
Beberapa hari setelah kejadian itu, suasana canggung masih terlihat dan terasa di keluarga Danu. Megan masih menatap sinis dan masih merasa tidak percaya dengan apa yang baru saja menimpa keluarganya itu.
Wanita yang digadang-gadang menjadi kesayangannya, justru malah membuat dirinya hancur berkeping-keping dan sangat membencinya. sementara wanita yang selama ini ia hina, malah bersikap baik kepadanya.
"Ibu kenapa?"tanya Danu. karena laki-laki tampan itu saat ini sedang berada di kediaman kedua orang tuanya. tanpa membawa Azalia dan juga Kenzo. karena laki-laki itu tahu, bahwa ibunya masih belum bisa untuk menerima keberadaan istri dan juga anaknya.
"apa istrimu baik-baik saja?"tiba-tiba saja pertanyaan itu muncul dan keluar dari bibir sang ibu.
Membuat Danu yang mendengar itu seketika merasa terkejut. mendadak rasa khawatir, seketika menyeruak masuk ke dalam hatinya. karena laki-laki itu berpikir, jika ibunya akan melakukan sesuatu hal yang menurutnya akan membahayakan istri dan juga anaknya.
"tenang kamu tidak usah tegang seperti itu. Ibu hanya ingin bertemu dengan mereka sebagai menantu dan juga cucu."cap Megan Seraya tersenyum kecil.
Membuat denah yang mendengarnya seketika menatap sang ibu dengan tatapan tak percaya. ada perasaan haru dan juga bahagia dalam waktu yang bersamaan.
"besok Danu akan coba ajak Kenzo dan juga Azalia ke sini. kalau begitu, aku permisi dulu."ucap laki-laki tampan itu Seraya meraih punggung tangan sang ibu dan menciumnya.
__ADS_1
"hati-hati di jalan. jangan lupa keinginan ibu."ucap wanita paruh baya itu Seraya melambaikan tangan ke arah sang putra.
Setelah memastikan Danu menghilang dari balik pagar rumahnya, Megan segera kembali ke dalam rumah mewah miliknya itu dan langsung duduk di tempat biasa. tak lama, Bhaskara datang menghampirinya.
"Ibu yakin mau menerima dia?"tanya laki-laki paruh baya itu Seraya duduk di sebelah sang istri.
Megan yang mendengar ucapan dari suaminya itu, seketika menoleh dan tersenyum tipis."aku yakin Yah. sepertinya sudah cukup aku membenci dia. karena sepertinya, tindakanku selama ini, sangat keterlaluan. Apalagi, dengan kejadian kemarin. aku semakin yakin, Jika jodoh Danu itu adalah Azalia."ucapnya Seraya menatap ke langit-langit rumah.
"aku akan mencoba untuk membuka hati dan mencoba untuk menerima kehadiran mereka."sambung wanita paruh baya itu, Seraya bangkit dari tempat duduknya.
***
"Papi!"teriak Kenzo dari ambang pintu dan langsung berlari memeluk tubuh Ayahnya itu dengan erat. saat bocah kecil itu, mendapati keberadaan sang Ayah.
Danu dengan segera memeluk tubuh mungil itu dan menggendong. membawanya masuk ke dalam kedai lumpia itu.
__ADS_1
"di mana Mami?"tanya Danu saat tidak mendapati istrinya di dalam kedai itu.
"Mami ada di dalam kamar mandi."ucap Kenzo Seraya menunjuk ke arah belakang dengan tangan mungilnya itu.
Tak lama berselang wanita yang mereka bicarakan datang menghampiri. dan langsung duduk di sebelah Danu.
"besok, apa kamu mau bertemu dengan ibu?"tanya Danu dengan nada suara hati-hati.
"untuk apa?"tanya Azalia dengan raut wajah khawatir. membuat Danu yang mendengar itu, seketika langsung menggenggam tangan istrinya itu untuk menenangkan.
"tenangkan dirimu! aku yakin, Ibu tidak akan pernah melakukan sesuatu hal yang buruk kepadamu."ucap laki-laki itu mencoba untuk menenangkan.
Nb: Yuk mampir ke cerita teman aku ini jangan sampai nggak mampir. dijamin ceritanya bagus.
__ADS_1