
Beberapa hari kemudian setelah ketahuan oleh laki-laki itu, Azalia semakin sulit ditemui. sepertinya keputusan wanita itu untuk memulai hidup baru di kota kelahirannya, adalah kesalahan besar. apalagi jarak di antara kota kelahirannya dengan kota laki-laki itu, terbilang sangat jauh. ditambah lagi, dia berpikir, laki-laki itu tidak akan untuk datang
Azalia sempat berpikir, hidupnya akan aman setelah beberapa tahun menghilang dari peredaran laki-laki itu. Namun ternyata, semua dugaannya salah. karena hidupnya, semakin bertambah rumit dengan pertemuan dengan laki-laki itu.
"kenapa kamu melamun?"tanya Kintania Seraya menepuk pundak putrinya itu. hingga membuat wanita itu, seketika menoleh kekerasan ibu dengan raut wajah sedikit terkejut.
"ah, Bunda, tidak apa-apa. aku hanya merasa terkejut dengan kehadiran Bunda."ucap Azalia Seraya tersenyum kecil.
memang pada kenyataannya, wanita itu terkejut saat merasakan tepukan dari daun ibu.
"oh ya di mana Kenzo?"tanya Azalia Seraya mengedarkan pandangannya ke arah lain karena tidak menemukan Di mana keberadaan Sang putra.
"kamu lupa ya, Kenzo kan sudah tertidur pulas."ucap wanita paruh baya itu dengan senyuman yang tampak di wajah keriputnya.
__ADS_1
tentu saja hal itu membuat Azalia yang mendengarnya, seketika menepuk keningnya sendiri. kenapa dia bisa lupa dengan hal seperti ini? apa karena masalah yang akhir-akhir ini mengganjal hati dan pikirannya? sehingga membuat dia tidak fokus untuk beberapa saat.
"UMM aku mau istirahat dulu ya."ucap Azalia Seraya bangkit dari tempat duduknya. meninggalkan Kintania yang masih terdiam di tempat itu.
"kamu memang tidak pernah berubah Sayang. selalu saja, berusaha tegar di hadapan Bunda. padahal tanpa kamu berbicara pun, Bunda sudah mengetahui semuanya."ucap wanita paruh baya itu Seraya tersenyum samar.
***
Sementara itu di tempat lain, terlihat Danu yang tampak sekali gelisah karena misinya untuk menemui wanita yang ia cintai, semakin lama semakin sulit. Karena Wanita itu, tidak bisa ditemui. bahkan saat Danu datang lebih awal pun, wanita itu masih tidak terlihat di tempatnya.
"aaarrrgggh! aku harus mencari keberadaan dia di mana lagi?"tanya laki-laki itu pada dirinya sendiri. sungguh saat ini, laki-laki tampan itu merasa sangat kebingungan di mana lagi, harus mencari keberadaan wanita itu.
Akhirnya Danu memutuskan untuk membaringkan tubuhnya di ranjang empuk itu. memang sepertinya laki-laki itu harus memberikan waktu untuk Azalia menyesuaikan diri.
__ADS_1
"aku akan berusaha pelan-pelan untuk mendapatkanmu."setelah mengatakan hal itu, Danu seketika memejamkan mata. dan tak lama berselang, terdengar dengkuran halus dari mulut laki-laki itu. menandakan bahwa Danu, telah terlelap.
****
Sementara itu di tempat lain, terlihat seorang wanita tengah terduduk di kursi kayu ruangan gelap.
"aku harus segera menjalankan rencana ini. karena aku tidak ingin, laki-laki itu sembuh begitu saja."ucap wanita itu dengan mata menatap tajam ke depan.
Siapa lagi wanita itu juga bukan Keyla. wanita manja itu memang telah mempersiapkan semuanya. saat melihat laki-laki yang sangat ia cintai, jatuh ke dalam pelukan wanita lain, dirinya tidak terima.
Hingga akhirnya, Keyla mengatakan sesuatu pada Azalia. hingga membuat wanita itu, pergi meninggalkan Danu. dan Hal itu membuat Keyla merasa sangat bahagia.
Namun rupanya, kebahagiaan itu tidak bertahan lama. karena mereka sebentar lagi akan bersatu kembali. dan Keyla tidak akan pernah terima jika hal itu terjadi.
__ADS_1
Untuk itulah, Keyla memutuskan untuk bersembunyi beberapa hari untuk menyusun rencana memisahkan dua orang itu.