
Waktu demi waktu pun berlalu dengan kebahagiaan yang meliputi keluarga kecil Azalia dan juga Danu. dan tak terasa, saat ini Azalia tengah menanti kehadiran calon anggota baru. Yap. Azalia saat ini tengah mengandung buah cintanya dengan Danu yang tak lain adalah anak kedua mereka.
Tentu saja hal itu membuat semua orang merasa sangat bahagia. apalagi masalah mereka itu sudah benar-benar selesai. karena orang-orang yang mencelakai Kenzo dan juga Azalia, telah mendapatkan pelajaran yang sangat setimpal. membuat Danu merasa bahagia dan juga lega.
"huh, aku sangat merasa bahagia. karena kita, akhirnya dapat hidup dengan tenang."ucap laki-laki itu Seraya mengusap perut Azalia yang sudah condong ke bawah. tandanya siap untuk melahirkan.
"aku juga bahagia."balas Azalia Seraya tersenyum kecil.
"kenapa kalian masih di sini? sekarang kita ke rumah sakit."ucap Megan yang tergopoh-gopoh menghampiri anak dan menantunya itu.
"memangnya kita harus ngapain ke rumah sakit?" tanya Danu dengan raut wajah heran.
Hal itu tentu saja membuat mereka yang mendengarnya, seketika menepuk keningnya sendiri."kamu ini bagaimana sih, kita harus ke rumah sakit dong. istri kamu kan akan melahirkan."tandas Megan Seraya mencoba untuk menarik tangan menantunya itu.
"tapi kan istri Danu belum merasakan mulas nya melahirkan? masa kita sudah harus ke sana?"tanya Danu yang memang masih tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh sang ibu.
"siapa bilang kalau istri kamu akan melahirkan secara normal. Ibu sudah mempersiapkan semuanya. istri kamu akan melahirkan secara caesar."ucap Megan dengan tegas.
Membuat Azalia dan juga Danu yang mendengarnya, seketika saling pandang satu sama lain.
"melahirkan secara caesar?"ulang Danu dan juga Azalia secara bersamaan. dan hanya dijawab anggukan kepala oleh wanita paruh baya itu.
"tidak Bu, aku tidak ingin melakukan hal itu aku ingin semuanya alami."tandas Azalia Seraya menatap dengan ekspresi wajah penuh permohonan kepada Ibu mertuanya itu.
"tapi sayang, Ibu tidak ingin menuntut kamu kesakitan seperti itu lagi. Apalagi waktu kamu melahirkan Kenzo, kami semua tidak ada di sampingmu."ucap Megan mencoba untuk memberikan pengertian pada wanita muda itu. agar menuruti saran darinya.
Azalia yang mendengar itu, seketika menggelengkan kepalanya Seraya tersenyum tipis. "Ibu tidak usah khawatir. aku kuat kok."ucapnya Seraya mengulas senyum.
Membuat Megan yang mendengarnya, seketika hanya bisa pasrah. dan menuruti apa yang diinginkan oleh menantunya itu.
di saat mereka tengah berbincang-bincang untuk membahas kelahiran anak kedua mereka, tiba-tiba saja Azalia merasa perutnya sangat mulas. membuat wanita itu, seketika merintih kesakitan.
__ADS_1
"awww sakit sekali!"ucap wanita itu Seraya menyentuh perut bagian bawahnya. sontak saja hal itu membuat Danu dan yang lain, ketika panik luar biasa.
Mereka segera tergopoh-gopoh untuk menuju ke rumah sakit terdekat. dan sesampainya di sana, Azalia segera ditangani oleh para tim medis.
"ini sudah bukaan 8. sebentar lagi akan lengkap. sebaiknya, nyonya memperbanyak untuk berjalan-jalan."saran ibu bidan pada wanita cantik itu.
Azalia yang mendengar itu, segera menuruti apa yang dikatakan oleh wanita itu. dan selama proses itu, baik Megan maupun Danu, pernah sekalipun meninggalkan Azalia. mereka senantiasa berada di dekat wanita cantik itu.
Hingga tibalah waktu persalinan itu. membuat semua orang merasakan tegang yang luar biasa. terutama Danu. karena laki-laki itu harus mendampingi istrinya untuk melahirkan.
"ayo bu dorong!"bidan yang ada di samping wanita cantik itu. dan dengan segera, Azalia melakukannya.
"eugghh!"
