
Setelah puas melihat-lihat rumah yang ingin ditempati oleh dan juga Azalia, mereka segera kembali ke tempat ibunya berada. karena memang wanita paruh baya itu, saat ini tinggal seorang diri.
Karena ayah dari Azalia, telah pergi meninggalkan mereka sejak lama. Hal itulah yang menjadi penyebab, ibunda Azalia dituduh sebagai perebut suami orang.
Apalagi keadaannya saat itu sangat mendukung sekali. sehingga Kintania, langsung diusir oleh Megan. dan langsung dibenci oleh Bhaskara.
Hal itu membuat Azalia, merasa sangat hancur. apalagi pada waktu itu, mari kita terlihat sangat akrab. hingga sebuah keadaan, memaksa mereka harus berpisah.
Namun sepertinya cinta di antara mereka telah melekat kuat di dalam hati masing-masing. sehingga mereka berdua, tidak ingin terpisahkan satu sama lain.
Sehingga, menjalin hubungan secara sembunyi-sembunyi pun, akhirnya mereka lalui. agar dapat menumpahkan rindu satu sama lain.
"aku bahagia."ucap Azalia saat mereka sudah sama-sama terdiam setelah lelah berkeliling di bangunan yang sangat megah itu.
Danu yang melihat itu, seketika tersentak kaget."kamu kenapa, sayang?"tanya Danu dengan raut wajah cemas.
Azalia yang mendengarnya, dengan segera langsung menghapus air matanya itu. dan tak berselang lama, menggelengkan kepalanya dengan pelan. disertai senyuman tipis yang menghiasi wajah cantiknya.
"aku tidak apa-apa."ucapkan Di situ saya tersenyum tipis.
"apa kamu kelelahan?"tanya Danu dengan menggenggam tangan istrinya itu. karena memang semalaman suntuk, mereka berdua mengarungi kebahagiaan. setelah menyandang, status sebagai istri dari Danu.
Azalia yang mendengar itu, seketika menggelengkan kepala."aku tidak apa-apa."ucapnya Seraya tersenyum tipis.
Danu yang mendengar itu, seketika langsung menarik tangan istrinya itu. hingga membuat Azalia, seketika langsung jatuh ke dalam pelukan laki-laki itu. mata mereka sama-sama terkunci satu sama lain. memancarkan kasih sayang yang luar biasa dan juga sangat besar antara satu sama lain.
"kita ke kamar ya?"tanya Danu berbisik.
Azalia yang mendengar itu, seketika menganggukkan kepala. wanita itu hanya diam, saat sang suami menggenggam tangannya dan membawanya ke dalam kamar yang berada di lantai bawah.
Namun tiba-tiba saja, langkahnya terhenti saat wanita itu seperti mengingat sesuatu."eh tunggu, apakah ini sudah diberi syukuran?"tanya Azalia menatap ke arah sama suami.
__ADS_1
Danu yang mendengar itu, seketika menganggukkan kepala."aku sudah melakukan syukuran kecil-kecilan kemarin."ucapnya dengan lembut.
"kapan?"tanya Azalia yang mulai penasaran.
"dua minggu sebelum kita memutuskan untuk mengakhiri hubungan kita itu, Sebenarnya aku sudah mempersiapkan semua ini. Bahkan, semua surat itu atas namamu."ucapnya Seraya mengulas senyum Dan mengusap kepala sang istri dengan selembut mungkin.
Azalia yang mendengar itu, seketika menganga lebar. Karena Wanita itu tidak menyangka, bahwa suaminya itu bisa seromantis dan dan semanis ini kepadanya.
"tapi apa tidak masalah nantinya?"tanya Azalia menatap ke arah suami.
Danu yang mendengar itu, menggelengkan kepala. saat laki-laki itu tahu, apa yang dimaksud oleh istrinya itu.
"kamu tidak usah khawatir. mereka tidak akan pernah mengetahui keberadaan kita."
"kenapa, kok bisa?"tanya Azalia yang makin penasaran.
"ah kamu lama,"bukannya menjawab, Danu malah menarik tubuh istrinya itu dan langsung membopongnya masuk ke dalam kamar.
