(Bukan) Perebut

(Bukan) Perebut
Di percepat


__ADS_3

Saat ini, Kayla tengah berada di hadapan kedua orang tuanya. wanita cantik itu menatap kedua orang tuanya dengan tatapan kesal. bagaimana tidak kesal, dirinya tidak diperbolehkan untuk bertemu dengan Danu. dengan alasan, laki-laki itu saat ini telah berada di luar kota. tentu saja kedua orang tua Keyla, tidak mengizinkan anak gadisnya untuk datang ke sana sendirian.


"kenapa sih nggak boleh? aku itu mau menemui calon suamiku, kenapa kalian melarangnya?"tanya Keyla menatap kedua orang tuanya secara bergantian.


Sementara Carlos dan juga Nadia yang mendengar itu, seketika saling pandang dan tersenyum penuh arti. membuat Keyla yang ada di sana, semakin merasa kesal.


Wanita itu bahkan menghentak-hentakkan kakinya beberapa kali untuk menetralisir rasa kesal yang menyeruak masuk ke dalam dada. Keyla bahkan tidak menyahut saat kedua orang tuanya memanggilnya untuk kembali duduk di sana.


"dasar orang tua menyebalkan sekali sih!"gerutu wanita itu Seraya masuk ke dalam kamar dan langsung mengujinya.


Sementara itu di ruang tamu, tanpa Carlos dan juga Nadia tengah berbincang satu sama lain.


"apa papa yakin mau melakukannya?"tanya Nadia pada sang suami untuk memastikan semuanya.


"aku yakin. tapi kita laksanakan secara tertutup saja. aku tidak mau proyekku yang telah dirintis sejak awal hancur begitu saja."ucap Carlos Seraya menatap ke arah istri tercintanya itu.


Nadia yang mendengarnya, hanya dapat menganggukkan kepala. disertai dengan senyuman tipis yang membingkai wajah cantik wanita paruh baya itu.


*****


Sementara itu di kediaman keluarga Danu, suasana terlihat sangat ramai. banyak orang terlalu lalang tengah mempersiapkan semuanya.


"akhirnya acaranya dipercepat."ucap Megan menatap ke arah kebaya dan juga jas yang ada di hadapannya saat ini."ini cantik sekali. aku sudah tak sabar ingin melihat menantu kesayanganku menggunakan kebaya ini. pasti akan terlihat sangat cantik dan juga mempesona."ucap wanita paruh baya itu Soraya tersenyum simpul.


Wanita paruh baya itu, menoleh saat merasakan pundaknya ditepuk oleh seseorang."kenapa ada di sini?"tanya Bhaskara menatap ke arah istrinya dengan tetapan heran.


"aku sudah merasa tidak sabar untuk menanti hari itu tiba."ucap wanita itu saya tersenyum tipis.


Bhaskara yang mendengar itu, hanya tersenyum simpul. dan dengan segera, menarik tangan istrinya untuk segera masuk ke dalam kamar.


Di dalam kamar sana, sepasang suami istri itu tengah membicarakan sesuatu hal yang penting.

__ADS_1


"apa kita hubungi sekarang saja, ya?"tanya Megan menatap ke arah sang suami.


"sebaiknya besok pagi saja."ucap laki-laki paruh baya itu Seraya menarik tangan istrinya untuk segera beristirahat di dalam. karena memang waktu telah merangkak naik menjadi malam.


****


Sementara itu di dalam kamar, Danu tengah memeluk istrinya dengan sangat posesif. karena laki-laki itu, baru saja mendapatkan akses untuk kembali mendekati istrinya. walaupun Danu mengetahui, bahwa istrinya melakukan itu untuk menghormati dirinya yang sebagai seorang suami.


Namun tetap saja laki-laki itu akan menghargai kerja keras istrinya. karena saat ini Danu yakin, bahwa wanita kesayangannya tengah menahan mual karena memaksakan diri untuk berdekatan dengan dirinya.


"terima kasih. terima kasih karena kamu sudah mencoba untuk melawannya."ucap laki-laki itu tepat di telinga istrinya.


