
Laki-laki itu keluar dari kedai lumpia milik Azalia, dengan hati yang sedikit gondok. karena laki-laki itu, sangat tidak menyukai apa yang dikatakan oleh wanita yang masih berstatus sebagai istrinya itu.
"tidak! sampai kapanpun, aku tidak akan pernah meninggalkan dia. lebih baik, aku sekarang pergi ke rumah ibu untuk mengatakan semuanya."ucap laki-laki itu Seraya mengendarai mobilnya untuk menuju ke kediaman kedua orang tuanya.
Di sepanjang perjalanan, ada berbagai rasa berkecamuk di dalam dadanya. dan tiba-tiba saja, ponselnya pun berdering. membuat Danu, seketika menepikan kendaraannya itu.
"halo Sayang, ada apa?"tanya Danu dengan suara yang sangat lembut. saat laki-laki itu tahu, yang menelpon adalah putrinya.
Yap. perlakuan Danu akan berbeda, jika berhadapan dengan bocah kecil itu. laki-laki itu akan bersikap sangat lembut jika berhadapan dengan Putri hasil pernikahannya dengan Keyla itu. karena menurut Danu, yang bersalah di sini adalah wanita itu. sementara putrinya, adalah korban dari keegoisan Keyla.
"Papa cepat pulang ya, di sini Mama mengamuk. Thalia takut pa,"ucap bocah kecil berusia 4 tahun itu dari seberang sana dengan Isak tangisnya.
"oke kamu tenang ya, Papa akan segera datang ke sana kamu tunggu sebentar."setelah mengatakan hal itu, Danu segera melajukan kendaraannya untuk sampai ke kediaman mereka.
Untuk masalah Azalia, terpaksa laki-laki itu menundanya. bukan karena tidak sayang terhadap istrinya itu. akan tetapi, putrinya juga harus di prioritaskan kali ini. karena dia dalam bahaya.
__ADS_1
"maafkan aku sayang, aku janji setelah ini semua berakhir, aku akan langsung membongkar hubungan kita di hadapan keluargaku."setelah mengatakan hal itu, Danu kembali melanjutkan perjalanannya.
****
Sementara itu di Mansion milik Keyla, Wanita itu sudah seperti orang gila mengamuk tidak jelas. Sementara Thalia, bocah kecil itu segera disembunyikan oleh para pekerja yang ada di sana. karena jika tidak, maka bocah malang itu yang akan menjadi sasaran dari kegilaan ibunya sendiri.
"Thalia, keluar kamu!"teriak Keyla menggema. membuat semua orang yang ada di sana, seketika menggigil ketakutan.
"keluar kamu atau Mama akan mengacak-acak semuanya!"ancam Keyla.
Membuat bocah kecil itu, mau tidak mau segera keluar dari persembunyiannya dan menghampiri sang ibu dengan perasaan takut-takut.
"bukankah Kak Danu sangat menyayangi gadis ini? sepertinya aku memiliki sebuah rencana untuk menahan dia agar selalu di sampingku."tiba-tiba saja, sebuah pemikiran licik memenuhi otaknya.
"sini kamu ikut Mama!"ucap Keyla Seraya menarik tangan bocah kecil itu untuk mengikuti dirinya.
__ADS_1
Semua yang ada di sana tidak ada yang berani untuk mencegah wanita itu berbuat hal gila. yang mereka hanya bisa lakukan, hanya berdiam diri menyaksikan peristiwa itu. mereka semuanya bisa berharap, jika Danu segera datang untuk menyelamatkannya.
"ampun Ma!"jerit gadis itu. saat Keyla, ingin membawanya masuk ke dalam sebuah gudang yang sangat gelap dan juga mengerikan.
Bukannya menurut ataupun iba, wanita licik itu justru tersenyum menyeringai."kita lihat saja Kak Danu, apa kamu masih ingin mempertahankan wanita itu atau melepaskannya?"tanya Keyla dengan senyuman menakutkan.
Baru saja wanita itu ingin menyeret tangan Thalia agar masuk ke dalam ruangan itu, sebuah taman tiba-tiba menahan pergerakannya.
"apa yang kamu lakukan?! kamu jangan gila, ya!"bentak Danu yang saat ini sudah berada di samping mereka.
Senyuman Keyla tiba-tiba saja terbit. aku yakin kau akan menemui dan kembali kepada kami. aku sangat bahagia."dengan rasa tidak malunya, wanita itu segera memeluk tubuh laki-laki yang masih menjadi suaminya itu dengan erat.
Dengan sekuat tenaga, Danu segera mendorong tubuh Keyla. kemudian dengan segera membawa tubuh mungil Thalia untuk menjauh dari tempat itu.
sementara Keyla, seketika tersenyum penuh kemenangan. setidaknya aku berhasil untuk menahan laki-laki itu."gumamnya Seraya tersenyum senang.
__ADS_1
Nb: yuk mampir di cerita ini dijamin kalian nggak akan pernah nyesel.