
Beberapa hari setelah kejadian itu, Danu bersiap ingin pulang ke rumah istrinya. tentu saja laki-laki itu menggunakan alasan ingin keluar kota karena utusan dari atasannya. karena jika menggunakan alasan yang sesungguhnya, maka akan terjadi perang dunia ketiga. dan kemungkinan-kemungkinan besar, akan terjadi selanjutnya. dan Danu tidak menginginkan hal itu terjadi.
"kamu serius mau berangkat sekarang?" tanya Megan menatap ke arah putranya itu dengan raut wajah keheranan. karena biasanya, karyawan yang menikah diberi cuti hampir satu minggu. tapi Ini, Baru beberapa hari sudah diminta untuk kerja.
" kan baru lima hari,"tiba-tiba saja Bhaskara datang menghampiri keluarga kecilnya itu. membuat Danu, seketika menoleh dengan otak yang berpikir keras.
"emm, atasan aku sudah menyuruh untuk segera masuk kantor karena sudah banyak pekerjaan yang menanti."ucap laki-laki itu Seraya tersenyum tipis.
Bhaskara dan Megan yang mendengar itu, seketika saling pandang.dan Hal itu membuat Danu semakin was-was.
"baiklah kalau begitu. tapi dengan catatan, bawa istrimu ini untuk bekerja. karena tidak baik rasanya, jika pengantin baru saling berjauhan satu sama lain.
gluk
Seketika itu pula, Dan menelan salivanya dengan susah payah. mana mungkin laki-laki itu melakukan hal yang seperti itu, bisa bisa hati orang yang ia cintai, akan hancur berkeping-keping.
"kenapa wajahmu seperti itu? bukankah memang sudah sewajarnya seorang suami membawa istrinya? atau ada yang kamu tutup-tutupi?"tanya Megan dengan raut wajah menyelidik.
Tentu saja hal itu membuat Danu yang mendengarnya, semakin gelagapan dibuatnya. laki-laki itu bahkan harus menelan salivanya beberapa kali.
"Bu... bukan begitu maksudku. di sana itu aku hanya ngekos, lalu bagaimana? Memangnya Kayla mau untuk diajak hidup susah?"tanya Danu dengan suara terbata-bata.
Berharap kedua orang tuanya itu mempercayai apa yang ia katakan. namun semuanya sirna. saat mendengar sahutan dari belakang tubuhnya. hingga semuanya, seketika menoleh ke arah sumber suara.
"aku tidak apa-apa kok kalau ngekos."itulah ucapan dari Keyla. membuat Danu seketika membuang nafasnya kasar. karena pertahanannya, ketika ambrol karena mendengar penuturan dari wanita yang kini menyandang sebagai istrinya itu.
"Ya sudah kalau begitu kalian segera berangkat saja. karena sebentar lagi, sepertinya akan turun hujan."ucap Megan dengan bersemangat. Entah apa yang wanita paruh baya itu pikirkan.
__ADS_1
Karena awalnya, Megan sangat keberatan jika putranya itu meninggalkan istrinya dan hidup terpisah seperti ini. namun setelah mengetahui ucapan dari menantunya, wanita paruh baya itu sangat bersemangat.
"jangan lupa buatkan cucu untuk ibu yang banyak."fisik wanita paruh baya itu kepada menantu dan juga putranya.
tentu saja hal itu membuat Danu yang mendengarnya, seketika membuang pandangan ke arah lain. sementara Keyla, hanya tersenyum senang.
Walaupun laki-laki itu menyentuhnya sama sekali setelah pernikahan itu, namun Keyla tidak akan pernah menyerah untuk mendapatkan suaminya itu seutuhnya. dirinya tidak peduli bahwa Danu telah memiliki istri lain selain dirinya. yang terpenting sekarang, wanita itu harus mendapatkan Danu terlebih dahulu.
"Ya sudah kalau gitu kita berangkat dulu."setelah mengatakan hal itu, Danu dan juga Keyla segera masuk ke dalam mobil. dan melesatkan kendaraan roda empat itu menjauh membelah padatnya jalan raya.
