(Bukan) Perebut

(Bukan) Perebut
Berbesar hati


__ADS_3

Saat ini Danu dan juga yang lain, tengah berada di rumah milik laki-laki itu. Karena setelah lumpia yang ada di kedai itu habis terjual, mereka semua memutuskan untuk pulang.


"Ya sudah kalau begitu ibu sama ayah pulang dulu. kalian baik-baik di sini."ucap wanita paruh baya itu Seraya beranjak dari tempat duduknya.


"Ibu tidak mau menginap?"tanya Azalia menatap ke arah ibu dan juga Ayah mertuanya itu secara bergantian.


"tidak usah. lagi pula, Ibu tidak ingin mengganggu kalian."ucap megang dengan senyuman yang khas.


Membuat Azalia yang mendengarnya, seketika mengerutkan kening karena merasa tidak mengerti apa yang dimaksud dengan ibu mertuanya itu.


"mengganggu apa? Ibu tidak akan membuat aku terganggu tenang saja."ucap Azalia Seraya tersenyum simpul.


"memangnya kalian tidak ingin bulan madu?"tanya Bhaskara to the point.


"bulan madu?"pulang Azalia yang semakin tidak mengerti dengan maksud dan tujuan dari kedua orang tua suaminya itu.


"iya semenjak kalian menikah, kalian belum pernah melakukan bulan madu itu kan?"tanya Megan menatap ke arah menantunya.


Tentu saja hal itu membuat Azalia yang mendengarnya, seketika terkekeh pelan."Ibu ini ada-ada saja. Mana mungkin kami melakukan hal itu? lagi pula, kami ini sudah terlalu tua untuk melakukan hal-hal seperti itu. apalagi ada Kenzo di tengah-tengah kami."ucap Azalia masih dengan terkekeh pelan.


"ya tidak apa-apa. siapa tahu Setelah kalian berbulan madu, kalian akan mendapatkan seorang putri."balas Megan dengan senyumannya.


Seketika itu pula, Azalia terdiam di tempatnya. sekarang, dirinya mulai mengerti apa tujuan ibu mertuanya mengatakan hal itu.

__ADS_1


"hmm nanti kita pikir-pikir dulu ya."ucap Azalia dengan senyuman.


Megan yang mendengarnya, hanya menganggukkan kepala Seraya mengulas senyum tipis."Ya sudah kalau begitu kita permisi dulu."ucapnya Seraya melambaikan tangan pada anak dan juga menantunya itu.


Sementara Kenzo, bocah kecil itu sudah terlelap sejak tadi. pernah merasa kelelahan akibat obat bius yang ia konsumsi untuk pemulihan tubuhnya.


Setelah mengantarkan kedua orang tuanya, Danu dan juga Azalia segera masuk ke dalam rumah dan menuju ke kamar pribadi mereka.


"tidak usah dipikirkan Jika kamu memang tidak ingin melakukan hal itu. lagi pula, kita bisa melakukannya tanpa harus per bulan madu seperti anak muda."ucap Danu saat melihat istrinya termenung di atas tempat tidur.


Azalia yang mendengar itu, seketika mendongakkan kepala."aku hanya tidak ingin sesuatu hal terjadi pada Kenzo kembali."ucap Azalia yang mulai menundukkan kepala.


Sungguh, wanita cantik itu masih merasa ketakutan jika harus meninggalkan Kenzo seorang diri.


Saat sepasang suami istri itu mulai memajangkan mata, suara deringan ponsel memecah keheningan. dengan sangat terpaksa, mengangkat tanpa melihat siapa si penelpon.


"halo ada apa?"tanya Danu yang masih didengar oleh Azalia. karena memang wanita itu belum tertidur.


"halo Kak Danu, ini aku Keyla."ucap seorang wanita dari sebelah sana. tentu saja hal itu membuat Danu yang mendengarnya, merasa sangat terkejut. laki-laki itu bahkan langsung bangkit dari tempat berbaringnya dan mendudukkan diri secara spontan.


"kenapa?"tanya Azalia saat wanita itu melihat tingkah laku suaminya yang terlihat sangat aneh.


Danu yang mendengar itu, sejenak terdiam. karena laki-laki itu merasa kebingungan harus berkata apa-apa dah Azalia.

__ADS_1


"siapa Mas?"tanya Azalia mengulang.


"Keyla."jawabnya dengan pelan hampir tidak terdengar oleh wanita itu.


"kenapa dia menelpon kamu malam-malam seperti ini?"tanya Azalia dengan nada suara yang sangat datar. membuat Danu yang mendengarnya merasa sedikit grogi.


"aku juga tidak tahu."jawabnya cepat karena laki-laki itu tidak ingin istrinya marah hanya karena masalah ini.


"loudspeaker saja!"perintah Azalia yang langsung dijawab anggukan kepala oleh laki-laki itu.


"halo ada apa kamu mencariku?"tanya Danu to the point.


"Maaf sebelumnya Kak jika aku mengganggu malam-malam. aku hanya ingin meminta maaf atas semua yang terjadi. dan juga atas apa yang dilakukan oleh Ayahku."ucap Keyla dari seberang sana.


Azalia yang mendengar itu, seketika lirik ke arah sang suami. dengan tatapan meminta penjelasan.


"nanti aku akan jelaskan sama kamu. sekarang kita harus bagaimana?"tanya Danu mencoba untuk menenangkan wanitanya itu.


"halo Keyla ini aku Azalia. aku dan juga Mas Danu sudah memaafkan kamu. kami sudah berbesar hati untuk melupakan semuanya."ucap Azalia dengan senyuman di bibirnya.


"syukurlah kalau begitu. aku bisa melanjutkan kehidupanku dengan perasaan tenang. aku hanya berharap, kalian akan hidup bahagia."ucap Azalia Seraya menghela nafas lega.


"pasti kita akan bahagia. Ya sudah kalau begitu, kami ingin istirahat selamat malam."ucap Azalia Seraya menutup panggilan itu dan menyerahkannya pada sang suami.

__ADS_1


"aku sungguh mencintaimu."bisik laki-laki itu tepat di telinga asli ya saat mereka sudah sama-sama ingin terlelap dan terbang ke alam mimpi.


__ADS_2