Dalam satu kali dorongan, akhirnya terlahirlah bayi laki-laki dari rahim wanita cantik itu. tentu saja hal itu membuat semua orang merasa sangat bahagia. terutama Danu. laki-laki tampan itu, sampai menangis tersedu-sedu karena merasa terharu dengan perjuangan istrinya.
"terima kasih. Terima kasih karena kamu telah berjuang sampai sejauh ini. aku janji, sampai kapanpun juga aku tidak akan pernah berpaling darimu."bisik laki-laki itu dengan linangan air mata.
Beberapa hari kemudian,...
Keadaan dari Azalia sudah lebih membaik. membuat wanita itu, sudah diperbolehkan pulang. tentu saja hal itu membuat semua orang merasa sangat bahagia. terutama Kintania dan juga Megan. dua wanita paruh baya itu, sama-sama menggendong cucu mereka.
"Bunda masih tidak menyangka. kalau kamu, akan mendapatkan kebahagiaan yang sejak dulu kamu impikan."ucap Kintania Seraya memeluk tubuh Putri semata wayangnya itu dengan penuh kasih sayang.
"aku juga masih tidak menyangka Bunda. tapi aku sangat bersyukur, mendapatkan keluarga sebaik kalian.
tak lama berselang, pintu rumah dari Danu dan juga Azalia, dibuka dari luar. dan tak berselang lama, terlihat sepasang suami istri dengan membawa bayi di tangan mereka datang menghampiri wanita yang baru saja melahirkan itu.
"halo Azalia, apa kabar?"tanya seorang wanita cantik dengan menggandeng seorang gadis kecil.
"Keyla, kamu datang?"tanya Azalia Seraya memeluk tubuh wanita yang pernah menjadi istri dari suaminya itu.
__ADS_1
"selamat ya, semoga keluargamu selalu dilimpahkan dalam kebahagiaan."wanita itu Seraya tersenyum simpul.
"terima kasih. Terima kasih atas doanya. doa yang baik juga untuk keluargamu."ucap Azalia Seraya tersenyum simpul.
"Kak Danu,"panggil Keyla pada laki-laki tampan itu.
"tolong maafkan perbuatan Papa. aku rasa saat ini Papa sudah mendapatkan karma dari semua perbuatan yang ia lakukan."ucap Keyla Seraya tersenyum simpul.
"aku sudah memaafkan papamu. dan juga memaafkan semua yang terjadi. karena menurutku, semua yang berlalu itu tidak usah dikenang kembali."ucapkan Soraya tersenyum kecil.
Keyla yang mendengar itu, hanya menganggukkan kepala saya tersenyum simpul.
****
Beberapa tahun pun berlalu,...
Keluarga Azalia, kini telah diliputi kebahagiaan yang luar biasa. karena mereka berdua, dikaruniai dua jagoan yang sangat tampan.
"lihatlah anak-anak kita. mereka berdua sangat menikmati permainan itu."ucap Azalia seraya menunjuk ke arah dua jagoannya yang tengah asik bermain itu.
Karena saat ini, mereka sedang berada di taman yang memang khusus dibuatkan Danu untuk bermain anak-anaknya.
"aku juga merasa sangat bahagia. karena ternyata, aku dapat memiliki keluarga yang sejak lama aku impikan."balas Danu Seraya memeluk tubuh istrinya dengan penuh kasih sayang.
Akhirnya sore itu, keluarga kecil dari seorang Danu Maheswara Abraham menjalani semuanya dengan penuh kebahagiaan. mereka berempat, saling menggandeng satu sama lain dengan melihat matahari terbenam di ufuk barat sana.
"aku mencintaimu."bisik Danu di telinga sang istri. Setelahnya, mengecup kening wanita itu.
"aku juga mencintaimu."ucap Azalia Seraya tersenyum manis. dan setelah itu, mereka kembali menatap ke arah langit yang perlahan-lahan mulai menggelap. karena kehadiran sang surya sudah digantikan oleh kehadiran bulan Di langit Itu.
Seperti halnya kehidupan yang dijalani oleh Azalia. siapa sangka, wanita yang sejak kecil hidup dengan penderitaan itu, ini dapat merasakan kebahagiaan dalam hidupnya. sungguh, Azalia merasa sangat bahagia. dan dirinya berharap, kebahagiaan itu akan berlangsung selamanya.
__ADS_1
tamat