(Bukan) Perebut

(Bukan) Perebut
Tidak Ingin Mengganggu


__ADS_3

Setelah mengurus urusan dengan orang yang akan bekerja di rumah baru mereka, pasangan suami istri yang baru saja melangsungkan pernikahan beberapa hari yang lalu.


"kalian baru dari mana?"tanya Kintania yang baru saja keluar dari dalam rumah sederhana itu.


membuat Azalia dan juga Danu yang mendengarnya, seketika saling pandang. dan tak berselang lama, sepasang pengantin baru itu saling melempar senyum satu sama lain.


" Ayo Bu, kita masuk dulu."ucap Azalia Seraya menarik tangan Kintania untuk masuk ke dalam rumah.


Sementara Danu, berjalan di belakang dua wanita itu Seraya sesekali menatap istrinya dengan mengulum senyum. saat mengingat, momen kebahagiaan yang baru saja mereka lakukan itu.


"benar-benar istriku ini sangat menggemaskan."ucap Danu Seraya terkekeh pelan.


Mereka semua, segera masuk ke dalam rumah sederhana itu dan mulai mendudukkan diri masing-masing di kursi kosong yang ada di ruang tamu itu.


"ada apa?"tanya Kintania yang merasa heran saat melihat raut gelisah dari putrinya. dan dengan segera, menatap ke arah dan sang menantu.


Azalia yang mendengar itu, sejenak terdiam. wanita cantik itu dengan perlahan menghirup udara sebanyak mungkin. dan setelahnya, mengeluarkannya secara perlahan.


"Bu ikut kami. ya,"ucap Azalia Seraya menggenggam tangan Kintania menatap wanita paruh baya itu dengan tatapan yang sangat dalam.


Kintania yang mendengar itu, seketika menoleh ke arah putri dan juga menantunya itu dengan mengerutkan kening.


"ke mana?"tanya wanita paruh baya itu.


"aku sama Mas Danu, mau pindah rumah.ibu ikut kami ya,"ucap Azalia menatap ke arah Kintania.


Sontak saja, wanita paruh baya itu seketika menggelengkan kepala."Ibu tidak ingin ikut sayang,"ucapnya Seraya tersenyum tipis.


"kenapa?"ucap Azalia Seraya menatap sendu ke arah wanita yang telah melahirkannya itu.


"Ibu tidak ingin mengganggu ketenangan kalian."ucapnya Seraya tersenyum penuh arti.


Membuat Azalia dan juga Danu, yang mendengar itu seketika saling pandang. dan tak lama berselang, wajah mereka sama-sama merah karena merasakan rasa malu yang luar biasa.


"ibu, ibu apaan sih?"rengek Azalia dengan wajah cemberut. tentu saja hal itu membuat kintani yang melihatnya, seketika terkekeh pelan.

__ADS_1


Seketika, raut wajah dari wanita paruh baya itu berubah drastis. hingga membuat Azalia dan juga Danu yang melihatnya, seketika menghampiri wanita paruh baya itu dan menggenggam tangannya.


"Ibu kenapa?"tanya Azalia dengan raut wajah khawatir.


"Ibu tidak menyangka. pernyataan yang selama ini Ibu gendong-gendong, sudah memiliki kehidupan yang lain. dan sebentar lagi, akan memiliki sebuah keluarga yang lengkap."ucap wanita paruh baya itu Seraya menyeka air matanya yang tiba-tiba saja jatuh membasahi wajah yang sedikit keriput itu.


"Bu, jangan berbicara seperti itu. aku masihlah tetap menjadi Azalia kecil yang menggemaskan untuk ibu, kan?"tanya wanita cantik itu dengan nada merengek.


Kintania yang mendengarnya, seketika tersenyum tipis. dan dengan segera, menarik tangan putrinya itu. hingga membuat Azalia terjatuh ke dalam pelukannya.


"sampai kapanpun, kamu akan tetap menjadi Azalia kecil yang sangat manja dan juga cengeng di mata Ibu."ucap Kintania Saraya tersenyum tipis.


Suasana haru, seketika menyelimuti di tengah-tengah keluarga mereka. Hal itu membuat Danu yang menyaksikannya, merasa sedikit terusik. karena memang, laki-laki itu tidak pernah merasakan yang namanya kehangatan sebuah keluarga.


