
Setelah selesai dengan urusan yang ada di kedai lumpia, Danu dan juga Azalia, segera menuju ke kediaman mereka. di sepanjang perjalanan, sepasang suami istri itu tak henti-hentinya bercanda tawa satu sama lain.
Tiba-tiba saja, Azalia terdiam. Hal itu membuat Danu yang melihatnya, seketika merasa khawatir.
"kamu kenapa sayang? Ada yang sakit?"tanya Danu dengan ekspresi wajah yang sangat panik.
Memang semenjak istrinya itu mengandung, Danu menjadi semakin sigap dan juga cekatan dalam mengerjakan pekerjaan apapun itu. baik pekerjaan rumah ataupun pekerjaan yang lainnya. tentu saja hal itu membuat Azalia yang melihatnya, merasa sangat bahagia.
Ternyata dirinya benar benar tidak salah dalam memilih pasangan. karena ternyata, pilihannya kali ini adalah laki-laki yang perhatian lembut dan juga tegas.
"sepertinya aku mau makan makanan yang segar-segar."tiba-tiba saja, Azalia berkata seperti itu setelah terdiam cukup lama.
Tentu saja hal itu membuat Danu yang mendengarnya, merasa sedikit tenang. karena ternyata istrinya itu hanya memikirkan tentang makanan bukan karena menahan rasa sakit atau semacamnya. mungkin bisa dibilang, Danu adalah laki-laki terlebai yang ada di dunia ini. karena menanggapi semuanya dengan reaksi yang berlebihan.
Tapi mau bagaimana lagi, laki-laki itu merasa sangat senang dan juga bahagia saat mendapati istrinya dalam keadaan hamil setelah mereka menikah hampir dua bulan lebih.
" kalau begitu kamu tunggu sini. biar Mas saja yang membeli banyak untukmu."ucap laki-laki itu seraya membuka pintu mobil. segera berlari untuk menghampiri tukang rujak yang tidak jauh dari sana.
Sementara Azalia, wanita itu hanya tersempit betapa perhatian dan gigihnya sang suami saat mencoba untuk menyenangkan hati istrinya.
"aku memang tidak pernah salah dalam memilih tambatan hati."ucap wanita itu Soraya tersenyum haru dengan pandangan mata yang sudah mengembun.
Tak berapa lama, Danu kembali dengan membawa beberapa kantong yang berisi makanan untuk istri tercintanya itu.
"banyak sekali, Mas?"tanya Azalia menatap ke arah suaminya itu dengan tatapan tak percaya. namun tersirat juga tatapan berbinar dari dalam mata wanita itu.
"biar kamu puas makanya."ucap Danu Seraya tersenyum tipis. mereka segera kembali melanjutkan perjalanan menuju ke tempat tinggal mereka berdua.
__ADS_1
Tak berselang lama mobil yang ditumpangi oleh sepasang suami istri itu, telah sampai di depan rumah. dan dengan segera, Danu mengangkat tubuh istrinya untuk membawanya ke dalam rumah.
Laki-laki tampan itu, seakan tidak mengizinkan wanita kesayangannya untuk turun dari dalam mobil dan berjalan menuju ke arah rumah. terdengar sedikit lebay memang. tapi Danu tidak ingin mengambil resiko terjadi sesuatu hal yang tidak dia inginkan kepada istri dan juga calon anaknya itu.
"aku itu bisa jalan sendiri. aku itu lagi hamil bukan lagi sakit."protes Azalia dengan mencebikkan bibir .
Sementara Danu, laki-laki itu tidak memperdulikan ocehan dari istrinya. malah semakin lebar dalam melangkahkan kaki agar cepat sampai di ruang keluarga.
"Bu Natalie, bawakan piring dan juga sendok kemari."ucap Danu sedikit berteriak.
Tentu saja hal itu membuat Azalia yang mendengarnya, seketika melotot tajam menatap ke arah suaminya itu.
"yang sopan kalau bicara dengan yang lebih tua."tegur Azalia.
