(Bukan) Perebut

(Bukan) Perebut
Ketahuan


__ADS_3

Beberapa waktu pun dilalui oleh Danu, dengan hati yang hampa. karena sampai saat ini, laki-laki tampan itu belum menemukan Di mana keberadaan dari sang istri. tentu saja hal itu membuatnya, merasa sedikit frustasi.


"sssshh dimana sih kamu sayang? aku mohon jangan tinggalkan aku. sudah cukup 5 tahun itu kamu meninggalkanku tanpa sebuah kabar yang jelas. tapi sekarang, aku benar-benar merasa tidak kuat.": ucap laki-laki itu Seraya menjambak rambutnya sendiri.


Laki-laki itu saat ini berada di kedai milik Azalia. dengan harapan, laki-laki itu akan menemukan petunjuk Di mana keberadaan istri yang masih ia cintai.


Yap Danu masih menyebutnya sebagai seorang istri. karena laki-laki itu merasa, baru mengucapkan kata talak sebanyak satu kali. sehingga itu baru jatuh talak satu. namun jika nantinya itu dipermasalahkan oleh pihak pengadilan atau pihak keagamaan, maka Danu akan mengulanginya lagi.


Saat laki-laki itu tengah fokus menatap ke sekeliling untuk mencari keberadaan wanita kesayangannya itu, dan tidak sengaja melihat seseorang yang sangat ia kenal. walaupun orang itu menggunakan pakaian yang serba tertutup, tapi dari gerak-gerik dan juga postur tubuhnya, Danu sangat mengenali orang itu.


"Bunda tunggu!"teriak Danu ke arah wanita paruh baya itu. namun sayangnya, orang itu sama sekali tidak mendengar teriakannya.


Wanita paruh baya itu segera melangkahkan kakinya untuk pergi dari tempat itu. sepertinya, orang itu tengah terburu-buru. membuat Danu yang melihatnya, segera mengikuti langkah orang itu.


Cukup lama laki-laki itu menempuh perjalanan. hingga pada akhirnya, Danu berhenti di sebuah rumah yang terlihat sangat biasa saja.

__ADS_1


Tak lama berselang, orang itu melepaskan jubah hitamnya. dan Hal itu membuat Danu yang melihatnya, seketika tersenyum kecil. karena ternyata, tebakannya itu benar. bahwa orang itu adalah ibu mertuanya.


"akhirnya kalian aku temukan."ucap Danu saat laki-laki itu melihat Azalia keluar dari rumah itu.


Tentu saja hal itu membuat wanita itu, merasa sangat terkejut. bahkan dengan segera, Azalia mencoba berlari masuk ke dalam rumah dan mengunci pintu. Namun ternyata, gerakannya sedikit lambat dan kalah cepat dengan Danu. sehingga kini, laki-laki itu telah menyudutkan tubuh Azalia di tembok.


Membuat wanita itu seketika bergetar."a... apa yang akan kamu lakukan? aku mohon, lepaskan aku!"ucap wanita itu dengan raut wajah ketakutan dan nada suara yang terbata-bata.


Danu yang mendengar itu, seketika menggelengkan kepala."sampai kapanpun, tidak akan pernah melepaskanmu. sampai kapanpun juga, kamu masihlah menjadi istriku."ucapnya Seraya tersenyum miring.


"apa maksudmu? bukankah kamu telah mengatakan kalimat keramat itu?"kini tatapan Azalia terlihat begitu mengerikan dengan suara yang terdengar sangat marah. dirinya merasa dipermainkan oleh laki-laki yang ada di hadapannya saat ini.


Azalia yang mendengar itu seketika menggelengkan kepala."tidak sampai kapanpun, aku tidak akan pernah kembali kepadamu. sudah cukup aku merasa tersiksa."ucap wanita itu dengan ekspresi wajah marah.


Namun hal itu sama sekali tidak digubris oleh Danu."sampai kapanpun, kamu akan tetap menjadi istriku apapun Yang terjadi."setelah mengatakan hal itu, Danu segera pergi dari sana. meninggalkan dua wanita itu yang masih terdiam di tempatnya.

__ADS_1


****


Sementara itu di tempat lain, terlihat seorang wanita yang seperti tengah bersembunyi dari seseorang.


"sialan kenapa aku bisa bertemu dengan dia?"tanya wanita itu yang tak lain adalah Keyla.


Keyla mencoba untuk menghindar dari laki-laki yang tak lain adalah mantan kekasihnya.


"kamu bersembunyi dari siapa?"tiba-tiba saja suara seseorang terdengar dari belakang tubuh Keyla. buat wanita manja itu seketika menoleh ke arah sumber suara. dan tak lama berselang, kedua matanya membulat sempurna.


"ke.. kenapa kamu ada di sini? menyingkir dari hadapanku!"ucap wanita itu dengan tubuh bergetar hebat. dan dengan segera ingin meloloskan diri.


Namun gerakannya kalah cepat dengan laki-laki itu. karena laki-laki itu, telah terlebih dahulu mencengkram pergelangan tangan Keyla."lepaskan aku."ucap wanita itu Seraya berusaha melepaskan diri.


Membuat laki-laki itu, seketika tersenyum kecil."kau tidak akan bisa lari lagi dariku."setelah mengatakan hal itu, laki-laki itu segera menyeret tubuh Keyla untuk berjalan bersamanya.

__ADS_1


Nb: yuk mampir ke cerita temanku. ceritanya dijamin bagus kamu nggak akan pernah nyesel.



__ADS_2