
Beberapa saat kemudian, Danu berpamitan kepada kedua orang tuanya. karena laki-laki itu, beralasan akan ada pertemuan dengan seorang pembisnis Dari Kota Cempaka.
Akhirnya, setelah melalui drama yang cukup panjang dan juga lama, Danu berhasil lolos. dengan catatan, laki-laki itu harus sering kembali ke kota kelahirannya saat ini. sesibuk apapun pekerjaannya.
"Akhirnya bisa lolos juga."gumam laki-laki itu suaranya bernafas lega. dan dengan segera, masuk ke dalam mobil. lalu melesatkannya jauh ke depan sana.
Tiba-tiba saja laki-laki itu teringat akan sesuatu. dengan segera menepikan mobilnya di jalanan sepi.
"halo assalamualaikum Sayang,"sapa Danu setelah panggilan itu terjawab.
"waalaikumsalam. Mas ada di mana? Mas baik-baik saja kan? aku khawatir sekali sama Mas."Danu tersenyum senang. mendengar kecerewetan dari istrinya itu.
Entah mengapa, laki-laki itu lebih senang Azalia yang cerewet seperti itu daripada diam tanpa kata. karena diamnya seorang wanita menurut Danu itu lebih menyeramkan dari apapun.
"Mas ada di jalan sayang, sebentar lagi Mas pulang."ucap laki-laki itu Seraya terkekeh kecil.
"kok mas malah ketawa? Mas senang ya melihat aku khawatir seperti ini?"omel Azalia dari seberang sana.
Danu yang mendengar itu, seketika menggelengkan kepalanya."bukan begitu sayang, mas hanya senang mendengar suara kamu."ucapnya dengan suara pelan.
Jantung laki-laki itu, sedikit berdetak dengan kencang. saat menyadari, tidak adanya sahutan dari seberang sana. Danu khawatir, bahwa istrinya saat ini tengah merajuk. bisa gawat kalau hal itu benar-benar terjadi.
"Sayang apa kamu marah?"tanya Danu dengan perlahan. Sesaat setelah tidak ada jawaban dari perempuan itu.
Namun, belum ada jawaban sama sekali dari Azalia. Hal itu membuat Danu langsung mengajukan kendaraannya dengan kecepatan di atas rata-rata. dengan keadaan, ponsel yang masih menyala.
Danu benar-benar merasa khawatir sekarang. laki-laki itu bahkan tidak memperdulikan umpatan dari beberapa orang yang hampir saja tertabrak oleh kendaraan itu. yang dia inginkan saat ini, adalah cepat sampai dan juga cepat menemukan istri.
***
__ADS_1
Sementara Azalia, setelah wanita cantik itu mengomel panjang lebar kepada sang suami, tiba-tiba saja panggilan alam memaksanya untuk menghentikan perpindahan melalui telepon dengan sang suami. dan dengan segera, wanita itu berjalan tergesa-gesa menuju ke kamar mandi.
"huh, lega!"ucap wanita itu Seraya memejamkan mata selama beberapa menit. dan setelah merasa lega, Azalia kembali ke tempat duduknya.
Di kedai lumpia miliknya ini, Azalia tidak pernah merasa khawatir akan tindakan kriminal yang akan terjadi. karena semua ruangan itu, telah dilengkapi dengan perekam suara dan juga CCTV. belum lagi, dengan beberapa orang yang sengaja ditempatkan oleh dan untuk menjaga keselamatan istrinya.
Membuat Azalia merasa sangat tenang dan juga merasa aman berada di tempat itu. tak lama berselang, terdengar suara dari mesin mobil dari arah depan. dan beberapa saat setelahnya, muncul Danu dari balik pintu.
"Sayang apakah kamu baik-baik saja?"tanya Danu dengan raut wajah khawatir. menatap istrinya itu, dari atas sampai bawah. memperhatikan dengan seksama. apakah ada yang luka atau tidak.
Azalia yang mendengar itu, seketika tersenyum tipis."aku tidak apa-apa Mas. Maaf telah membuatmu khawatir."ucapnya Seraya menggenggam tangan suaminya itu yang terasa dingin.