Sementara Danu yang mendengarnya, hanya menganggukkan kepala Seraya tersenyum kikuk. "Maaf aku tidak sengaja."ucapnya pelan.
Tak lama berselang, asisten rumah tangganya itu datang menghampiri sepasang suami istri itu. dan langsung mempersiapkan semuanya.
"oh ya sudah kalau begitu. saya permisi ke belakang dulu."ucap wanita itu Seraya menganggukkan kepala.
"tunggu dulu!"ucap Danu. membuat wanita paruh baya itu, seketika menghentikan langkahnya.
"ini saya tadi membeli banyak. sebagian ini buat ibu saja."ucap Danu Soraya menyerahkan sebungkus lontong kepada wanita paruh baya itu.
"terima kasih Tuan Nyonya, kalau begitu saya permisi dulu." ucap wanita paruh baya itu dan segera meninggalkan sepasang suami istri itu.
"aku kira tadi kamu mau ngasih semua makanan itu buat aku? Baru saja aku mau protes. mana bisa perutku menampung makanan yang begitu banyak itu? eh ternyata buat dibagi-bagi."ucap Azalia mengulum senyum.
__ADS_1
stak
Danu seketika menyentil kening istrinya. membuat si pemilik, ketika mengadu kesakitan."mana mungkin aku membiarkan istriku kesakitan untuk menghabiskan makanan itu sendiri. jika disuruh memilih, lebih baik aku yang menikmati rasa sakit itu."ucap Danu saya tersenyum tipis.
Azalia yang awalnya cemberut karena sentilan di keningnya itu, seketika tersenyum lebar. sungguh wanita itu merasa sangat beruntung karena dapat menjadi wanita kesayangan dari seorang laki-laki yang sangat tulus seperti Danu.
"terima kasih. terima kasih karena kamu telah menerima aku dengan sangat tulus."ucap wanita itu Seraya menggenggam tangan keker milik suaminya.
"sama-sama. aku berjanji, akan membuatmu selalu bahagia dan tidak akan pernah membuatmu menitihkan air mata kesedihan."ucap laki-laki itu dengan bersungguh-sungguh.
Setelahnya, mereka mulai melahap rujak buah itu satu persatu. dan seperti wanita hamil kebanyakan, Azalia hanya mencicipi sedikit-sedikit makanan yang ada di hadapan itu. dan yang harus menghabiskannya, tak lain dan tidak bukan adalah suaminya sendiri. dengan alasan, keinginan bayi.
Sungguh, alasannya sangat menyebalkan memang. tapi karena rasa cinta Danu yang cukup besar, akhirnya laki-laki itu menerima semuanya dengan ikhlas.
"tidak apa-apa, nanti dia kenyang dan juga senang."ucap laki-laki itu dalam hati Seraya meyakinkan dirinya. bahwa dia pasti akan kuat menjalani siksaan ringan itu.
****
Sementara itu di tempat lain, hal yang sama juga dialami oleh Keyla. wanita cantik dan juga glamor itu, saat ini tengah merasakan keinginan yang sangat kuat dari dalam tubuhnya. bedanya, wanita itu harus berjuang agar dapat mewujudkan keinginan seseorang yang ada di dalam rahimnya.
"kenapa aku jadi ingin makan martabak manis?"tanya wanita itu pada dirinya sendiri. kemudian dengan perlahan, wanita cantik dan anggun itu segera melangkahkan kakinya menuju ke arah dapur.
"Nona Keyla cari apa?"tanya sama seorang pelayan di rumah itu.
"aku ingin makan martabak manis dan juga martabak telur. apakah kamu bisa membuatnya?"tanya Kila dengan nada suara takut dan sedikit ragu.
"boleh nona. memangnya Nona menginginkan topping apa?"tanya pelayan itu pada anak majikannya.
__ADS_1
"toping keju sama coklat."ucapnya dengan mata berbinar.
"baiklah kalau begitu. saya akan membuatkannya dulu. Nonavsilakan tunggu di kamar saja."ucap pelayan itu mulai mempersiapkan keinginan anak dari majikannya itu.