
byurr
hmmmph
Seketika itu pula, Keyla terbangun dengan nafas tersengal-sengal. setelah wanita itu diguyur air oleh Megan menggunakan ember yang ada di tangannya.
Membuat wanita manja itu, langsung terduduk dari posisi awalnya. dan langsung menatap Ibu mertuanya itu dengan mata berkaca-kaca.
"jangan pernah menatapku seperti itu. karena aku sudah tidak percaya denganmu lagi!"teriak wanita itu seperti kesetanan.
Membuat semua orang yang ada di sana semakin terdiam dan tidak bisa berbuat apa-apa.
Kemarahan Megan seketika meluap membeludak seperti bom yang disimpan bertahun-tahun dan siap meledakkan kekuatannya.
"I.. Ibu, semua ini bisa aku jelaskan. Ini semua tidak seperti apa yang Ibu pikirkan. dia itu bukan,..."ucapan Keyla seketika terhenti. saat sebuah tamparan, mendarat mulus di wajah cantik wanita manja itu.
"tutup mulutmu! aku tidak ingin kau berada di sini lagi! dan bawa anak sialan mu itu keluar dari rumahku! aku tidak ingin, rumahku menjadi sial hanya karena kehadiran kalian!"teriak Megan dengan menggebu-gebu.
__ADS_1
Rasa sayang wanita paruh baya itu seketika sirna. berganti dengan rasa benci yang menggelegar dan membara di dalam hatinya.
Tidak ada lagi tutur kata lembut dari wanita paruh baya itu kepada Keyla. yang ada saat ini, hanyalah amarah dan juga caci maki yang keluar dari mulut wanita paruh baya itu.
Tentu saja hal itu membuat Keyla yang mendengarnya, merasa semakin ketakutan. wanita manja itu seketika bangkit dari pembaringannya dan berjalan untuk menghampiri Ibu mertuanya itu. memohon agar tidak diperlakukan seperti itu. karena sungguh, perasaan Keyla saat ini benar-benar menyayangi dan mencintai keluarga Danu.
"Bu, aku mohon, tolong jangan perlakukan aku seperti ini. aku hanya ingin menjadi istri satu-satunya dari Kak Danu. aku sangat mencintai putra dari ibu itu." ucap Keyla dengan menangis tersedu-sedu.
Tentu saja hal itu membuat semua orang semakin meremehkan dan memandang wanita itu dengan tatapan jijik. jika dulu Megan akan langsung memeluknya dan menenangkannya saat melihat menantu kesayangannya itu menangis, maka tidak untuk sekarang. wanita paruh baya itu justru menarik rambut dari wanita yang digadang-gadang menjadi menantu kesayangannya itu.
bruuakk
Keyla seketika meringis kesakitan. saat wanita itu, dibanting oleh ibu mertuanya sendiri di atas lantai marmer.
"sekarang, kamu pergi dari rumah ini! aku tidak ingin, melihat tampangmu lagi!"teriak Megan dengan tubuh yang hampir saja ambruk.
Beruntungnya, Bhaskara segera menghampiri dan langsung memapah tubuh istrinya itu. laki-laki paruh baya itu juga tidak menyangka jika hal itu terjadi hari ini.
__ADS_1
"tunggu apa lagi ayo pergi dari sini!"teriak Megan Seraya melayangkan beberapa barang mengenai tubuh Keyla. hingga membuat wanita manja itu, seketika meringis kesakitan. karena hantaman benda-benda itu.
Sungguh, saat ini kemarahan Megan sangat luar biasa mengerikan. wanita paruh baya itu sampai tidak mengingat bahwa wanita yang tengah ia hajar saat ini, adalah wanita pilihannya dan juga anak dari sahabatnya.
Dengan tubuh bergetar hebat, Keyla segera bangkit dan berjalan terseok-seok keluar dari rumah itu. dengan membawa rasa sakit dan juga dendam yang membara. tak lupa wanita itu juga membawa Thalia bersamanya.
Tentu saja aksi dari wanita itu, sempat dihalangi oleh Danu. Karena bagaimanapun juga, laki-laki Itu sudah memberikan kasih sayang yang tulus terhadap gadis kecil itu. namun, dirinya juga tidak bisa berbuat apa-apa. karena gadis cilik itu memang bukan anaknya. sehingga Danu, tidak memiliki hak dan kewajiban untuk menolongnya.
"sudahlah Danu, biarkan dia pergi!"ucap Megan dengan lantang.
"tapi dia itu,..."ucapan laki-laki itu segera berhenti, saat mendengar sahutan dari sang ibu.
"sudah tidak usah dipikirkan. lagi pula wanita itu bukan lagi keluarga kita. dan juga anak itu, bukan tanggung jawabmu. dia adalah tanggung jawab ayah ibunya."ucap Megan Seraya menepis kasar tangan Danu yang berusaha menarik tubuh Thalia.
Pada akhirnya, laki-laki itu hanya bisa menatap nanar kepergian dari Keyla dan juga Thalia dari rumah itu. ada rasa sesak dan juga penyesalan yang menyeruak di dalam dadanya melihat pemandangan itu.
Nb: Yuk jangan lupa mampir di cerita temen aku ini. dijamin kalian tidak akan pernah menyesal.
__ADS_1