
Setelah menasehati menantu dan juga putrinya, kintani yang memutuskan untuk masuk ke dalam kamar yang memang telah disediakan oleh Danu dan juga Azalia.
Selepas kepergian wanita paruh baya itu, suasana menjadi sedikit canggung. membuat Azalia dan juga Danu, seketika saling lirik satu sama lain. mereka tidak ubahnya seperti seorang yang baru saja berpacaran. rasa gengsi seketika menyeruak di dalam diri masing-masing. mempertahankan, siapa yang meminta maaf terlebih dahulu.
Akhirnya karena sudah merasa tidak tahan, Danu memaksakan diri untuk membuka mulutnya. karena laki-laki itu memang tidak suka dengan suara hening seperti ini. apalagi, didiamkan oleh orang yang ia cintai.
"aku mau bicara sama kamu." ucap laki-laki itu Soraya menatap lekat ke arah wajah istrinya yang tampak menghindari tatapan orangnya.
"bicara saja tinggal bicara kok repot."ucap Azalia dengan nada sedikit ketus. entahlah wanita itu juga merasa tidak enak bersikap seperti itu pada suaminya. tapi entah mengapa, dalam diri wanita itu muncul keinginan keras untuk menghindari laki-laki yang bergelar suaminya itu.
"sebenarnya apa sih mau kamu sayang?"tanya Danu Seraya mendes*ah pelan. karena terlalu merasa frustasi dengan situasi yang saat ini ia hadapi.
Azalia yang mendengarnya, seketika menundukkan kepala."Maaf Mas aku juga tidak mengetahui kenapa aku bisa berubah seperti ini."ucap wanita itu Seraya menundukkan kepala.
Danu yang mendengarnya seketika menghela nafas panjang. laki-laki alasan bayi yang ada di dalam perut wanita itu yang ia lontarkan. Hal itu membuat Danu sempat berpikir. apakah benar, orang yang sedang hamil itu mengalami hal yang sampai seperti itu? laki-laki itu mulai berpikir negatif.
"kau bisa memaksanya kan?"tanya Danu lagi menatap lekat ke arah istrinya. Azalia yang mendengarnya seketika menggelengkan kepala.
"Maaf sepertinya aku tidak bisa. jika aku tetap memaksakan, aku langsung akan merasa mual dan ujung-ujungnya pingsan."wanita cantik itu Seraya menundukkan kepala. karena sudah merasa tidak sanggup melihat raut wajah kecewa dari laki-laki yang ia cintai itu.
Danu yang mendengar itu, segera bangkit dari tempat duduknya. tentu saja hal itu membuat Azalia, semakin merasa ketakutan dan juga merasa bersalah.
"Mas mau ke mana?"tanya wanita cantik itu dengan suara lirih.
"mencari udara segar."setelah mengatakan hal itu, Danu segera melangkahkan kakinya untuk keluar dari kediaman mewahnya itu.
__ADS_1
Laki-laki tampan itu tampak gontai mengayunkan langkah. hingga tidak sadar, Danu sampai di tepi jalan raya. laki-laki Itu tampak kebingungan karena mengapa dia bisa berada di sini. Danu berniat untuk kembali ke rumahnya setelah beberapa saat terdiam dan menghirup udara di sekitaran yang masih sangat sejuk.
Namun tiba-tiba saja, pendengarannya seperti menangkap suara bising dari seberang sana. laki-laki itu seketika memicingkan matanya. dan tampaklah di depan sana, sepasang suami istri sepertinya telah bertengkar. hingga mereka berjalan melewati Danu begitu saja.
"sayang tolonglah jangan seperti ini."ucap si laki-laki Seraya menggenggam tangan wanita itu.
"lepaskan aku Mas aku mual melihat wajahmu."ucap si wanita Seraya menyentak tangannya yang digenggam oleh laki-laki itu.
"hei aku ini suamimu."ucap laki-laki itu dengan suara sedikit meninggi karena merasa kesal dengan sikap istrinya itu.
