(Bukan) Perebut

(Bukan) Perebut
Curiga


__ADS_3

Beberapa hari berlalu dengan penuh kebahagiaan. karena Danu, sangat menjaga dan memanjakan istrinya itu. Bahkan, laki-laki itu sebenarnya menolak saat sang istri ingin bekerja kembali di kedai lumpia miliknya. karena laki-laki itu takut, jika hal yang buruk akan terjadi pada istri dan juga calon anaknya.


"Mas Danu tenang saja. aku akan baik-baik saja. kan ada ini,"ucap Azalia Seraya mengangkat tangannya yang menggenggam sebuah topeng silikon.


"tetap saja aku khawatir. Lagi pula, kenapa kamu memilih untuk tetap bekerja. Padahal, kamu kan sudah merekrut beberapa pekerja untuk kedai lumpia kamu itu?"tanya Danu dengan wajah cemberut.


"jawabannya simpel sih Mas. karena aku, ingin bekerja."ucap Azalia tersenyum simpul.


"tapi kan kamu lagi hamil sayang, mas tidak ingin, kamu kelelahan dan berdampak buruk pada kandungan kamu."ucap Danu Soraya mengusap perut istrinya yang masih datar itu.


Azalia yang mendengarnya seketika tersenyum simpul. "mas tidak usah khawatir. lagi pula bukannya Mas sudah mendapatkan beberapa orang untuk mengawasiku?"tanya Azalia bernada menyindir.


Karena Wanita itu tahu, jika suaminya itu telah menempatkan orang-orang yang telah ia sewa di berbagai tempat untuk mengawasi gerakan istrinya.


"aku hanya ingin kau aman."ucapnya pelan Seraya memeluk tubuh istrinya dari belakang. dan menumpu dagu de leher istrinya.


Saat ini mereka tengah berada di kota Mawar. apa yang menjadi tempat tinggal mereka yang baru. karena kemarin istrinya itu tiba-tiba saja, meminta untuk pulang kediaman mereka sendiri. padahal saat itu, mereka berada di kediaman Kintania.


"bukannya Mas juga ingin mengawasi perusahaan baru Mas?"Azalia menatap ke arah sang suami.


Danu yang mendengar itu, hanya menganggukkan kepala."Ya sudah kalau begitu kita berangkat saja."ucapnya Seraya menggenggam dan menarik tangan istrinya untuk keluar dari dalam kamar pribadi mereka.


" Tuan, Nyonya, sarapannya sudah siap."ucap Natalie Seraya menghampiri majikannya itu untuk segera melaksanakan sarapan pagi.


Wanita berusia empat puluh tahun itu, sudah diberitahu oleh Danu. soal kehamilan Azalia. tujuannya adalah, wanita itu menjaga istrinya dengan baik saat dirinya tidak berada di rumah dikarenakan kesibukan bekerja, ataupun pulang ke rumah kedua orang tuanya.

__ADS_1


"hari ini masak apa Bu?"tanya Azalia Seraya duduk di samping sang suami dan mulai menyiapkan keperluan laki-laki itu.


"sesuai dari perintah Tuan, saya memasak makanan 4 sehat 5 sempurna untuk Anda nyonya."ucap Natalie Seraya tersenyum tipis.


Mendengar ucapan dari wanita paruh baya itu, membuat Azalia seketika menatap ke arah sang suami dengan tatapan tak percaya. karena ternyata, suaminya itu begitu perhatian dan juga sangat menyayanginya.


"terima kasih karena kamu telah memberikan cinta padaku."ucap Azalia Seraya menggenggam tangan kekar laki-laki itu.


"sama-sama sayang, sudah sekarang kamu makan saja. itu ada bayam sama telur sama ayam dan juga susu ibu hamil rasa stroberi."ucap Danu Soraya menunjukkan arah meja makan.


Azalia yang mendengar itu, hanya menganggukkan kepala. kemudian tersenyum tipis. dan mulai menyantap makanan itu dengan lahap. memang di kehamilan pertama ini, saya tidak mengalami morning sickness. Justru terkadang yang mengalami hal itu adalah Danu. membuat wanita itu sesekali terkikik geli. saat mengingat wajah suaminya yang menahan mual.


