
Beberapa hari kemudian. hubungan Danu dan juga Azalia sudah kembali membaik. walaupun, hati wanita itu sedikit gondok. karena Danu, mendapatkannya dengan sedikit mengancam. tentu saja hal itu membuat Azalia sepanjang jalan, hanya bisa cemberut.
Sementara Danu yang melihat itu, hanya dapat terkekeh pelan. walaupun di dalam hatinya, laki-laki itu merasa sangat kasihan karena melihat ekspresi wajah terpaksa dari wanita yang sangat dia cintai. namun apa boleh buat, Mungkin ini yang dapat dilakukan oleh Danu untuk mendapatkan hasilnya kembali.
"maafkan aku sayang."ucap laki-laki itu Seraya menggenggam tangan sang istri. namun dengan cepat, Azalia menepisnya. disertai dengan tatapan tajam dari wanita itu.
"jangan pernah sentuh aku!"bentak Azalia dengan menatap suaminya itu dengan tatapan yang sangat garang.
Hingga membuat Danu yang mendengar itu, seketika tersentak kaget."kamu kenapa bersikap seperti itu?"tanya Danu dengan tatapan yang sangat tajam. membuat Azalia, yang melihat itu sedikit bergetar pelan karena merasa ketakutan.
Dengan segera Danu mengusap wajahnya dengan kasar. karena laki-laki itu baru saja menyadari, apa yang baru saja ia lakukan itu.
"maafkan aku sayang, aku tidak bermaksud untuk membentakmu."ucap laki-laki itu penuh dengan penyesalan.
Sementara Azalia yang mendengar itu, hanya menganggukkan kepala namun masih enggan untuk berbicara. tak membutuhkan waktu lama, mobil mereka telah sampai di rumah lama mereka.
"kita turun sekarang."ucap Danu Seraya menggandeng tangan sang istri. sementara wanita itu, menggendong Kenzo yang masih terlelap. Untung saja, Anak itu tidak terbangun saat kedua orang tuanya berteriak-teriak. jika tidak, maka mereka akan susah menenangkan Kenzo. karena jika bocah kecil itu sudah menangis, akan susah untuk dibujuknya.
Mereka segera masuk ke dalam rumah itu. dan Hal itu membuat Azalia, sedikit terkesiap. karena bangunan yang ada di hadapannya saat ini, sudah jauh berubah dari sebelumnya.
__ADS_1
Wanita itu menatap suaminya dengan tatapan kebingungan dan juga penuh dengan pertanyaan.
"iya Mas merenovasi semua ini. agar tidak ada orang yang mengenali jika orang yang tinggal di sini, adalah kita."setelah mengatakan hal itu, Danu segera mengajak istri dan anaknya untuk masuk ke dalam rumah.
"selamat datang kembali nyonya."ucap seorang wanita paruh baya yang tak lain adalah Natalie. tentu saja hal itu membuat Azalia yang melihatnya, semakin merasa terkejut.
"ibu yang tinggal di sini selama ini?"tanya Azalia menatap ke arah Danu dan juga wanita paruh baya itu secara bergantian.
Mereka berdua hanya menganggukkan kepala Seraya tersenyum. dan dengan segera mereka dituntun untuk masuk ke dalam kamar pribadi mereka yang telah tak tersentuh selama lima tahun itu.
Setelah sampai di dalam kamar, mereka segera menidurkan Kenzo di kamar yang memang tergabung dengan kamar utama orang tuanya hanya tersekat oleh kelambu.
"Sayang, apakah kamu masih marah?"tanya Danu yang saat ini duduk di samping sang istri.
"aku tidak marah. aku hanya merasa kesal dengan sikapmu itu."ucap wanita itu Seraya mengerucutkan bibirnya.
Dengan segera, laki-laki itu menarik tangan istrinya dan memeluknya dengan erat."Mas minta maaf. sungguh hanya ini yang bisa mas lakukan untuk mempertahankanmu. karena mas sama sekali tidak ingin kehilangan."ucap laki-laki itu Seraya mengucapkan wanita itu dengan gerakan bertubi-tubi.
" aku nggak marah kok aku hanya sedikit gondok saja."ucap wanita itu Seraya menatap ke arah sang suami.
__ADS_1
sementara Danu yang mendengar itu, hanya menganggukkan kepala Seraya tersenyum kecil. mereka akhirnya memutuskan untuk beristirahat.
****
Sementara itu di tempat lain, terlihat seorang wanita cantik tengah berusaha melepaskan diri dari seorang laki-laki. siapa lagi jika bukan Keyla. wanita manja itu masih berusaha untuk melepaskan diri dari laki-laki yang saat ini tengah mencengkram pergelangan tangannya.
"tolonglah lepaskan aku."ucap Keyla dengan raut wajah memelas. berharap laki-laki yang tengah menahan dirinya itu, memberikan akses untuk dirinya pergi. namun harapan tinggal harapan. karena laki-laki itu sama sekali tidak membiarkan Keyla untuk pergi.
"kamu harus kembali kepadaku sayang. karena aku masih sangat mencintaimu."ucap laki-laki itu dengan senyuman kecil.
Keyla yang mendengar itu, ketika membulatkan kedua matanya."Mana mungkin aku bisa melakukan hal itu. kau jangan gila!"sentak wanita cantik itu dengan tatapan yang sangat tajam.
"kita bisa melakukannya dengan cara sembunyi-sembunyi."ucap laki-laki itu dengan santainya.
Keyla yang mendengar itu hendak melayangkan protesnya. namun dengan segera terhenti saat mengingat ucapan dari laki-laki itu. tentu saja hal itu membuat Keyla seketika terdiam. dengan hati yang sedikit gondok.
"baiklah kalau begitu aku setuju. tapi dengan satu syarat, aku tidak ingin ketahuan oleh mereka."ucap Keyla menatap ke arah laki-laki itu.
"itu sangat mudah sayang."ucap laki-laki itu Seraya tersenyum kecil.
__ADS_1
nb: yuk mampir yuk di cerita temen aku ini dijamin kalian nggak akan pernah nyesel.