
Beberapa waktu setelah pertemuan antara Azalia dan juga madunya, membuat wanita cantik itu, semakin merasa tidak tenang. beberapa kali wanita cantik itu, berencana ingin meninggalkan tempat itu. namun hal itu segera di tepisnya. mengingat jika dirinya dan juga Kenzo, adalah satu-satunya orang yang dimiliki oleh sang Bunda. tentu saja wanita itu tidak akan pernah merasa rela, Jika sesuatu hal terjadi pada wanita paruh baya itu.
"aku tidak bisa seperti ini terus. aku harus segera melakukan sesuatu tindakan."setelah mengatakan hal itu, Azalia segera bangkit dari tempat duduknya melangkahkan kakinya untuk keluar dari rumah.
Kebetulan hari ini, Azalia berada di rumah seorang diri karena Kenzo dan juga Kintania berada di kedai milik mereka. yang semakin lama, semakin ramai.
"lebih baik aku susul Kenzo dan juga Bunda saja."setelah mengatakan hal itu, wanita cantik itu segera membereskan semuanya.
Dirinya segera bersiap-siap untuk menuju ke kedai lumpia yang semakin ramah semakin ramai dengan pengunjung itu.
Tak membutuhkan waktu lama, Azalia telah sampai di depan kedai itu. senyumnya seketika mengembang. saat mendapati pengunjung yang membludak di depan matanya.
"Alhamdulillah! semua berjalan dengan lancar."setelah mengatakan hal itu, Azalia segera melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam tempat itu.
Wanita cantik itu segera berbaur dengan karyawan lain untuk melayani para pembeli. yang semakin lama, semakin meningkat itu. hingga tanpa sadar, ada seseorang yang mengamati wanita itu dari dekat. orang itu, berada bersama dengan beberapa pengunjung yang mengantri.
Hingga semuanya telah selesai mengantri. namun laki-laki itu masih tetap berada di sana. membuat Azalia, seketika menautkan kedua alisnya. pernah merasa kebingungan dengan orang itu.
"Maaf Mas, Anda ini Mau beli apa ya? kenapa tidak memesan lumpia seperti yang lain?"tanya Azalia yang merasa aneh dengan tingkah laki-laki itu.
degh
Jantungnya seakan ingin lepas dari tempatnya. saat laki-laki itu, perlahan-lahan membuka topi penutupnya.
__ADS_1
"Mas Danu,"ucap wanita itu Seraya melangkahkan kakinya untuk menjauh dari tempat itu. padahal baru saja tadi pagi, wanita itu ingin berbicara baik-baik terhadap laki-laki yang masih menjadi suaminya itu untuk tidak mengganggunya. tapi semuanya berubah saat melihat wajah itu. wajah yang masih sangat ia cintai dan masih menetap di relung hatinya itu.
Secara perlahan-lahan, semua orang yang ada di sana seakan mengerti dengan situasi saat ini. mereka semua, memutuskan untuk menyingkir secara perlahan. hingga di tempat itu, hanya tersisa dua sejoli itu.
Jika Danu ingin meminta, laki-laki itu ingin meminta pada Tuhan, untuk menghentikan waktu barang sebentar. Karena sejujurnya, laki-laki tampan itu tidak ingin membuang-buang waktu yang sangat berharga itu.
greepp
Tubuh mereka seketika menyatu. saat dengan tiba-tiba, Danu memeluk tubuh Azalia dengan. hingga membuat wanita itu, sejenak merontak meminta untuk dilepaskan.
"Mas malu dilihatin orang-orang."ucap wanita itu mencoba untuk melepaskan dekapan sang suami.
Danu yang mendengar itu, ikut menoleh ke kanan dan ke kiri memastikan semuanya."di sini tidak ada orang sayang. kau jangan pernah mengelabuiku lagi. cukup 5 tahun yang lalu aku menjadi orang yang sangat bodoh karena berhasil kau tinggalkan. Karena setelah ini, akan kupastikan kau tidak akan pernah meninggalkanku lagi."ucap laki-laki itu Seraya membenamkan bibirnya di kening Azalia.
"kenapa kamu tidak ingin menatapku? apakah kau benar tidak mencintaiku lagi? hingga kau meninggalkanku begitu saja?"berbagai pertanyaan itu seketika meluncur bebas dari mulut Danu.
Sehingga membuat Azalia seketika tercekat. karena wanita cantik itu juga merasa kebingungan bagaimana cara untuk menjelaskannya pada laki-laki yang masih berstatus sebagai suaminya itu.
"a.. aku minta maaf. aku tidak ada maksud untuk meninggalkanmu kala itu. tapi,..."Azalia menghentikan ucapannya. wanita cantik itu merasa sangat kebingungan bagaimana menjelaskan semuanya.
"ah, sudahlah lupakan. kebetulan, aku ingin berbicara baik-baik denganmu."ucap Azalia mengangkat wajahnya. menatap lekat ke arah wajah laki-laki itu.
"apa yang kau ingin bicarakan?"tanya Danu menarik dengan istrinya untuk duduk di sebuah kursi yang memang disediakan di ruangan itu.
__ADS_1
Azalia tak langsung menjawab pertanyaan dari sang suami. wanita itu sejenak terdiam dengan menghirup udara sebanyak mungkin. dan setelah perlahan-lahan, mulai menghembuskannya.
"aku meminta dengan baik, untuk kau tidak lagi menggangguku. anggap saja kita tidak akan pernah bertemu sebelumnya. karena aku tidak ingin, semua menjadi runyam kembali."ucapnya dengan nada datar dan wajah yang sangat serius.
"kau ini bicara apa? kenapa kau meminta sesuatu yang tidak akan aku kabulkan?"tanya Danu menatap ke arah istrinya itu.
Bukannya menjawab, wanita itu justru segera melenggang pergi dari sana. hingga membuat Danu, berniat untuk mengejarnya. namun suara seseorang, membuat laki-laki itu seketika menghentikan langkah.
"Kak Danu!"panggil seorang wanita yang tak lain adalah Keyla. raut wajah yang sangat masam.
Entah bagaimana ceritanya, namun Wanita itu sudah berhasil mengejar Danu hingga sampai ke tempat itu. tanpa perlawanan dan tanpa basa-basi, laki-laki itu segera menurut saat Keyla menariknya untuk segera pulang.
Di sepanjang perjalanan, Keyla menatap tajam ke arah laki-laki itu. membuat Danu seketika menatapnya. hingga membuat mereka berdua, seketika saling pandang.
"kenapa kamu menemui wanita itu lagi?"tanya Keyla secara tiba-tiba hingga membuat alis Danu seketika bertaut.
"kenapa ?apa salahnya? dia adalah istriku."ucapnya dengan santai. hingga membuat wanita itu, seketika menatapnya dengan tatapan kebingungan.
"ternyata obat itu memang benar benar sudah tidak bekerja."gumam wanita itu dalam hatinya.
Tiba-tiba saja, Danu menghentikan laju kendaraannya. hingga membuat Keyla merasa sangat kebingungan.
"tolong kita akhiri semuanya saja. karena aku benar-benar tidak bisa mencintaimu."ucap laki-laki itu dengan lembut berusaha untuk berbicara dengan baik kepada wanita manja itu.
__ADS_1