak ingin kehilangan wanita yang sangat ia cintai itu.
"maafkan aku Azalia. aku memang laki-laki yang egois. tapi percayalah, aku sungguh-sungguh tidak ingin kehilanganmu."ucap laki-laki itu Seraya mencoba meraih tangan dari wanita yang masih berstatus sebagai istrinya itu.
Namun dengan segera, Azalia menepis tangan itu."tidak usah pegang-pegang seperti itu. aku tidak ingin disentuh olehmu."ucapnya Seraya melayangkan tatapan tajam ke arah laki-laki itu.
Dengan segera, laki-laki itu berdiri dan menghampiri bocah laki-laki yang kebetulan keluar dari ruangan itu."jika kau tidak ingin kembali kepadaku, Maka jangan harap kau dapat melihat anak ini."setelah mengatakan hal itu, Danu segera menggendong bocah laki-laki itu ingin membawanya pergi dari sana.
__ADS_1
Tentu saja hal itu dilakukan hanya untuk menggertak Azalia saja. karena laki-laki itu tidak akan pernah tega untuk membuat hati wanitanya hancur.
"apa yang kamu lakukan?"tanya Azalia dengan menarik tangan bocah kecil itu. hingga akhirnya, terjadilah aksi tarik-menarik di antara mereka.
"stop! kalian ini seperti anak kecil saja."tiba-tiba saja, Kintania berteriak dengan mantan. membuat keduanya seketika terdiam tak berkutik.
"aku tidak ingin kehilangan dia Bunda. Jadi jika aku kehilangan dia, maka dia juga harus kehilangan anak ini."ucap laki-laki itu dengan nada tegas.
"pengadilan pasti akan mengabulkan apa yang aku inginkan. karena ekonomi ku jauh lebih mapan daripada kalian."lanjutnya.
"aku tidak peduli. aku akan berusaha untuk mendapatkan hak asuh dari Kenzo."setelah mengatakan hal itu, Danu segera pergi dari sana. meninggalkan kedua wanita itu yang masih terdiam tak berkutik di tempatnya.
***
Sementara itu di tempat lain, terlihat Keyla bersama dengan seorang lelaki yang tak lain adalah mantan kekasihnya itu. mereka saat ini sedang beradu pandang dengan tatapan saling membunuh satu sama lain.
__ADS_1
"apa yang kau inginkan? Jika kamu menginginkan uang, maka aku akan memberikannya padamu."ucap Keyla Seraya melayangkan tatapan tajam ke arah laki-laki itu.
Sementara orang yang diajak bicara, seketika tersenyum miring dan menggelengkan kepalanya."tidak! aku tidak ingin uangmu. aku hanya ingin, Kau Kembali menjadi kekasihku."ucap laki-laki itu dengan tenang.
Tentu saja hal itu membuat Keyla yang mendengarnya, membulatkan kedua matanya."kau jangan gila ya. Mana mungkin aku kembali lagi kepadamu. kau jangan pernah mimpi!"sentak wanita itu dengan tatapan membunuhnya.
"oh kau tidak ingin kembali lagi kepadaku?"tanya laki-laki itu.
" tentu saja, tidak. mana mungkin aku ingin kembali dengan laki-laki sepertimu!"ucapnya dengan senyuman sinisnya.
"oke kalau begitu. aku akan mengaku pada suamimu, siapa sebenarnya Thalia itu."setelah mengatakan hal itu, laki-laki itu segera bangkit dari tempat duduknya. tentu saja hal itu membuat Kayla seketika terdiam tak berkutik.
Nb : yuk mampir ke cerita temen aku ini dijamin kalian nggak akan pernah nyesel.
__ADS_1