(Bukan) Perebut

(Bukan) Perebut
Pura pura Bahagia


__ADS_3

"Mas, Mas Danu baik-baik saja?" tanya Azalia dengan raut wajah panik.


"a..aku aku baik-baik saja."ucap laki-laki itu setelah susah payah menahan gejolak yang ada di dalam dada.


"syukurlah kalau begitu, Mas kapan pulangnya?"tanya Azalia dari seberang sana.


gluk


Seketika itu pula, Danu menelan salivanya dengan susah payah. karena laki-laki itu tidak mungkin mengatakan hal yang sebenarnya pada Azalia.


Karena dapat dipastikan, wanita kesayangannya itu pasti akan hancur berkeping-keping setelah mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.


"aku masih ada di rumah Ibu."ucap laki-laki itu Seraya menghela nafas panjang.


"Mas menginap?"tanya wanita cantik itu lagi. sebenarnya, Azalia tidak memiliki maksud apa-apa dalam menanyakan hal itu. hanya saja, entah mengapa wanita yang tengah berbadan dua itu merasa sangat merindukan suaminya.


Namun anehnya, jika didekati oleh laki-laki itu, maka Azalia akan merasa sangat mual. kata dokter yang biasa dialami oleh ibu hamil.


"nggg... sepertinya Mas menginap malam ini."ucap laki-laki itu Soraya menahan nafas. karena laki-laki itu sudah dapat memastikan, bahwa sang istri pasti akan merajuk nantinya.


Tapi mau bagaimana lagi, semua ini sudah terlanjur terjadi. dan lagi pula, Danu tidak bisa untuk melawannya. karena jika laki-laki itu melakukan hal itu, maka bukan keselamatannya saja yang terancam. Melainkan, keselamatan istri dan juga calon anaknya juga akan terancam.


Danu semakin merasa tidak enak, saat laki-laki itu mendengar istrinya mend*sah pelan."maafkan aku istriku."ucap laki-laki itu dalam hati.


"Ya sudah kalau begitu, aku mau istirahat dulu."ucap Azalia setelah cukup lama terdiam.


"Ya sudah kamu istirahat saja. assalamualaikum."ucap laki-laki itu Soraya menutup panggilan telepon.


Tak terasa, air mata laki-laki itu ikut menetes sesaat setelah benda pipih itu ia letakkan di atas nakas."maafkan aku sayang aku tidak bermaksud untuk melakukan semua ini.

__ADS_1


Tanpa disadari oleh Danu, seseorang sejak tadi menguping pembicaraan laki-laki itu. kedua tangannya seketika terkepal sangat kuat saat Mendengar pembicaraan laki-laki yang ada di dalam kamar itu.


"beraninya dia mempermainkanku,"ucap wanita itu yang tak lain adalah Keyla.


Memang Keyla mengetahui jika Danu dan juga Azalia menjalin hubungan. tapi wanita manja itu tidak mengetahui, jika laki-laki yang tengah ia incar itu, telah melakukan pernikahan.


"aku akan merebut laki-laki itu kembali. dia akan tetap menjadi milikku apapun Yang terjadi."setelah mengatakan hal itu, Keyla segera pergi dari sana. niatnya untuk masuk ke dalam kamar, seketika ia urungkan saat mendengar percakapan dari laki-laki itu.


"aku harus meminta Mama dan juga Ibu untuk mengatur perjalanan bulan madu kami." ucap wanita itu Seraya melangkahkan kakinya untuk menemui mertua dan orang tuanya.


****


Sementara itu di tempat lain, terlihat Azalia tengah termenung di atas tempat tidur. entah mengapa, dadanya terasa sangat sesak. setelah mendengar penuturan dari suaminya itu.


"kenapa dadaku terasa sesak seperti ini? bukankah Mas Danu hanya ingin ke rumah orang tuanya dan menginap di sana? kenapa rasanya sakit seperti orang yang baru saja ditinggal menikah?"tanya Azalia pada dirinya sendiri.


