
Beberapa hari setelah kejadian itu, hubungan Azalia dan juga Danu, udah benar-benar berakhir. keduanya sudah tidak bisa lagi bertatap muka. dan Danu sesekali akan menghindar jika tidak sengaja Bertemu dengan wanita itu. tentu saja hal itu membuat Danu, merasa sangat tersiksa. karena harus berpura-pura membenci orang yang ia sayangi. namun apa boleh buat, semua itu harus ia lakukan demi keselamatan wanita yang sangat ia cintai.
Sementara Kintania, wanita itu tidak bisa berbuat apa-apa. karena yang menjalani semuanya, adalah Danu juga Azalia. tentu saja hal itu membuat Kintania merasa sangat sedih melihat mereka tidak bisa bersatu padahal saling mencintai. namun sekali lagi, wanita itu tidak bisa berbuat apa-apa untuk membantunya.
"Sayang, apakah kamu baik-baik saja?"banyakin Tania saat melihat putrinya telah melamun di taman belakang rumah mereka.
Membuat Azalia yang mendengar itu, seketika menoleh ke arah sumber suara. dan setelah itu, menganggukkan kepala Seraya tersenyum tipis.
"Azalia baik-baik saja Bun."ucapnya masih dengan senyuman yang sangat manis. Kintania yang mendengar itu, hanya terdiam kemudian duduk di samping putrinya itu dan memeluknya dengan erat.
"Bunda tahu apa yang kamu alami itu tidaklah mudah. namun Bunda yakin, kamu dapat menyelesaikannya dengan baik. Karena Tuhan tidak akan pernah memberikan sesuatu di batas kemampuan hambanya."ucap wanita paruh baya itu Soraya mengusap kepala putrinya dengan lembut.
Azalia yang mendengar itu, hanya menganggukkan kepala saya tersenyum tipis."oh ya Bunda. Kenzo ada di mana?"tanya Azalia saat tidak menemukan Di mana keberadaan putranya itu.
"Kenzo sedang berada di dalam kamar sedang belajar." ucap wanita paruh baya itu Seraya tersenyum tipis.
"kalau begitu, aku mau menyusul Kenzo ke kamar. Bunda jangan lupa istirahat ya."setelah mengatakan hal itu, Azalia segera beranjak dari tempat duduknya. wanita itu masuk ke dalam rumahnya.
tanpa diketahui oleh siapapun, ada seseorang yang memantau pergerakan Azalia. dan dengan segera, orang itu mengirimkan apa yang baru saja ia ambil.
__ADS_1
****
Sementara itu di dalam sebuah ruangan, terlihat seorang laki-laki baru saja mendapatkan pesan dari seseorang.
"maafkan aku Azalia, aku terpaksa melakukan ini."ucap laki-laki itu yang tak lain adalah Danu.
Tak lama berselang, terdengar suara pintu yang diketuk dari arah luar. dan tak berselang lama, orang itu menyembul dari balik pintu.
"sayang kamu sedang apa?"tanya seorang wanita yang tak lain adalah Keyla. membuat Danu harus berpura-pura menyambut kedatangannya.
Tentu saja hal itu berlawanan dengan hati nuraninya. karena laki-laki itu sangat membenci wanita yang ada di hadapannya saat ini. mengapa dulu dirinya manut saja saat diperintah oleh wanita itu. hingga membuahkan hasil seorang putri cantik bernama Thalia. sungguh dan sama sekali tidak mengerti mengapa hal itu bisa terjadi.
"aku hanya merindukanmu bisakah kita masuk ke dalam kamar sekarang?"tanya Keyla Seraya bergelayut manja di lengan laki-laki itu.
Tentu saja hal itu membuat Danu sekuat tenaga mencoba untuk bersikap biasa saja. padahal dalam hatinya, laki-laki itu sudah ingin mendorong tubuh Keyla untuk menjauh darinya. namun apa daya. lagi-lagi dirinya harus berpura-pura.
Akhirnya dengan terpaksa, laki-laki itu menuruti perintah dari wanita yang memang berstatus sebagai istrinya itu. di dalam kamar itu, Keyla mulai menanggalkan benang yang melekat di tubuhnya. hingga membuat wanita itu, seketika polos tanpa benang.
Dan setelah mencerna apa yang akan dilakukan oleh wanita itu, barulah Danu mengerti apa yang dimaksud oleh Keyla.
__ADS_1
"sialan apa yang harus aku lakukan?!"tanya laki-laki itu memalingkan wajah. sebagai seorang laki-laki normal, tentu saja Danu tidak akan pernah kuat jika berhadapan dengan hal yang seperti itu. Apalagi, yang ada di hadapannya saat ini adalah istrinya. walaupun Danu tidak mencintainya, Namun status mereka masihlah suami istri.
Pada akhirnya, Danu pun mendekat dan mulai melakukan aksinya. membuat Keyla seketika tersenyum senang.
"kau akan aku buat bertekuk lutut."setelah mengatakan hal itu, Keyla mulai meladeni aksi dari suaminya itu dengan perasaan yang sangat bangga.
Sementara Danu, laki-laki itu hanya melakukannya dalam keterpura-puraan. karena sesungguhnya, laki-laki itu sangat ingin meninggalkan wanita yang ada dalam kendalinya saat ini. karena sungguh, perasaan ini menyiksa batin laki-laki itu.
****
"sayang kamu sedang apa?"tanya Azalia saat masuk ke dalam kamar putranya.
"eh Mami, Kenzo lagi menggambar keluarga kita."ucap bocah laki-laki itu Seraya memperlihatkan gambarannya.
Tentu saja hal itu membuat Azalia yang melihatnya, merasa sangat sesak. karena putranya menggambar sebuah keluarga lengkap. Hal itu membuat Azalia, seketika tersenyum. walaupun di dalam hatinya, merasa sangat sakit. saat ini, lebih baik dirinya berpura-pura.
Nb: mampir yuk di karya memukau Milik teman aku ini. dijamin kalian nggak akan pernah nyesel.
__ADS_1