Karena kedua orang tuanya, hanya akan memaksakan kehendak dan ego masing-masing kepada Danu. dan laki-laki itu, wajib mengikuti dan tidak boleh membantah sedikitpun.


Tak terasa, air mata laki-laki itu mengalir begitu saja. dan dengan segera, mengusap air matanya itu dengan kasar. Sebelum, istri dan juga mertuanya melihat keadaannya itu.


Namun ternyata, semuanya telah terlambat. karena baik Kintania ataupun Azalia, telah sama-sama melihat pemandangan itu. sontak saja hal itu membuat Azalia, segera menghampiri laki-laki itu.


Wanita cantik itu tahu apa yang dirasakan oleh sang suami. karena memang, dirinya pernah menyaksikannya sendiri saat masih bekerja di kediaman keluarga sang suami.


Azalia yang mendengar itu, seketika tersenyum tipis."kamu tidak usah merasa sendiri Mas. di sini sudah ada aku. aku akan berusaha untuk membuatmu bahagia."ucapnya tersenyum tipis. kemudian sama-sama saling tatap dan mengunci satu sama lain.


"Ibu mau ke dapur dulu ya,"suara Kintania, membuat Azalia dan juga Danu yang mendengarnya, seketika menundukkan kepala karena merasa malu.


Mereka sama-sama melupakan sesuatu. bahwa di ruangan itu, masih ada orang lain selain mereka berdua.


"tidak usah malu, Bu dulu juga seperti itu kok."ucapnya Seraya terkekeh pelan. berusaha menggoda anak dan juga menantunya.


"ibu,"rengek Azalia. membuat wanita paruh baya itu seketika tertawa. dan dengan segera, masuk ke dapur.


"aku suka melihat ibu bahagia."celetuk Danu Seraya menatap ke arah istrinya.


"dan aku berjanji, akan membuat wanita itu bahagia di sisa-sisa hidupnya."ucap Azalia penuh dengan tekad.

__ADS_1


"sayang,"panggil Danu dengan suara beratnya.


"iya, ada apa?"tanya Azalia yang sejak tadi menatap ke arah ibunya yang saat ini tengah memasak di dapur.


"kita ke kamar ya,"ucap laki-laki itu penuh dengan senyuman.


"mau ngapain?"tanya Azalia menggoda.


"Mau dipijit plus-plus sama istri tercinta."bisik Danu semakin menjadi.


Sontak saja hal itu membuat Azalia yang mendengarnya, mencubit pinggang laki-laki itu. membuat Danu seketika, mengerang kesakitan.


"awww! Sayang kenapa dicubit, sih?"tanya Danu pura-pura merajuk.


"makanya kalau ngomong jangan sembarangan."ucapnya dengan ketus.


"lah memangnya salah? bukankah kita memang sudah suami istri?"tanya Danu dengan raut wajah heran.


"ini sudah jam berapa?"tanya Azalia dengan gemas.


Danu yang mendengarnya, seketika menatap ke arah dinding yang terpasang jam berbentuk bulat di sana.


"kan baru jam dua. ayo dong Sayang,"rengek Danu seperti anak kecil.


Akhirnya mau tidak mau, Azalia menuruti keinginan suaminya itu. pasangan pengantin baru itu, seketika masuk ke dalam kamar dan memadu kasih sayang.


Sementara Kintania yang melihat itu, seketika menatapnya dengan tatapan yang penuh dengan kebahagiaan. karena ternyata, putrinya itu bisa merasakan kebahagiaan.


"semoga, kalian tetap Bahagia seperti ini."gumam wanita paruh baya itu kembali menyibukkan diri dengan memasak di dapur.


***


Sementara itu di lain tempat, terlihat seorang wanita paruh baya tengah berbincang-bincang dengan wanita muda.


"Keyla apakah kamu sudah menelpon Danu?"tanya Megan menatap ke arah calon menantunya itu dengan penuh kasih sayang.

__ADS_1


"belum. sepertinya Kak Danu sedang sibuk."ucap Kayla dengan tersenyum tipis.


Karena memang sejak tadi, keyla mencoba menghubungi laki-laki itu. tapi tidak pernah berhasil. dan tak lama berselang, ada sebuah pesan singkat dari calon suaminya itu. bahwa dirinya tengah sibuk.


__ADS_2