Tak berselang lama terdengar suara ketukan pintu dari luar kamarnya. Azalia dengan perlahan, turun dari tempat tidur.


Padahal tanpa diketahui oleh Azalia, ibunya telah terlebih dahulu mengetahui semuanya. karena Danu, sudah meminta izin agar wanita paruh baya itu menjaga Azalia di saat dirinya menginap di rumah orang tuanya.


Tentu saja, laki-laki itu tidak menceritakan kejadian yang sebenarnya. karena dapat dipastikan, wanita paruh baya itu pasti akan merasa sangat kecewa jika mengetahui bahwa dirinya telah menikah lagi.


"apa kamu baik-baik saja?"tanya Kintania berbasa-basi.


"aku baik-baik saja bunda."ucap wanita cantik itu dengan tersenyum tipis. Kintania yang mendengarnya, hanya mengangguk-anggukkan kepala.


"Ya sudah kalau begitu lebih baik kita makan malam dulu."wanita paruh baya itu, menarik tangan putrinya dan membawanya menuju ke ruang makan.


"silakan dinikmati sayang."setelah mengatakan hal itu, Kintania ikut duduk di sebelah putrinya.

__ADS_1


Mereka menikmati makanan dalam suasana hening. bahkan beberapa kali, wanita paruh baya itu melirik ke arah samping.


"kamu kenapa sayang?"tanya Kintania Seraya menghentikan aktivitas makannya.


Azalia yang awalnya terdiam, seketika mendungakan kepala. dan beberapa saat kemudian, tersenyum lebar.


"aku tidak apa-apa Bunda memangnya aku kenapa?"tanya Azalia Seraya tersenyum kecil.


Kintania yang mendengarnya, hanya menggelengkan kepalanya pelan."tidak apa-apa ayo makan lagi."ucap wanita paruh baya itu melanjutkan aktivitasnya.


Selepas makan, Azalia segera masuk ke dalam kamarnya untuk beristirahat. dan sebelum memejamkan mata, wanita itu membuka ponselnya kembali. berharap ada pesan dari sang suami yang mengatakan jika dirinya tidak jadi menginap.


Namun ternyata, apa yang ia harapkan sia-sia. karena sama sekali tidak ada panggilan masuk ataupun pesan masuk dari akhlak itu.


"ingat Azalia hanya malam ini. karena besok, suamimu sudah pulang dan berkumpul denganmu kembali."ucap wanita itu Seraya memejamkan mata.


****


"Kak Danu nggak tidur?"tiba-tiba saja* suara Keyla mengagetkan dan membuyarkan lamunan laki-laki tampan itu.


"eh, emm nanti dulu lah. kalau kamu mau istirahat istirahat saja."ucap laki-laki itu Seraya memaksakan senyuman.


Keyla yang mendengarnya, hanya tersenyum simpul."emm ini kan hari pernikahan kita, apa kak Danu nggak,.."ucapan wanita itu menggantung di udara. karena Keyla benar-benar merasa sangat kesal saat ini. apalagi saat melihat raut wajah bingung dari suaminya itu.


"awas aja kamu Kak, kamu akan menjadi milikku apapun Yang terjadi."ucap wanita itu mengeram kesal.


Akhirnya, wanita manja itu memutuskan untuk berbaring di samping sang suami dengan posisi membelakangi laki-laki itu.


Hatinya saat ini merasa sangat kesal karena diabaikan oleh laki-laki yang sangat ia cintai. sementara Danu, laki-laki itu sebenarnya mengetahui apa yang dimaksud oleh wanita yang bergelar sebagai istrinya itu.

__ADS_1


Namun apalah daya, Danu sama sekali tidak tertarik dengan wanita yang ada di sebelahnya saat ini. karena pikiran laki-laki itu, masih tertuju kepada Azalia istri tercintanya. wanita yang sangat ia cintai.


"maafkan aku Azalia sayang, aku tidak bermaksud untuk menghianatimu."setelah mengatakan hal itu, laki-laki tampan itu segera memejamkan mata dan terlelap.


__ADS_2