(Bukan) Perebut

(Bukan) Perebut
Harus Kuat


__ADS_3

Setelah kepergian laki-laki itu, Azalia segera berlari menuju ke dalam kedai. wanita itu berlari tanpa tentu arah. hingga beberapa kali, hampir menabrak karyawan yang ada di tempat itu.


Semua orang menatap Azalia dengan tatapan heran. tak terkecuali Kintania. wanita paruh baya itu melangkahkan kakinya untuk menghampiri Putrinya itu. namun gerakannya terhenti, saat mendengar suara dari seseorang yang ingin membeli makanannya.


"kenapa dengan anak itu? sebaiknya nanti saja aku tanyakan pada dia."setelah mengatakan hal itu, Kintania kembali kepada rutinitasnya.


****


"kenapa ini sakit sekali Ya Tuhan, bukankah ini yang aku inginkan?"tanya wanita cantik itu Seraya memukul-mukul dadanya yang terasa sangat sesak dan juga nyeri.


"aku pikir dengan melepaskan dia, semua akan lebih baik. tapi ternyata, semuanya berbanding terbalik."ucap wanita itu Seraya terisak.


Lama sekali Azalia menangis di dalam kamar mandi yang ada di ruangan itu. hingga Setelah semuanya lebih tenang, wanita itu segera membersihkan wajahnya dan keluar dari dalam kamar mandi itu.


"Sayang, ada apa?"tanya Kintania dengan segera menghampiri putrinya itu.


Azalia yang mendengar itu, hanya terdiam. namun beberapa saat kemudian, wanita cantik itu segera berhambur ke dalam pelukan sang ibu dengan isakan tangis yang memilukan.


"kenapa, Ada apa?"tanya Kintania yang semakin merasa kebingungan dengan apa yang dialami oleh putrinya itu.

__ADS_1


Dengan segera, Azalia menceritakan semuanya kepada sang Bunda. membuat wanita paruh baya itu, juga ikut menitihkan air mata. karena merasa, hidup putrinya terlalu Malang.


"kamu harus kuat Sayang, Tuhan tidak akan memberikan cobaan di luar kemampuan hambanya."ucap wanita itu mencoba untuk menenangkan. padahal hatinya sendiri, juga merasa sangat remuk Saat mendengar ucapan putrinya itu.


Rasanya tidak ada seorang ibu, yang ingin melihat putrinya menderita. begitupun juga dengan Kintania. wanita paruh baya itu tidak ingin melihat darah dagingnya mengalami kesakitan seperti itu. Jika boleh memilih, maka dirinya saja yang ingin menggantikan rasa sakit itu.


Setelah beberapa saat, suasana di antara mereka semakin lebih tenang. Kintania segera menguraikan pelukannya.


Wanita paruh baya itu segera menangkup wajah cantik putrinya dan menatapnya dengan sangat dalam.


"hidup akan selalu berjalan. yang di atas kadang berada di bawah dan begitupun sebaliknya. jadi jangan terlalu memikirkan sesuatu hal secara berlebihan. Bunda tahu kamu kuat. maka dari itu Tuhan memberikan cobaan yang lebih besar padamu."ucap wanita itu penuh dengan kelanjutan.


Azalia yang mendengar itu, hanya menganggukkan kepala Seraya tersenyum tipis."aku akan berusaha kuat untuk kalian berdua. karena di dunia ini, hanya kalian berdualah yang aku miliki."hijab wanita cantik itu Seraya tersenyum tipis.


***


Sementara itu di tempat lain, Danu juga merasakan hal yang sama. bahkan mungkin, laki-laki itu merasakan hal yang lebih dari yang dirasakan oleh Azalia. terlihat laki-laki itu sangat kacau.


"rasanya sakit sekali Ya Tuhan."ucap laki-laki itu dengan deraian air mata. jika orang-orang mengatakan bahwa laki-laki yang menitikkan air mata adalah laki-laki yang sangat tulus, maka itu benar adanya. karena perasaan Danu pada istrinya itu, benar-benar sangat tulus dan juga mendalam.

__ADS_1


"aku janji setelah semuanya ini terbongkar, aku akan memperjuangkanmu."laki-laki itu Seraya mengusap air matanya dengan kasar.


Danu tidak tahu apa yang disembunyikan oleh Keyla. tapi laki-laki itu merasa, wanita manja itu menyembunyikan sesuatu yang sangat penting dalam hidupnya. dan perlahan-lahan, laki-laki itu akan membongkarnya.


"aku harus kuat."ucap laki-laki itu menyemangati dirinya sendiri.


drrrttt drrttt


Terdengar suara ponsel yang berdering. dengan segera,, laki-laki itu mengangkatnya. saat tahu, siapa yang menelpon.


"halo Sayang apakah kamu sudah menuruti apa yang aku katakan? jika sudah tolong kirimkan buktinya!"terdengar suara Keyla dari seberang sana.


Tanpa menjawab pertanyaan dari wanita itu, dan segera mematikan ponselnya. dan dengan segera mengirimkan bukti itu.


"dasar wanita pengganggu!"umpat Danu dengan suara yang sangat kesal. Setelahnya, kembali termenung di dalam ruangan itu.


Sekuat tenaga laki-laki itu mencoba untuk bangkit dari keterpurukannya. tapi bayang-bayang dari Azalia, selalu membuatnya gagal untuk melupakan wanita itu.


"tidak aku tidak akan pernah melupakan wanita yang sangat aku cintai. lakukan adalah, mengungkap semuanya. mengungkap apa yang disembunyikan oleh wanita itu. aku yakin, dirinya mempunyai rahasia yang bisa aku gunakan untuk senjata melawan dia."telah mengatakan hal itu, Danu di tempat itu.

__ADS_1


Nb: yuk mampir yuk di sini ceritanya bagus loh nyesel kalau nggak mampir.



__ADS_2