Mungkin karena merasa sangat khawatir. sehingga membuat laki-laki itu mengeluarkan respon dari dalam tubuhnya.
"syukurlah kalau kamu tidak apa-apa."ucap laki-laki itu seketika bernafas dengan lega. mereka akhirnya duduk di bangku kosong yang ada di kedai itu.
"bagaimana promosinya hari ini? apakah semua lancar?"tanya Danu saat mereka telah duduk di sebuah bangku kosong yang ada di ruangan itu.
Danu yang mendengar itu, merasa sangat bangga kepada wanita yang bergelar sebagai istrinya itu. karena ternyata, Azalia adalah sosok wanita yang sangat pintar dan juga cekatan.
"kenapa kamu tidak membuat pabrik kulit lumpia saja? supaya lebih hemat semuanya?"tanya Danu menatap ke arah istrinya itu.
Azalia yang mendengarnya, seketika menggelengkan kepala Seraya tersenyum tipis."aku tidak mau serakah. aku ingin berbagi rezeki dengan mereka. biarkan saja aku yang membuat lumpianya. dan mereka membuat kulitnya."ucap Azalia Seraya tersenyum tipis.
Membuat Danu yang mendengarnya, seketika menarik tubuh istrinya itu dan mendekapnya dengan erat.
"aku bangga mempunyai istri sebaik kamu." ucap laki-laki itu Seraya mendaratkan beberapa kecupan di wajah istrinya itu.
"mas malu."ucap Azalia dengan manja. dengan pipi yang meruna.
__ADS_1
"kenapa malu? bukankah kita sudah menjadi suami istri?"tanya Danu Seraya naik turunkan alisnya.
"Mas!" rengeknya dengan raut wajah cemberut. membuat Danu seketika tertawa lepas.
" kamu berapa menit sampai ke sini?"tanya Azalia saat wanita itu mengingat antara jarak kota Berlian dan Mawar lumayan jauh. hampir mau makan waktu lima jam. tapi suaminya ini, mampu mencapainya dalam waktu hampir tiga puluh menit.
"aku ngebut!"ucapnya dengan tersenyum lebar.
Mendengar ucapan dari suaminya itu, membuat Azalia seketika membulatkan kedua matanya." maksud kamu, kamu ingin mempermainkan nyawa kamu?"tanya Azalia dengan ekspresi wajah sedih. dan tak berselang lama, kedua matanya itu berembun.
"kamu tahu nggak kalau aku itu sangat mengkhawatirkan kamu."ucap wanita itu dengan lelehan air mata yang tidak bisa dibendung lagi.
"maafkan aku sayang, aku tidak bermaksud membuat kamu bersedih seperti ini."laki-laki itu yang seperti kamu merasa sangat bersalah.
"lagi pula kenapa kamu ditelepon nggak ada suaranya? aku kan jadi khawatir."ucap Danu tampak membela diri.
"astagfirullahaladzim Mas, aku tuh tadi ke toilet karena perutku mulas. makanya aku tinggalin kamu sebentar."ucap wanita itu dengan raut wajah sedihnya.
Wanita itu tidak menyangka, karena ulah dari keteledorannya itu, hampir membuat suaminya celaka.
"maafkan aku Mas. aku tidak bermaksud membuatmu seperti ini."wanita itu masih dengan linangan air mata.
Danu yang mendengar itu seketika menggelengkan kepala dan tersenyum tipis."lagi pula aku sudah selamat:kan?"laki-laki itu Seraya mengusap kepala istrinya dengan penuh kasih sayang.
Mereka akhirnya memutuskan untuk masuk ke dalam bangunan itu lebih dalam lagi untuk melihat-lihat proses pembuatan lumpia yang dikabarkan sangat enak itu.
***
Sementara itu di tempat lain, Keyla terlihat mondar-mandir di dalam kamar mewahnya."untuk saat ini aku sudah aman."gumam wanita itu Seraya memukul pelan perutnya.
__ADS_1
"kenapa kamu hadir sih?"tanya wanita itu pada perutnya yang masih rata itu.