
Saat ini, Danu berada di dalam kamarnya. laki-laki tampan itu, tengah mencerna semua yang akan terjadi Beberapa saat kemudian.
"apa aku benar-benar akan menikah dengan wanita itu?"tanya dulu pada dirinya sendiri. sungguh laki-laki itu merasa tidak sanggup jika harus menghianati sang istri.
Walaupun Danu tahu, semua ini sudah diprediksi dari awal. karena mereka, memang sudah ditentang di keluarga Danu.
"apa yang harus aku lakukan?"tanya laki-laki itu pada dirinya sendiri. jujur Saja, Danu merasa bingung saat ini. dirinya harus berbuat apa untuk mencegah ini semua terjadi, tiba-tiba saja pikiran sesaat muncul di kepala laki-laki itu.
"apa aku harus melarikan diri?"tanya laki-laki itu pada dirinya sendiri. namun sesak kemudian, Danu menggelengkan kepala."tidak aku tidak boleh melakukan hal itu. karena nama baik keluargaku, sedang dipertaruhkan sekarang."lanjut laki-laki itu Seraya menggelengkan kepala.
Tak berselang lama, pintu kamar terbuka dan menampilkan sosok ibunya yang berdiri di ambang pintu Seraya tersenyum tipis. tentu saja hal itu membuat Danu yang melihatnya, seketika juga ikut tersenyum walau harus dipaksakan.
"apa kamu sudah siap?"tanya Megan Soraya mengusap rambut putranya dengan penuh kasih sayang.
"untuk apa bertanya juga, toh nantinya juga akan dipaksa."ucap laki-laki itu Seraya mendengus kesal. tentu saja perkataan laki-laki itu, ia lontarkan di dalam hatinya.
karena Danu tidak akan pernah berani untuk mengatakan hal itu secara langsung.
Dengan perlahan-lahan, laki-laki itu mengganggukan kepala. dengan segera, mengikuti langkah ibunya yang saat ini tengah menggandengnya untuk keluar dari dalam kamar.
"memangnya Keyla sudah datang?"tanya Danu melirik ke arah sang ibu.
"belum sebentar lagi akan datang. kenapa kamu sudah merasa tidak sabar ya?"tanya Megan menggoda sang putra.
Membuat Danu yang mendengarnya, seketika bergidik."aku sudah tidak sabar dengannya? tidak akan pernah mungkin."ucap laki-laki itu tanpa sadar menarik kedua sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman.
Dan sialnya, senyuman itu ditangkap oleh pandangan mata sang ibu. membuat Megan seketika merasa sangat bahagia. karena wanita paruh baya itu mengira, bahwa putranya memang tidak sabar untuk menantikan pernikahan ini.
****
__ADS_1
Sementara itu di tempat lain, terlihat seorang wanita tengah kebingungan. karena sejak tadi, kedua orang tuanya sibuk sendiri-sendiri.
"kalian ini kenapa sih?"tanya Keyla menatap kedua orang tuanya secara bergantian.
Nadia yang mendengar itu, segera menoleh ke arah sumber suara."astaga aku sampai lupa."ucap wanita paruh baya itu Soraya berjalan menghampiri putrinya dengan tergesa-gesa.
"sekarang kamu pakai ini."ucap Nadia Seraya menyerahkan sebuah kebaya yang sangat mewah dan juga indah kepada putrinya itu.
"untuk apa?"tanya Keyla dengan alis saling bertautan.
"sudah pergi saja nanti kita ceritakan di jalan."ucap wanita paruh baya itu Seraya mendorong tubuh putrinya untuk masuk ke dalam kamar.
Setelah beberapa saat, pintu kamar itu diketuk oleh seseorang. dan setelahnya, masuk dua orang wanita ke dalam kamar itu.
"kalian riasi putriku secantik dan semenarik mungkin."ucap Nadia Seraya melangkah pergi dari sana.
Tak berselang lama, Keyla keluar dari dalam kamar mandi. wanita itu menatap dua orang yang ada di hadapannya itu dengan tatapan penuh tanda tanya.