Sementara Azalia, wanita cantik itu hanya memejamkan mata. dan sesekali, akan mengangguk kecil saat mendengar ucapan dari suaminya itu.


pagi harinya,...


Mereka saat ini tengah berada di ruang makan. melakukan kegiatan sarapan seperti biasanya.


"Bunda senang kalian bisa seperti ini."wanita paruh baya itu menatap Putri dan menantunya secara bergantian.


Kemudian terhenti saat menatap ke arah Azalia yang saat ini tengah menundukkan kepala."kau harus bisa melawannya Azalia."Kintania mencoba menasehati putri semata wayangnya itu.


Sementara Danu yang mendengarnya, hanya dapat tersenyum simpul. tiba-tiba saja saat mereka tengah asik berbincang-bincang, ponsel itu berdering. dan dengan segera, mengangkat panggilan itu saat mengetahui, siapa yang menelpon.


"assalamualaikum Bu,"sama Danu saat panggilan itu telah tersambung.


"waalaikumsalam. apakah kamu bisa ke sini?"tanya Megan dari seberang sana.


"memang ada apa Bu?"tanya laki-laki itu dengan hati mendadak yang tidak enak. Sepertinya, ada sesuatu yang akan terjadi. namun sayangnya, Danu tidak bisa menerka-nerka terlebih dahulu.


"sudahlah lebih baik ke sini saja."titah Megan dari seberang sana.

__ADS_1


Tentu saja hal itu membuat Danu yang mendengarnya, seketika menghela nafas panjang. "baiklah aku akan ke sana sebelum pergi ke kantor." ucap laki-laki itu pada akhirnya.


Danu segera kembali ke tempat istri dan umur tuanya berada."aku mau pergi sebentar. mungkin tidak lama. apakah kamu mau ikut?"tanya Danu menatap ke arah sang istri.


"ke mana?"tanya Azalia dengan raut wajah penasaran.


"ke rumah ibu sama bapak."jawaban dari Danu itu, sukses membuat Azalia menatapnya dengan tatapan tajam. hingga membuat Danu, seketika terkekeh melihat raut wajah dari istrinya itu.


"mas ingin mengejekku?"tanya wanita itu Seraya mengerucutkan bibirnya. Karena Wanita itu tahu, Danu sedang mengerjainya. mana mungkin dirinya datang menemui wanita yang jelas-jelas menghina dan mengusirnya? walaupun Azalia sangat mencintai Danu, tapi wanita itu akan berpikir seribu kali untuk mendekatkan diri kepada kedua orang tua laki-laki itu.


Karena Azalia tidak ingin, merasakan sakit hati akibat dihina oleh keluarga itu. bukan karena dendam. hanya saja, wanita itu benar-benar tidak sanggup jika harus menghadapi kemarahan dari ibu mertuanya itu.


"Ya sudah kalau begitu. aku permisi sebentar." ucap Danu berlalu pergi dari hadapan istri dan ibu Mertuanya.


Di sepanjang jalan, laki-laki itu, berpikir dengan sangat keras. mengapa kedua orang tuanya, memanggilnya sepagi ini?


" ada apa sebenarnya?"tanya laki-laki itu pada dirinya sendiri.


Tak membutuhkan waktu lama, akhirnya mobil yang ditumpangi oleh Danu telah sampai di depan sebuah rumah mewah yang tak lain adalah rumah kedua orang tuanya.


"akhirnya kamu datang juga."ucap Megan merentangkan tangan menyambut kedatangan putra semata wayangnya itu.


"Ada apa ini bu?"tanya Danu setelah laki-laki itu melepaskan pelukan dari sang Ibu.


"hari ini kau akan menikah."tiba-tiba saja Bhaskara datang menghampiri istri dan juga anaknya itu.


tentu saja hal itu membuat danau yang mendengarnya, seketika terbelalak mendengar ucapan dari laki-laki paruh baya itu.


" kenapa?" tanya Danu dengan raut wajah yang sangat tidak bersahabat.


"acaranya dipercepat."ucap Bhaskara Seraya berlalu dari sana.

__ADS_1


__ADS_2