(Bukan) Perebut

(Bukan) Perebut
Kebahagiaan


__ADS_3

Dua bulan kemudian,...


Kemesraan dari sepasang pengantin baru itu semakin lama semakin hangat dan semakin indah. tentu saja hal itu membuat semua orang yang melihatnya, akan merasa iri. namun, Danu dan juga Azalia tidak pernah menampakan wajah aslinya saat mereka keluar untuk jalan-jalan.


Yap. Danu telah mempersiapkan sebuah topeng kulit yang membentuk wajah seseorang untuk diberikannya kepada sang istri. jika mereka ingin meluangkan waktu.


Karena setelah bulan madu dadakan itu, Azalia merengek minta untuk ikut dan menginap di rumah ibunya. walaupun hal itu tidak akan lama. Karena usaha Wanita itu, semakin lama semakin laris. dan membuat Azalia, tidak leluasa untuk meninggalkannya.


Sementara Danu, laki-laki itu juga tidak bisa sering untuk mengunjungi istrinya. karena dirinya, harus menjaga rahasia itu agar tetap aman. alhasil, Danu memesan topeng kulit itu. untuk mengelabui semua orang.


"kamu seperti orang lain jika memakai topeng itu."ucap Azalia menatap ke arah sang suami dengan senyuman tipis yang menyungging di wajah cantiknya.


"kamu juga seperti gadis Korea."balas Danu memuji istrinya itu.


"berarti aku harus memakai topeng ini terus agar selalu dipuji cantik oleh suamiku?"tanya Azalia pura-pura merajuk.


Danu yang mendengar itu, seketika dibuat gelagapan."Bu.. bukan begitu maksud aku,"ucap laki-laki itu Seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Danu tidak ingin ada kesalahpahaman di antara mereka berdua. karena mereka, baru merasakan manisnya pengantin baru. sehingga tidak ingin, membuat semua menjadi kacau berantakan.


Tiba-tiba saja, Azalia tertawa terbahak-bahak. hingga membuat laki-laki itu, ketika mengerti bahwa dirinya tengah di kerjai oleh istrinya sendiri.


"beraninya kamu mengerjai aku!"ucap Danu mengeram kesal. laki-laki itu langsung menarik wanitanya untuk masuk ke dalam pelukan. dan tak membutuhkan waktu lama, kedua bibir mereka saling bertaut satu sama lain.


"aku tidak akan pernah melepaskanmu."ucap laki-laki itu berbisik di telinga Azalia. dan dengan segera, membawa istrinya itu masuk ke dalam kamar. karena mereka saat ini, tengah berada di kediaman Kintania.


"Mas lepaskan aku!"teriak wanita itu yang mengerti akan dibawa kemana tubuhnya saat ini.


"aku tidak akan pernah melepaskanmu."ucap Danu Seraya menutup pintu dan menguncinya.

__ADS_1


Hal itu membuat Azalia seketika mendengus kesal. Namun demikian, wanita cantik itu tidak bisa untuk menolak. karena selain kewajiban, Azalia juga menginginkan hal itu. sehingga, kisah Bahagia itu terulang kembali di rumah mertuanya.


Sore harinya,...


Mereka baru akan bersiap-siap menuju ke rumah sakit. karena beberapa hari ini, Azalia mengeluh pusing dan sedikit mual pada tubuhnya. ditambah lagi, sesekali wanita itu akan merasa kesakitan pada tulang-tulangnya.


"apa kamu sudah siap memakai topeng itu?"tanya Danu menatap ke arah istrinya.


"aku sudah siap sejak pagi!"ucap Azalia mendelik tajam ke arah suaminya. karena memang mereka berencana akan ke rumah sakit pada pagi hari. tapi semuanya gagal karena ulah dari suaminya.


"iya iya istriku sayang, galak amat sih."ucap laki-laki itu Seraya menarik tangan istrinya untuk segera berangkat.


Karena laki-laki itu telah memberikan janji bertemu dengan dokter obgyn. dan karenanya, harus sedikit terlambat.


"Mas yakin tidak akan ketahuan?"tanya Azalia yang merasa was-was. karena baru pertama kalinya, wanita itu menggunakan topeng seperti ini.