"tunggu ini sebenarnya ada apa?"tanya wanita itu Seraya memegang tangan dari salah satu parias itu.
"sudah Nona nikmati saja."setelah mengatakan hal itu, mereka segera mengerjakan apa yang diperintahkan oleh Nadia. dan tak membutuhkan waktu lama, kedua Wanita itu telah menyelesaikan pekerjaannya.
"Nona cantik sekali."ucap salah seorang dari mereka memuji kecantikan dari Keyla. tentu saja hal itu membuat wanita cantik itu merasa tersanjung.
"apakah sudah selesai?"tanya Nadia masuk ke dalam kamar putrinya. beberapa saat kemudian, wanita itu merasa terkejut saat melihat perubahan putrinya yang begitu cantik.
"apakah kamu sudah siap?"tanya Nadia setelah berhasil menguasai ekspresi wajahnya.
"mah ini sebenarnya ada apa?"tanya Keyla menatap ke arah wanita paruh baya itu.
__ADS_1
"kita berangkat saja dulu. nanti di jalan, kita akan ceritakan."tiba-tiba saja Carlos datang menghampiri anak dan istrinya.
Mereka segera berangkat menuju ke tempat acara diselenggarakan. semenjak di perjalanan, Keyla sudah merengek seperti anak kecil. Karena Wanita itu, rasa sangat penasaran.
"jadi aku akan menikah dengan Kak Danu?"tanya Keyla dengan raut wajah berbinar. sungguh wanita itu merasa sangat terkejut saat mendengar penuturan dari kedua orang tuanya.
"kenapa bisa? bukankah kalian mengatakan akan menikahkan kami dalam kurun waktu 6 bulan?"tanya Keyla menatap ke arah kedua orang tuanya secara bergantian.
"awalnya kami memang akan berencana seperti itu. tapi saat melihat raut wajah sedih kamu, papa merasa tidak tega. sehingga pada akhirnya, kita sepakat menikahkan kalian secara sederhana."jelas Carlos kepada putrinya.
Tentu saja hal itu membuat Keyla yang mendengarnya, merasa sangat bahagia dan juga sangat terkejut.
"sungguh?"tanya Keyla masih dengan ekspresi wajah tidak percaya. dan hati itu langsung dijawab angkutan oleh kedua orang tua wanita itu.
"aaaakkhh aku bahagia sekali."ucap wanita itu dengan kegirangan. membuat Carlos dan juga Nadia yang mendengarnya, seketika terkekeh pelan.
Tak berselang lama, mereka telah sampai di kediaman keluarga Abraham. dan dengan segera mereka turun dari dalam mobil itu.
Tak membutuhkan waktu lama, kini Keyla dan juga Danu telah sah menjadi suami istri. kenal itu membuat perasaan berbeda tumbuh di dalam hati sepasang pengantin baru itu.
"maafkan aku Azalia, aku tidak bermaksud untuk melakukan ini."ucap Danu Seraya menundukkan kepala. sungguh saat ini laki-laki itu merasa sangat sedih.
Sementara Keyla, wanita cantik itu tersenyum penuh kemenangan."akhirnya aku sudah sah juga menjadi istri dari keluarga Abraham. aku harus memberikan pelajaran pada wanita itu."gumam Keyla pada dirinya sendiri.
****
Di lain tempat, terlihat Azalia tengah mondar-mandir tidak jelas. wanita itu merasa sangat khawatir. karena sejak tadi, ponsel dari suaminya tidak bisa dihubungi. bukan maksud Azalia untuk mengganggu quality time antara Danu dan kedua orang tuanya. namun wanita itu hanya merasa khawatir karena suaminya itu tidak membalas pesan satupun.
"halo Mas Mas di mana?"tanya Azalia saat panggilan teleponnya diangkat dari seberang sana.
__ADS_1
Sementara Danu, laki-laki itu hanya terdiam karena tidak tahu apa yang ia harus katakan. hingga beberapa saat kemudian, suasana menjadi sangat hening. karena baik Danu ataupun Azalia, sama-sama terdiam.