(Bukan) Perebut

(Bukan) Perebut
Pasrah


__ADS_3

Beberapa hari setelah kejadian itu, Azalia semakin menghindari suaminya. hingga membuat Danu, seketika merasa frustasi. laki-laki itu sudah merasa tidak tahan karena selalu dan selalu diajukan oleh istri tercintanya itu.


"aaaakkhh!"dan berteriak cukup kencang di dalam kamar mandinya. hingga tanpa sadar, laki-laki tampan itu membuat Azalia yang tengah tertidur lelap, seketika terbangun dengan nafas terengah-engah.


Kemudian tanpa basa-basi, wanita cantik itu berlari menghampiri sumber suara." tok.. tok... Mas Danu tidak apa-apa?"tanya Azalia dengan mengetuk pintu kamar mandi.


Sungguh, wanita cantik itu merasa sangat khawatir. mendengar suara teriakan dari suaminya yang menggema di seluruh ruangan kamar itu.


"Mas Danu, apakah Mas Danu baik-baik saja?"tanya Azalia dengan raut wajah yang semakin panik. karena di dalam sana, suaminya itu tidak menyahut sama sekali.


Dengan langkah tergesa-gesa, Azalia berlari keluar kamar. dirinya sampai tidak sadar bahwa saat ini tengah mengandung. yang ada di pikirannya saat ini, hanyalah memanggil sang ibu untuk meminta bantuannya.


"kenapa kamu lari-lari seperti itu?"tiba-tiba saja terdengar suara Kintania dari arah belakang tubuh wanita itu.


Dengan segera, Azalia menoleh ke arah sumber suara. dan mendapati sang ibu, tengah berdiri dan menatapnya dengan tatapan heran.


"huh, untunglah Ibu ada di sini."ucap wanita itu Seraya menarik tangan wanita paruh baya yang bergelar sebagai ibu kandungnya itu.


"eh, kenapa malah menarik tangan Bunda seperti ini? Ada apa memangnya?"tanya Kintania menatap bingung ke arah putrinya itu yang kini tengah berjalan dengan tergesa-gesa menuju ke kamarnya.


"Ada apa ini?"tanya Kintania sekali lagi menatap ke arah putrinya.


"Mas Danu ada di dalam. Dirinya belum keluar dari kamar mandi sejak beberapa menit yang lalu. aku takut terjadi sesuatu sama suamiku."ucap Azalia mencoba untuk menceritakan kondisi kepada sang ibu.


Tentu saja hal itu membuat Kintania yang mendengarnya, seketika menatap kebingungan ke arah putrinya itu. dan tak berselang lama, tangannya terulur mengetuk pintu kamar mandi itu. belum sempat tangan Kintania menyentuh daun pintu itu, pintu kamar mandi telah terbuka terlebih dahulu. dan tak lama berselang, Danu keluar dari dalam kamar mandi itu dengan raut wajah kebingungan.


Karena di hadapan laki-laki itu, telah berdiri sepasang ibu dan anak yang menatapnya dengan tetapan intens.

__ADS_1


"kalian kenapa ada di sini?"tanya Danu Seraya melangkahkan kakinya menuju ranjang.


"kata Azalia kamu tadi berteriak. dan setelahnya, kamu tidak membuka pintu. maka dari itu, Azalia langsung berlari ke arah kamar bunda dan meminta tolong. Sebenarnya kamu itu kenapa?"tanya Kintania menatap arah menantunya itu.


Tentu saja hal itu membuat Danu yang mendengarnya, semakin merasa kebingungan. otak kecilnya mencoba untuk mengingat-ingat apa yang ia lakukan terakhir kali. hingga sebuah senyuman tanggung seketika terbit di kedua sudut bibir laki-laki itu.


"uhmm itu karena aku tengah menahan sesuatu."ucap Danu tanpa rasa malu.


Membuat Kintania dan juga Azalia yang mendengarnya, seketika saling pandang. mencoba mencerna apa yang dikatakan oleh laki-laki itu. hingga sebuah senyuman, seketika terbit dari bibir Kintania.