Setelah menghabiskan semua makanan yang ada di atas meja, Azalia dan juga Danu segera keluar dari dalam rumah untuk menuju ke mobil.


"kamu yakin mau pergi ke tempat itu?"tanya Danu sekali lagi. dan jawaban Azalia masih tetap sama. Danu yang melihatnya hanya dapat menghembuskan nafasnya kasar.


Mereka segera berangkat menuju ke tempat masing-masing. walaupun, tempat mereka tidak terlalu jauh satu sama lain, Danu tetap menempatkan beberapa anak buah untuk mengawasi Azalia.


"kantor kamu bagus banget Mas."ucap Azalia. saat wanita itu, tidak sengaja melihat bangunan megah yang terlihat dari seberang jalan sana.


"iya itu satu minggu lagi akan ada peresmian. dan setelah itu, para karyawanmu akan mampir ke kedai lumpiamu."ucap Danu dengan yakin.


"kenapa kamu bisa yakin seperti itu?"tanya Azalia Seraya membuka pintu mobil. karena mereka, telah sampai di tempat tujuan.


"karena beberapa hari yang lalu, aku memberikan testi kepada mereka. dan kata mereka, lumpia kamu itu enak dan unik. karena di dalamnya, terdapat susis dan juga pentol. dan sausnya, kamu menggunakan mayones."ucap Danu Seraya menjelaskan.

__ADS_1


Azalia yang mendengar penuturan dari sang suami, hanya tersenyum senang. karena memang Wanita itu sudah memikirkan matang-matang tentang idenya itu. memang terlihat sama. namun, jelas berbeda karena diciptakan dari kepala yang berbeda pula.


****


Saat Danu tengah menerima laporan-laporan tentang perusahaan yang baru saja hampir rampung itu, ponselnya tiba-tiba berdering. dan tak lama berselang, laki-laki itu segera mengangkatnya tanpa membaca terlebih dahulu siapa yang menelponnya.


"halo Danu, kamu sekarang ada di mana? apa Ibu bisa ketemu denganmu?""tanya Megan dari seberang sana.


"Maaf Bu aku saat ini sedang sibuk."ucap Danu menolak dengan halus. laki-laki itu tidak memberitahukan kepada kedua orang tuanya, jika dirinya membuka perusahaan kecil di kota Mawar itu. Danu hanya beralasan, bahwa dirinya tengah bekerja di luar kota. dan selama ini kedua orang tuanya tidak pernah curiga.


Karena Danu melaksanakannya dengan cara sebaik mungkin dan sehalus mungkin. Bukan maksudnya untuk membohongi kedua orang tuanya. hanya saja, Danu tidak ingin orang tuanya itu mengacaukan semuanya.


Nanti jika perusahaan Danu telah berkembang cukup pesat, barulah laki-laki itu akan membuka rahasianya.


"pokoknya Ibu tidak mau tahu. kau harus datang ke sini sekarang juga!"ucap wanita paruh baya itu dengan penuh penekanan.


Tentu saja hal itu membuat Danu yang mendengarnya, menghela nafas panjang."baiklah aku akan ke sana sekarang."ucap Danu pada akhirnya.


****


"kamu tenang saja ya sayang, sebentar lagi Danu akan datang kemari."ucap Megan Seraya mengusap kepala calon menantunya itu dengan penuh kasih sayang.


Keyla yang mendengarnya, hanya menganggukkan kepala. tiba-tiba saja, wanita itu berlari masuk ke dalam kamar mandi yang tidak jauh dari sana.


"kamu kenapa sayang?"tanya Megan dengan raut wajah panik. wanita paruh baya itu, segera berlari menghampiri calon menantunya itu.

__ADS_1


"aku tidak apa-apa. mungkin aku hanya tidak enak badan."ucap wanita itu dengan setenang mungkin. agar wanita paruh baya yang ada di belakangnya saat ini, tidak curiga.


__ADS_2