Suasana di dalam mobil terlihat sangat hening. dan beberapa kali, Keyla mencuri pandang ke arah suaminya.
"aku akan mendapatkanmu apapun Yang terjadi."ucap wanita itu penuh dengan tekad.
Sementara Danu, laki-laki tampan itu hanya terdiam fokus menatap jalanan. sementara pikirannya, telah melanglang buana entah ke mana.
"kak Danu, stop dulu!"tiba-tiba saja Keyla berteriak hingga membuat Danu seketika refleks menginjak rem. karena sejak tadi, lagi itu memang tidak fokus dalam mengemudi.
"Ada apa sih?"tanya Danu dengan raut wajah yang sangat tidak bersahabat.
"emmm Maaf aku ingin membeli minuman. apakah Kak Danu ingin aku belikan sekalian?"tanya wanita itu dengan sedikit manja.
Namun sayangnya Danu sama sekali tidak tertarik. warna yang ada di dalam matanya saat ini, adalah nama sang istri.
"hmm boleh coca-cola saja."Seraya fokus ke arah jalan. tanpa berniat menolehkan kepalanya ke arah Keyla.
Keyla dengan segera turun dari dalam mobil. dengan sesekali menggerutu kesal."awas aja setelah ini kau akan aku dapatkan."setelah mengatakan hal itu, wanita itu segera masuk ke dalam minimarket.
__ADS_1
Setelah selesai membeli minuman itu, segera keluar dari dalam sana. tiba-tiba saja sebuah pikiran muncul di dalam otaknya."kita lihat saja, apakah kamu akan bersikap seperti itu saat meminum minuman ini?"tanya Keyla dengan senyuman smrik.
"ini silakan di minum Kak,"ucap wanita itu Seraya menyodorkan minuman itu pada Danu.
Danu tanpa basa-basi, segera mengambil botol itu dan meneguknya hingga setengah. setelahnya melemparkan botol itu ke samping.
Sementara Keyla, wanita itu hanya tersenyum senang."kita tunggu beberapa saat kemudian. maka kamu akan bertekuk lutut padaku."ucap wanita itu Seraya tersenyum jahat.
benar saja, tak berselang lama kepala dari Danu terasa sangat berat. laki-laki itu, bahkan harus menghentikan laju kendaraannya.
"biar aku saja yang menyetir Kak."ucap Keylasegera mengambil alih kursi kemudi. sementara Danu, sudah hampir tidak sadarkan diri.
Tak membutuhkan waktu lama, akhirnya Lyla Danu juga dan sampai juga ke sebuah hotel bintang lima. dan dengan segera, wanita itu memerintahkan beberapa security untuk membawa dan ke kamar yang telah ia pesan lewat online. Seraya menunjukkan kartu pernikahan kepada mereka.
"baik silakan dinikmati."ucap salah satu dari mereka seraya melangkahkan kakinya untuk keluar dari kamar hotel itu.
"waktunya bermain sayang."bisik Kayla dan mulai melancarkan aksinya. sementara Danu, sudah tidak bisa bergerak lagi. karena terlalu teler. Namun ternyata, efek obat itu membuat Danu, sangat beringas. laki-laki itu hanya beberapa saat berada di bawah. Karena sesaat kemudian, Danu yang mengambil alih semua kendali.
Sementara Keyla, wanita itu seketika tersenyum-senyum karena usahanya untuk menjebak Danu berjalan dengan lancar.
"tidak apalah jika harus menjebak suami sendiri."gumamnya dalam hati di sela-sela des*han.
****
Sementara itu di tempat lain, terlihat seorang wanita yang tengah berbadan dua, tengah gelisah seperti seseorang yang menunggu kedatangan seseorang.
"kamu masih memikirkan suami kamu?"Kintania menghampiri Putri semata wayangnya itu. dan hanya dijawab angkutan umum Azalia.
__ADS_1
"sabarlah sayang, mungkin saja suamimu sedang sangat sibuk. sehingga, tidak ada waktu untuk menghubungi dan mengabari dirimu."ucapnya mencoba menenangkan Sang Putri.