Dan tanpa basa-basi lagi, Anita paruh baya itu menarik tangan putrinya membawanya keluar dari dalam kamar. sementara Azalia yang merasa kebingungan, hanya menurut saja dengan tanda tanya besar di atas kepalanya.


"Bunda kenapa mau bawa aku ke sini?"tanya Azalia menatap bingung ke arah wanita yang bergelar sebagai ibunya itu.


"kamu tahu apa yang dimaksud oleh suamimu?"tanya Kintania Seraya menatap putrinya dengan tatapan yang sangat dalam.


Kintania yang mendengar itu seketika menghela nafas panjang. memang harus ekstra kesabaran dalam menghadapi ketidakpekaan wanita yang ada di hadapannya saat ini.


"itu tandanya, suami kamu itu sedang menginginkan sesuatu dari dalam tubuhmu."ucap Kintania untuk tidak berbicara secara jelas. karena wajah wanita itu, juga ikut memerah karena merasa malu dengan apa yang ia bahas saat ini.


"maksud bunda apa? aku tidak mengerti."ucap Azalia semakin merasa bingung dengan ucapan sang ibu.


Kintania yang mendengar ucapan dari Azalia, semakin merasa gemas dengan kepolosan putrinya itu. Kintania berusaha keras untuk mengontrol emosinya agar tidak meledak. Sungguh putrinya itu sangat-sangat menguras kesabaran.


"sayang, itu tandanya Danu menginginkan haknya kembali hak di atas ranjang."ucap wanita paruh baya itu memperjelas perkataan awalnya.


Kedua mata Azalia, seketika terbuka lebar. dengan mulut yang ikut terbuka. kemudian setelah menguasai diri dari rasa terkejut, Azalia menatap ke arah ibunya.

__ADS_1


"Ma .. maksud bunda? Mas Danu sedang menahan hasratnya?"tanya Azalia untuk memastikan.


Tubuhnya semakin menegang saat mendapati anggukan kepala dari wanita paruh baya yang ada di hadapannya.


"sebagai seorang istri, kita harus tahu kewajiban-kewajiban apa saja yang harus dilakukan oleh seorang istri."ucapkan Tania memberikan nasehat.


Membuat Azalia yang mendengarnya, seketika menundukkan kepala."tapi aku belum siap Bun."lirihnya dengan suara yang terdengar sangat sedih.


Sebenarnya, Kintania juga merasa tidak tega saat melihat raut wajah dari Putri semata wayangnya itu. tapi mau bagaimana, itu semua sudah kewajiban dan juga resiko sebagai seorang istri. dan tidak bisa ditolak dengan alasan apapun. kecuali beberapa aspek seperti datang bulan dan juga melahirkan. selain itu, tidak bisa dijadikan alasan.


"kita tidak bisa menolaknya sayang. Apalagi suami kamu itu adalah orang yang berhak sepenuhnya atas dirimu. jangan sampai, Danu berpaling hanya karena hal ini."ucap Kintania mengingatkan.


Azalia segera menggelengkan kepalanya."tidak, tidak akan aku biarkan wanita lain mendampingi suamiku."setelah mengatakan hal itu, wanita cantik itu segera masuk ke dalam kamar pribadinya untuk menemui sang suami.


gluk


Susah payah, Azalia meneguk salivanya sendiri. saat wanita itu baru saja membuka pintu, mendapati suaminya telah duduk di atas ranjang dengan bert*lanjang dada.


"Ma ..mas pakai bajumu,"ucap wanita itu Seraya menatap ke arah samping. untuk menyembunyikan wajahnya yang memerah.


"memangnya kenapa? hmm, bukankah kita sudah sering melihat diri seperti ini satu sama lain?"tanya Danu Seraya menaik turunkan alisnya.


bugh


Seketika, sebuah bantal melayang di depan wajah tampan laki-laki itu. hingga membuat Danu seketika meringis.


"nggak usah aneh-aneh cepat pakai bajunya."ucap Azalia dengan ketus.

__ADS_1


Namun bukannya menuruti perintah istrinya, laki-laki tampan itu justru memeluk tubuh kambing itu dan akhirnya apa yang ia nantikan selama ini terlaksana juga.


__ADS_2