Azalia yang melihat itu, sempat merasa terkejut. namun wanita itu, juga tidak bisa menolak apa yang diinginkan oleh suaminya. karena memang dirinya juga merasa sangat merindukan kehangatan sang suami.
***
"Mas apa kita tidak langsung balik saja?"tanya Azalia saat mereka tengah berada di dalam kamar Seraya memeluk satu sama lain.
"memangnya kenapa? kamu khawatir dengan ibu?"tanya Danu Seraya menatap ke arah wanita kesayangannya itu.
Azalia yang mendengarnya, menganggukkan kepala."Tentu saja aku khawatir. dia itu di rumah seorang diri."ucap Azalia Seraya menatap ke arah suaminya dengan tatapan yang sangat dalam.
Danu tanpa basa-basi, segera mengangkat tubuh istrinya dan membawanya ke dalam kamar mandi. tentu saja hal itu membuat Azalia, merasa sangat terkejut. wanita itu sampai berteriak.
Untung saja, di rumah itu belum ada asisten rumah tangga. atau jika tidak, Azalia akan merasa sangat malu.
__ADS_1
Danu dengan segera menurunkan istrinya itu di bath up kamar mandi. dengan segera menyalakan shower sehingga mereka bisa mandi bersama.
Setelah selesai semuanya, Azalia dan juga Danu keluar dari rumah itu dengan wajah yang berseri-seri.
"bagaimana kamu suka?"tanya Danu menatap ke arah sang istri.
Azalia tiba-tiba berhambur ke dalam pelukan laki-laki itu. tubuh wanita itu, bahkan sampai bergetar hebat.
"terima kasih, terima kasih karena kamu telah memberikan kebahagiaan untukku. aku sangat mencintaimu."ucap wanita itu Seraya mendongakkan kepalanya. hingga menatap mata tegas milik suaminya itu.
Danu dengan segera membenamkan benda kenyal itu di kening istrinya. hingga membuat Azalia, seketika terdiam dan memejamkan mata.
"apapun Yang terjadi, aku sangat mencintaimu. dan akan membuatmu bahagia sekarang, nanti Dan selamanya."ucapnya dengan bersungguh-sungguh.
Azalia yang mendengar itu, hanya menganggukkan kepala Soraya tersenyum tipis. mereka berdua melepas pelukan satu sama lain. Hendak membuka pintu mobil itu.
Namun tiba-tiba saja, terlihat seorang wanita paruh baya datang menghampiri mereka dengan langkah tergopoh-gopoh.
"permisi tuan, nyonya,"sapa wanita paruh baya itu.
"iya ada apa?"tanya Danu dan Azalia dengan ekspresi wajah kebingungan dan mata saling tetap satu sama lain.
"begini, saya Natalia. saya melihat ada selebaran poster yang terpampang di media sosial. saya ingin melamar pekerjaan di rumah ini. apa boleh?"tanya wanita paruh baya yang ternyata bernama Natalia itu.
Danu yang mendengar itu, baru mengingat jika dirinya sempat memposting lowongan pekerjaan di media sosial miliknya. dengan sigap, laki-laki itu segera mengecek benda pipih yang ada di tangannya itu.
Helaan nafas, seketika berhembus lega. saat dirinya menyadari, bahwa ternyata Danu menggunakan media sosial dengan nama samaran.
"baiklah kalau begitu, saya akan mengantarkan istri saya ke rumah mertua saya dulu. baru setelah itu, kamu akan saya seleksi."ucap Danu menatap ke arah wanita paruh baya dan juga ke arah istrinya, secara bergantian.
Tiba-tiba saja lengannya ditarik oleh Azalia. hingga membuat laki-laki itu, seketika menghentikan langkah.
__ADS_1
"tidak usah Mas. kita pulang nanti malam saja. kita seleksi dia sekarang aja."ucap Azalia berbisik di telinga sang suami.
"kamu yakin?"tanya Danu untuk memastikan. dan hal itu langsung dijawab anggukan kepala oleh wanita cantik itu.