"aku tahu aku istrimu. tapi ini juga bukan kemauanku. ini kemauan bayi kita. dia tidak ingin berdekatan dengan ayahnya."setelah mengatakan hal itu, si wanita segera pergi dari sana. sementara si laki-laki, berusaha untuk mengejar istrinya.
"ternyata memang ada yang seperti itu."ucap Danu pada dirinya sendiri. dirinya merasa sangat bersalah karena telah menuduh istrinya yang bukan-bukan.
Dulu teman-temannya pernah mengeluh saat mereka bercerita tentang kondisi istrinya yang tidak ingin berdekatan dengan para suami. dan Danu dengan entengnya, mengatakan bahwa teman-temannya itu lebay. Dan sekarang ini, laki-laki itu baru merasakan apa yang dirasakan oleh teman-temannya dulu.
"aku harus minta maaf dengan dia."ucap laki-laki itu Seraya melangkahkan kakinya untuk kembali ke rumah pribadi mereka.
"sayang,"panggil Danu pada sang istri. dan tak lama berselang, wanita kesayangannya itu muncul dari balik pintu kamar pribadi mereka.
"ada apa?"tanya wanita itu dengan wajah memerah. Danu yakin, istrinya itu tengah menahan rasa mual yang ada di dalam tubuhnya saat melihat wajahnya itu.
"jangan dipaksa melihat kalau tidak kuat. aku ke sini hanya ingin meminta maaf."ucap laki-laki itu Seraya tersenyum tipis.
Kemudian dengan segera, laki-laki itu segera pergi dari sana. membuat Azalia yang melihatnya, semakin merasa bersalah. Namun demikian, wanita itu juga tidak bisa berbuat apa-apa karena ini memang bukan kemauannya.
__ADS_1
****
Sementara itu di lain tempat, lebih tepatnya di kediaman keluarga Keyla, terlihat wanita itu tengah mencoba untuk membujuk dan memaksa orang tuanya untuk mempercepat pernikahan mereka.
Karena Kayla tidak ingin, kondisinya semakin lama semakin terlihat. dan pasti itu akan membawa nama keluarga mereka menjadi tercoreng. Keyla tidak akan pernah sanggup melihat kebencian yang akan mereka terima nantinya.
"ayolah Pah masa papa tidak bisa?"tanya Keyla dengan raut wajah cemberut.
Sementara kedua orang tua wanita itu, hanya terkekeh pelan. karena mereka berpikir, Putri semata wayang mereka itu sudah tidak sabar untuk menjalani hari bahagia bersama Dengan Danu.
"sabarlah sayang, kenapa kamu sudah merasa tidak sabar seperti ini?"tanya Nadia Seraya menyenggol dengan putrinya itu.
"biasalah mah masa Mama tidak pernah merasakan hal seperti itu?"kini Carlos juga ikut-ikutan menggoda Putri semata wayangnya itu.
membuat Keyla seketika menundukkan kepala. dan Hal itu membuat kedua orang tuanya semakin gencar untuk menggoda. karena mereka pikir, Putri mereka itu merasakan perasaan malu yang luar biasa.
Padahal yang sebenarnya, Putri mereka itu tengah gelisah untuk bisa mewujudkan impiannya secepat mungkin. karena dia tidak ingin, kehamilannya ini diketahui oleh orang lain.
"harus melakukan apalagi ini supaya mereka mau segera mempercepat semuanya?"tanya Keyla Seraya memikirkan cara yang ampuh untuk memaksa kedua orang tuanya agar menuruti keinginannya.
Terbiasa hidup dengan harta berkecukupan dan selalu dipenuhi, membuat Keyla sedikitnya menjadi sosok wanita yang sedikit aroga n dan memaksakan semua keinginannya harus terpenuhi.
"sabar sayang hanya 6 bulan."ucap Nadia Seraya mengusap kepala putrinya dengan penuh kasih sayang.
"itu masih lama Mama."rengek putrinya itu dengan mengerucutkan bibirnya. membuat orang tua wanita itu seketika terkekeh pelan.
__ADS_1