"kamu tenang saja sayang. semuanya akan aman."ucap Danu dengan penuh keyakinan.


Tak lama berselang, mobil yang dikendarai oleh Danu, telah sampai di parkiran rumah sakit. dengan segera, laki-laki itu menuntun istrinya untuk masuk ke dalam bangunan rumah sakit itu.


Di koridor rumah sakit, Azalia sempat melihat keberadaan seseorang yang ia kenal. lebih tepatnya, seseorang yang dikenalkan oleh suaminya sebagai orang yang akan dijodohkan dengannya.


"apa itu benar-benar dia?"tanya Azalia pada dirinya sendiri.


"kamu melihat apa sayang?"tanya Danu Seraya menepuk bahu istrinya. membuat wanita cantik itu, seketika tersentak kaget.


"oh, tidak apa apa."ucap Azalia dengan cepat. dan mereka kembali berjalan untuk masuk ke dalam ruangan dokter kandungan.


Sesaat dirinya masuk ke dalam ruangan itu, Azalia terhenti karena melihat seseorang keluar dari dalam ruangan itu.

__ADS_1


"berarti benar apa yang aku lihat tadi."ucap wanita itu pada dirinya sendiri. sementara Danu, laki-laki tampan itu memutuskan untuk pergi ke kamar mandi untuk menuntaskan hajatnya.


degh


Jantung Azalia seakan ingin terlepas dari tempatnya saat wanita itu berpapasan dengan Keyla. Seketika, otak wanita cantik itu travelling.


"untuk apa dia datang kemari? bukankah dia akan dijodohkan dengan Mas Danu? atau jangan-jangan,..."Azalia seketika menggelengkan kepalanya. saat prasangka-prasangka buruk itu, menjelajah manja di dalam otaknya.


"itu Mungkin hanya perasaanku saja."ucapnya Seraya menggelengkan kepalanya pelan.


"Sayang, sudah masuk?"tiba-tiba saja suara seseorang mengagetkan Azalia. dan membuat lamunan wanita itu, seketika buyar.


"belum Mas ini mau masuk."ucap wanita itu Seraya tersenyum tipis. Danu yang mendengarnya menganggukkan kepala. dan dengan segera pasangan suami istri itu, masuk ke dalam ruangan itu.


****


"selamat ya, istri Anda tengah mengandung."ucap seorang dokter wanita Seraya menampilkan sebuah monitor yang berisi kantong janin yang bergerak-gerak.


Mendengar ucapan dari dokter itu, membuat kedua mata Danu dan juga Azalia, seketika membulat sempurna.


"dokter serius?"tanya Danu untuk memastikan. dan langsung dijawab anggukan oleh dokter wanita itu.


seketika raut kebahagiaan, langsung terpancar dari wajah kedua suami istri itu."terima kasih ya Allah, akhirnya engkau mengabulkan doa-doaku." ucap Danu Seraya memeluk tubuh istrinya dengan suasana hati yang sangat haru.


Begitupun juga dengan Azalia. wanita itu bahkan sampai tidak bisa mengatakan sepatah kata pun karena saking merasa bahagia dengan apa yang ia dapatkan saat ini.


"a..aku hamil Mas?"tanya Azalia menatap ke arah suaminya dengan tatapan mata berkaca-kaca.


Danu yang mendengar itu, hanya menganggukkan kepala Seraya tersenyum tipis. mereka berdua menangis dalam kondisi berpelukan. membuat dokter yang ada di hadapannya saat ini, ikut tersenyum haru. karena mengira, pasangan yang ada di hadapannya saat ini, adalah pasangan yang menanti momongan sejak lama.

__ADS_1


Entah apa yang terjadi, jika dokter itu siapa sebenarnya pasangan yang ada di hadapannya saat ini. karena memang, Danu menggunakan identitas samaran Saat mendaftar untuk memeriksakan kehamilan istrinya. mungkin terdengar sedikit berani karena memalsukan sebuah identitas. namun tidak memiliki pilihan lain selain melakukan hal itu.


__ADS_2